RADAR TULUNGAGUNG - Prasasti Waringin Pitu atau Prasasti Surodakan ternyata juga mengajarkan kesetaraan peran atau emansipasi wanita.
Hal ini tentu jauh dari masa saat RA Kartini mengajarkan emansipasi wanita, karena Prasasti Waringin Pitu diterbitkan pada masa Majapahit.
Baca Juga: Bukan di Tulungagung, Prasasti Waringin Pitu Justru Ditemukan di Trenggalek, Ini Nama Lainnya
Prasasti Waringin Pitu menyebut 14 negara bagian yang 9 di antaranya dipimpin para wanita.
Karena itulah mengapa Dennis Lombard di buku Nusa Jawa memasukkannya ke dalam sub bab “Peran Wanita” di zaman feodalisme kerajaan.
Empat belas daerah (provinsi atau vasal)—yang dalam sumber berita De Indische courant disebut “nama-nama kerajaan”—itu adalah: Daha, Jagaraga, Kahuripan, Tanjungpura, Pajang, Kembang Jenar, Wengker, Kabalan, Tumapel (Janggala), Singapura, Matahun, Wirabumi, Keling, dan Kalinggapura.
Hasan Djafar juga pernah mengidentifikasi letak ke-14 daerah (vasal) tersebut dalam bukunya, Masa Akhir Majapahit: Girindrawarddhana dan Masalahnya.
Baca Juga: Prasasti Lawadan Tulungagung Berhubungan Erat dengan Prasasti Kamulan Trenggalek, Benarkah Demikian?
Berikut lokasi 14 negara bagian Majapahit dikutip dari arkeologi.wordpress.com
1. Kahuripan (Janggala): di bawah pemerintahan Rajasawardhana Dyah Wijayakumara.
Baca Juga: Alasan Pemberian Sima pada Lawadan Masih Misteri, Benarkah Berhubungan dengan Perpolitikan Kadiri?
2. Daha (Kadiri): di bawah pemerintahan Jayawardhani Dyah Iswara.
3. Wengker (Ponorogo): di bawah pemerintahan Girisawardhana Dyah Suryawikrama.
4. Tumapel (Singhasari): di bawah pemerintahan Singawikramawardhana Dyah Suraprabawa.
5. Wirabhumi (Blambangan): di bawah pemerintahan Wijayaparekraman Dyah Samarawijaya. Namun ada informasi lain jika juga ada penguasa lain bernama Rajasawardhana Indudewi Dyah Pureswari.
Baca Juga: Ekologi Tulungagung adalah Rawa, Prasasti Lawadan Menulis Begini
6. Jagaraga (Ngawi): di bawah pemerintahan Wijayaindudewi Dyah Wijayaduhita.
7. Keling (Timur Kadiri): di bawah pemerintahan Girindrawardhana Dyah Wijayakarana.
Baca Juga: Berikut Sederet Fakta Prasasti Lawadan, Tonggak Hari Jadi Tulungagung
8. Singapura: di bawah pemerintahan Rajasawardhanadewi Dyah Sripura.
9. Kalinggapura: di bawah pemerintahan Kamalawarnadewi Dyah Sudayitra.
Baca Juga: Bata Kuno di Lokasi Awal Prasasti Lawadan Musnah, Ujungnya Justru Dibuat Urukan Jalan di Tulungagung
10. Kembang Jenar: di bawah pemerintahan Rajanandeswari Dyah Sudarmini.
11. Kabalan: di bawah pemerintahan Mahamahisi Dyah Sawitri.
Baca Juga: Terungkap, Desa di Tulungagung Selatan Ini yang Menjadi Asal Prasasti Lawadan
12. Pajang (dekat Solo): di bawah pemerintahan Dyah Sura Iswari.
13. Tanjungpura: di bawah pemerintahan Mangalawardhani Dyah Suragharini.
14. Matahun: di bawah pemerintahan Rajasawardhana Bhre Matahun.
Dengan demikian peran perempuan dalam kepemimpinan masa kerajaan Hindu tak boleh dikesampingkan.
Editor : Dharaka R. Perdana