RADAR TULUNGAGUNG - Sungai Brantas memegang peranan penting bagi tumbuh kembangnya Kerajaan Majapahit.
Bahkan di sekitar sungai terpanjang di Jawa Timur itu diduga terdapat pelabuhan yang mendukung aktivitas masyarakat Majapahit saat itu.
Baca Juga: Jadi Penanda Masuk Ibu Kota Majapahit? Ini Kisah Tugu Sebani di Sumobito Jombang
Prasasti Canggu yang berangka tahun 1358 Masehi, dan diterbitkan Raja Hayam Wuruk, menceritakan tentang desa-desa penyeberangan, dan aturan-aturan mengenai aktivitas penyeberangan pada zaman Majapahit.
Dalam prasasti itu disebutkan nama-nama desa penyeberangan yang juga berfungsi sebagai pelabuhan sungai.
Antara lain Canggu, Nusa, Temon, Mabuwur, Godhong, Rumasan, Randu Gowok, Wahas, Nagara, dan Sarba.
Canggu sendiri sudah diketahui lokasinya yaitu di sebelah timur laut Kota Mojokerto sekarang, letaknya di tepi Sungai Brantas.
Sayangnya nama-nama lain sudah tidak bisa dikenali letaknya di mana sekarang.
Situs Tugu, Badas, dan Mentoro yang terletak dekat sungai yang berhubungan dengan Brantas, tidak mustahil juga merupakan bekas pelabuhan sungai Majapahit, pelabuhan yang terdekat dengan Kota Majapahit.
Dengan menarik dua garis diagonal dari empat lokasi yaitu Situs Sedah (Yoni Gambar), Lebakjabung, Klinterejo dan Tugu, maka perpotongan dua garis diagonal terdapat di wilayah Desa Pesantren, Kecamatan Mojoagung.
Tepat pada titik perpotongan yang bersifat hipotetis itu dijumpai sebidang tanah di tengah sawah yang berawa.
Dalam foto udara lokasi titik hipotesis itu terletak di ujung sebuah bekas kanal kuno yang terletak di bagian barat Situs Trowulan.
Pada sebidang tanah itu dijumpai peninggalan arkeologis berupa sebuah balok batu candi dan sebuah fragmen lumpang batu.
Baca Juga: Masih Diperdebatkan para Ahli, Begini Tata Kota Majapahit Menurut Maclaine Pont
Sebagai titik pusat yang dianggap penting, peninggalan-peninggalan yang ada di lokasi itu tidak mewakili gambaran tentang kompleks bangunan keagamaan di pusat kota Majapahit.
Oleh karena itu dicari situs terdekat dengan titik pusat itu yang menggambarkan adanya kompleks keagamaan yang sejenis dengan sisa bangunan di Situs Lebakjabung dan Klinterejo.
Situs yang paling dekat dengan titik pusat itu adalah kompleks Candi Kedaton di Sentonorejo, letaknya 1,7 km di sebelah timur titik hipotetis.****
Editor : Dharaka R. Perdana