RADAR TULUNGAGUNG - Prasasti Waringin Pitu tidak hanya dianggap sebagai tonggak berdirinya Perdikan Waringin Pitu di era Majapahit.
Prasasti Waringin Pitu merupakan prasasti penting yang merekam situasi masa akhir Majapahit.
Bahkan dari prasasti ini kita mendapatkan keterangan mengenai keadaan politik dan susunan pemerintahan Kerajaan Majapahit di masa Widjajaparakramawardana.
Diketahui bahwa di bawah Raja Majapahit terdapat 14 orang raja vasal (sejumlah penguasa/raja daerah).
Baca Juga: Bukan di Tulungagung, Prasasti Waringin Pitu Justru Ditemukan di Trenggalek, Ini Nama Lainnya
Mereka masing-masing memerintah di sebuah wilayah atau negara-daerah “yang mandiri”.
Di samping itu, bisa mengetahui adanya sejumlah pejabat tinggi kerajaan yang disebut Rakryan Katrini.
Mereka terdiri dari Rakryan Mahamantri i Hino, Rakryan Mahamantri i Sirikan, dan Rakryan Mahamantri i Halu.
Ketiga jabatan ini sudah dikenal sejak zaman pemerintahan Mataram Kuna dan berada di bawah koordinasi langsung raja.
Ketiga jabatan ini merupakan tritunggal dan nama jabatan ini terus dipakai oleh kerajaan-kerajaan berikutnya pada zaman Singasari-Majapahit.
Ada juga Rakryan ri Pakirakiran yang terdiri dari Rakryan Rangga, Rakryan Kanuruhan, Rakryan Demug, Rakryan Tumenggung dan Rakryan Mapatih.
Dan juga dua agama berbeda (Hindu dan Buddha) bisa rukun berdampingan di masa itu, hingga tingkat pusat.
Yakni Dharmadhyaksa ri Kasyaiwan dan Dharmadhyaksa ri Kasogatan.
Baca Juga: Berikut 5 Alat Musik Tradisional Era Majapahit yang Belum Kamu Ketahui!
Begitulah beberapa jabatan di Kerajaan Majapahit seperti yang tercantum di Prasasti Waringin Pitu.
Editor : Dharaka R. Perdana