RADAR TULUNGAGUNG - Bangunan peninggalan Kerajaan Majapahit di sekitar Mojokerto cukup membelalakkan mata.
Bahkan Candi Kedaton memiliki fungsi khusus bagi aktivitas kaum bangsawan Majapahit.
Tampaknya kompleks bangunan “pura” Candi Kedaton berada di lingkungan hunian kaum elit Majapahit.
Baca Juga: Di Sekitar Candi Kedaton Mojokerto Banyak Ditemukan Peninggalan Kerajaan Majapahit, Apa Saja?
Apakah bangunan perumahan ini bagian dari kompleks keraton Majapahit?
Secara keruangan, bekas kota Majapahit yang tidak dikelilingi tembok itu terdiri dari daerah bagian dalam kota (inner city), dan daerah pinggiran kota (rural-urban fringe).
Baca Juga: Bangunan Suci Peninggalan Majapahit, Berikut Fakta Candi Kedaton yang Terkenal dengan Sumur Upas
Daerah bagian dalam kota dipastikan terdapat pada lahan-lahan yang dikelilingi kanal-kanal kuna yang berpotongan tegak lurus di situs Trowulan.
Meliputi situs-situs di sekitar Kemasan, Segaran, Nglinguk, Pendapa Agung, Kedaton dan Sentonorejo.
Baca Juga: Banyak yang Tak Terdeteksi Lagi, Ini Nama-nama Pelabuhan di Sekitar Ibu Kota Majapahit di Mojokerto
Penggalian arkeologis di daerah tersebut menunjukkan adanya kelompok-kelompok permukiman elit dalam suatu kompleks bangunanbangunan yang besar dan luas.
Karakteristik permukiman ini dicirikan oleh adanya perlengkapan rumah tangga yang beragam (variabilitas bentuk dan bahan) dalam jumlah besar, memiliki kepadatan, dan banyak artefak berkualitas tinggi.
Baca Juga: Ayam Lodho Makanan Khas Tulungagung, Sudah Ada Sejak Era Majapahit!
Daerah pinggiran kota merupakan suatu zona yang memiliki karakteristik campuran kota desa yang terdapat di sekeliling daerah perkotaan.
Daerah ini berada di luar lahan yang dikelilingi oleh kanalkanal.
Persebaran situs di zona ini sampai ke dataran aluvial Brantas (Kecamatan Sumobito di Jombang) di barat laut, dan puncak kipas aluvial di tenggara (Kecamatan Jatirejo dan Kecamatan Gondang di Mojokerto).
Daerah pinggiran kota Majapahit menempati daerah pertanian yang telah mapan di Jawa Timur sebelum masa Majapahit.
Baca Juga: Jadi Penanda Masuk Ibu Kota Majapahit? Ini Kisah Tugu Sebani di Sumobito Jombang
Pada masa Mpu Sindok abad ke-10 Masehi telah dibangun sistem irigasi di daerah hulu Sungai Brangkal.
Tak mustahil, waduk-waduk kuna dan bendungan kuna banyak dijumpai di sebelah tenggara Trowulan.
Editor : Dharaka R. Perdana