RADAR TULUNGAGUNG - Situs Candi Kedaton atau Candi Sumurupas merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit di Mojokerto.
Candi Kedaton yang letaknya di sekitar bekas ibu kota Majapahit ini berada di Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Baca Juga: Banyak yang Tak Terdeteksi Lagi, Ini Nama-nama Pelabuhan di Sekitar Ibu Kota Majapahit di Mojokerto
Candi yang juga bernama Sumur Upas ini ternyata dulu dikepung sistem pengairan kuna.
Berikut Fakta Candi Kedaton Mojokerto:
1. Dikepung Kanal Kuna
Lokasi kompleks Situs Candi Kedaton dikelilingi kanal-kanal kuna yang berpotongan.
Hal ini membentuk sebidang tanah berdenah segi empat dengan luas sekitar 700 meter X 500 m yang memanjang utara selatan.
Baca Juga: Ayam Lodho Makanan Khas Tulungagung, Sudah Ada Sejak Era Majapahit!
2. Peninggalan Arkeologis
Pada lahan seluas itu terdapat peninggalan-peninggalan arkeologis yang padat dan beraneka ragam.
Selain Candi Kedaton, di areal tersebut terdapat deretan umpak batu berukuran besar, struktur bangunan bata, lantai bata segi enam, lantai bata segi empat, dan sumur kuna.
Baca Juga: Jadi Penanda Masuk Ibu Kota Majapahit? Ini Kisah Tugu Sebani di Sumobito Jombang
Serangkaian penggalian arkeologis di tempat ini banyak menemukan artefak rumah tangga dari tembikar dan keramik, serta fragmen logam, mata uang logam Cina, serta sisa-sisa tulang dan gigi hewan.
3. Denah
Candi Kedaton berupa bagian kaki sebuah bangunan yang memiliki denah segi empat.
Candi Kedaton memiliki ukuran 12,60 X 9,50 meter dan tingginya 1,58 meter dan menghadap ke barat dengan azimuth 279 derajat.
Di depan bangunan tersebut terdapat sebuah sumur kuna berdenah bujursangkar, dibuat dari susunan bata.
4. Konfigurasi
Kira-kira 80 meter di sebelah barat Candi Kedaton terdapat deretan 16 umpak batu besar dalam konfigurasi tujuh enam yang berorientasi timur barat.
Di antara lokasi umpak-umpak dan Candi Kedaton terdapat sisa-sisa bangunan dari bata yang belum diketahui bentuk dan fungsinya.
Penggalian arkeologis pada lokasi umpak-umpak di Sentonorejo itu menghasilkan informasi bahwa umpak-umpak tersebut berdiri di atas pondasi berupa susunan dan tumpukan bata yang dikeraskan.
Seperti halnya di Lebakjabung dan Klinterejo, tampaknya umpak-umpak besar itu diletakkan di atas lantai batur yang disusun dari bata.
Candi Kedaton tampaknya berkaitan dengan bangunan batur berumpak batu yang terdapat di sebelah barat.
5. Mirip Situs Lain
Bila diurut dari barat ke timur, kelompok Candi Kedaton terdiri dari bangunan batur berumpak batu besar, bangunan-bangunan bata di bagian tengah, dan Candi Kedaton.
Kelompok ini membentuk pola dua atau tiga halaman dari barat ke timur.
Bukanlah hal yang kebetulan, bila pola ini memiliki kemiripan dengan pola persebaran bangunan di Situs Lebakjabung dan Klinterejo.
Baca Juga: Masih Diperdebatkan para Ahli, Begini Tata Kota Majapahit Menurut Maclaine Pont
Persamaannya adalah bangunan-bangunan berumpak terdapat di bagian barat, sedangkan bangunan utama ada di bagian timur.
6. Bangunan Suci
Kompleks Candi Kedaton diduga berfungsi sebagai bangunan suci.
Bahkan diduga di bangunan ini dulu juga digunakan untuk tapa kungkum. ****
Editor : Dharaka R. Perdana