RADAR TULUNGAGUNG - Setiap April ada satu momen yang selalu diperingati bangsa Indonesia, yakni Hari Kartini pada 21 April mendatang.
Pemilihan 21 April tidak lepas dari tanggal lahir Raden Ajeng Kartini atau RA Kartini pada 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah.
Baca Juga: PMI Wanita Trenggalek Makin Banyak, Negara Ini yang Paling Diminati
Ini merupakan bentuk penghargaan bangsa Indonesia terhadap perjuangan RA Kartini dalam emansipasi wanita.
RA Kartini dikenal luas sebagai pejuang hak-hak perempuan, terutama dalam bidang pendidikan dan kesetaraan gender, khususnya pada masa kolonial Hindia Belanda.
Untuk diketahui RA Kartini memiliki latar belakang dari keluarga kalangan ningrat atau bangsawan Jawa.
Ayah RA Kartini bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, adalah seorang Bupati Jepara.
Baca Juga: Sekitar 80 hingga 90 Persen Wanita Alami Gejala PMS Jelang Menstruasi, Apa Penyebabnya?
Sebagai putri bangsawan, RA Kartini sempat mengenyam pendidikan di ELS (Europese Lagere School) hingga usia 12 tahun.
ELS sendiri merupakan sebuah sekolah dasar untuk anak-anak Eropa dan priyayi.
Baca Juga: Ribuan Wanita di Tulungagung Pilih Menjanda, Bukan Hanya Masalah Ekonomi Saja
Di sanalah ia mulai menguasai bahasa Belanda, yang kelak menjadi alat penting baginya dalam menyalurkan pemikiran dan gagasannya.
Terlahir sebagai bangsawan Jawa pun mengharuskan RA Kartini menjalani tradisi pingitan saat memasuki usia remaja.
Meskipun demikian, semangat belajarnya tidak padam. Ia membaca banyak buku, surat kabar, dan majalah berbahasa Belanda, serta menjalin korespondensi dengan sahabat-sahabatnya di Belanda.
Dari sanalah, wawasan Kartini tentang kesetaraan, pendidikan, dan hak-hak perempuan mulai berkembang. ****
Editor : Dharaka R. Perdana