RADAR TRENGGALEK - Makam Gunung Cilik di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Trenggalek sering menjadi jujukan para peziarah.
Apalagi di area ini menjadi peristirahatan terakhir tokoh pemerintahan dari Trenggalek dan sekitarnya, serta berpengaruh pada sejarah Desa Kamulan.
Baca Juga: Lestarikan Budaya, Desa Kamulan Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek
Juru kunci desa, Miftakhurroman mengatakan, di gunung cilik terdapat makam tokoh pemerintahan dari wilayah Trenggalek dan sekitarnya.
Menurut dia, makam ini diyakini sebagai tempat peristirahatan para Kanjeng Jimat, Bupati Tulungagung, Kanjeng Pangeran Adipati Arya (KPAA) Sosrodiningrat, dan Bupati Ponorogo Kanjeng Raden Tumenggung Adipati Arya (KRTAA) Sosroprawiro.
Baca Juga: 130 Tahun Desa Demuk, Kirab Pusaka dan Ziarah ke Astana Pura Laya, Resmikan Bende Kyai Tunggul Naga
Serta Bupati Surabaya, Gresik, Sidoarjo, yaitu Kanjeng Raden Adipati (KRA) Musono Sosrodiningrat.
"Kanjeng Jimat sendiri diartikan sebagai gelar seseorang pemeluk Islam yang pernah menduduki posisi pemerintahan," terangnya.
Baca Juga: Menilik Sejarah Peradaban Islam di Tulungagung, Makam Kyai Bedalem
Selain para tokoh pemerintahan, gunung cilik sebagai tempat peristirahatan Kyai Achmad Yunus, penyebar agama Islam dan sekaligus pendiri Pondok Pesantren Hidayatut Thulab atau yang dikenal dengan pondok tengah di Kamulan.
Hal tersebut menjadi salah satu faktor berkembangnya pondok pesantren di Desa Kamulan.
Baca Juga: Mengenal Wisata Religi, Sejarah Sunan Kuning di Kabupaten Tulungagung
"Masifnya pondok pesantren di Kamulan, salah satunya dipengaruhi oleh keturunan atau penyebaran Islam melalui pernikahan," tuturnya.
Sebagai lokasi pemakaman bagi berbagai tokoh agama dan pemerintahan, Makam Gunung Cilik memiliki nama lengkap Makam Kanjengan Girilaya Kamulyan.
Keberadaan situs tersebut tidak hanya menjadi saksi sejarah perkembangan pemerintahan di Trenggalek dan penyebaran Islam, tetapi juga menjadi tempat yang memiliki makna spiritual bagi masyarakat yang masih setia berziarah hingga saat ini.
Sebagai bagian dari warisan budaya, Makam Kanjengan Girilaya Kamulyan terus dijaga dan dilestarikan.
Baca Juga: Hamengeti Hadeging Perdikan Tawangsari Ke-276, Pembawa Pesan Sejarah Panjang Tulungagung Bermula
Masyarakat serta pihak terkait diharapkan dapat terus merawat situs bersejarah ini agar tetap lestari dan dapat menjadi sumber pengetahuan bagi generasi mendatang.
"Kami akan terus merawat dan memperbaiki sarana dan prasarana yang ada di gunung cilik. Sebab, tempat ini menjadi tempat spiritual dan menjadi tempat berziarah," tandasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana