Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Diperingati Setiap 21 April, Begini Sosok RA Kartini Sang Pahlawan Emansipasi Wanita

Dharaka R. Perdana • Rabu, 9 April 2025 | 21:55 WIB

Foto RA Kartini (INFOBIOGRAFI.COM)
Foto RA Kartini (INFOBIOGRAFI.COM)

RADAR TULUNGAGUNG - Setiap April ada satu momen yang selalu diperingati bangsa Indonesia, yakni Hari Kartini pada 21 April mendatang.

Pemilihan 21 April tidak lepas dari tanggal lahir Raden Ajeng Kartini atau RA Kartini pada 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah.

Baca Juga: PMI Wanita Trenggalek Makin Banyak, Negara Ini yang Paling Diminati

Ini merupakan bentuk penghargaan bangsa Indonesia terhadap perjuangan RA Kartini dalam emansipasi wanita.

RA Kartini dikenal luas sebagai pejuang hak-hak perempuan, terutama dalam bidang pendidikan dan kesetaraan gender, khususnya pada masa kolonial Hindia Belanda.

Baca Juga: Prasasti Waringin Pitu Ajarkan Emansipasi Wanita, Buktinya Ada Raja Wanita di 9 Negara Bagian Majapahit, Ini Rinciannya

Untuk diketahui RA Kartini memiliki latar belakang dari keluarga kalangan ningrat atau bangsawan Jawa.

Ayah RA Kartini bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, adalah seorang Bupati Jepara.

Baca Juga: Sekitar 80 hingga 90 Persen Wanita Alami Gejala PMS Jelang Menstruasi, Apa Penyebabnya?

Sebagai putri bangsawan, RA Kartini sempat mengenyam pendidikan di ELS (Europese Lagere School) hingga usia 12 tahun.

ELS sendiri merupakan sebuah sekolah dasar untuk anak-anak Eropa dan priyayi.

Baca Juga: Ribuan Wanita di Tulungagung Pilih Menjanda, Bukan Hanya Masalah Ekonomi Saja

Di sanalah ia mulai menguasai bahasa Belanda, yang kelak menjadi alat penting baginya dalam menyalurkan pemikiran dan gagasannya.

Terlahir sebagai bangsawan Jawa pun mengharuskan RA Kartini menjalani tradisi pingitan saat memasuki usia remaja.

Meskipun demikian, semangat belajarnya tidak padam. Ia membaca banyak buku, surat kabar, dan majalah berbahasa Belanda, serta menjalin korespondensi dengan sahabat-sahabatnya di Belanda.

Dari sanalah, wawasan Kartini tentang kesetaraan, pendidikan, dan hak-hak perempuan mulai berkembang. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#kartini #RA Kartini #emansipasi wanita #21 April #kesetaraan gender #hari kartini