RADAR TULUNGAGUNG - Luas kota Majapahit di Mojokerto cukup mencengangkan, bahkan bisa dikatakan cukup luas dan nyaris menyamai luas Kota Malang.
Diperkirakan luas kota Majapahit, yaitu 11 kilometer x 9 kilometer atau 99 kilometer persegi dengan memanjang utara selatan.
Artinya luas kotaraja Majapahit hampir setara dengan Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto yang seluas 102 kilometer persegi.
Hal ini berdasarkan jarak dan keletakan empat situs (Sedah, Lebakjabung, Klinterejo, dan Badas Tugu) yang mengikuti arah mata angin.
Baca Juga: Di Sekitar Candi Kedaton Mojokerto Banyak Ditemukan Peninggalan Kerajaan Majapahit, Apa Saja?
Penempatan pura-pura di pinggiran kota berfungsi pula sebagai tanda batas kota Majapahit.
Di bagian barat laut kota, dijumpai sisa bangunan candi dan situs-situs pemukiman di Badas, Tugu, dan Mentoro yang notabene sudah masuk wilayah Jombang.
Baca Juga: Bangunan Suci Peninggalan Majapahit, Berikut Fakta Candi Kedaton yang Terkenal dengan Sumur Upas
Sekadar diketahui, Jombang dahulu pernah menjadi satu wilayah dengan Mojokerto sebelum melepaskan diri sebagai daerah otonomi sendiri.
Diperkirakan tempat-tempat itu merupakan desa penyeberangan dan pelabuhan sungai masa Majapahit.
Baca Juga: Banyak yang Tak Terdeteksi Lagi, Ini Nama-nama Pelabuhan di Sekitar Ibu Kota Majapahit di Mojokerto
Sumber tertulis berupa naskah yang bernama Kidung Wargasari menggambarkan rute dari Wewetih sampai ke Majapahit melalui Jirah, Bletik, Kamal Pandak, dan Sagada.
Menurut Hadi Sidomulyo (2005) rute tersebut dapat diikuti dari barat ke timur melalui Kabupaten Jombang.
Ia mengidentifikasi Sagada dapat disamakan dengan Segodo(rejo) yang terdapat di Kecamatan Sumobito jaraknya sekitar satu kilometer di sebelah timur Situs Tugu Badas.
Di Desa Segodorejo ditemukan lumpang batu dan fragmen-fragmen bata kuna.
Baca Juga: Ayam Lodho Makanan Khas Tulungagung, Sudah Ada Sejak Era Majapahit!
Dikaitkan dengan hasil kajian arkeologis di Kecamatan Sumobito diperkirakan daerah di barat laut kawasan Trowulan tersebut merupakan jalan masuk ke kota Majapahit melalui jalur transportasi sungai dan darat.
Seperti itu luas kota Majapahit, semoga menambah wawasan Anda. ****
Editor : Dharaka R. Perdana