Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Terungkap Nama Lain Prasasti Kamulan Trenggalek, Benarkah Diambil dari Topografi Sekitarnya?

Dharaka R. Perdana • Jumat, 25 April 2025 | 17:55 WIB

Proses pemindahan Prasasti Kamulan ke Pendapa Manggala Praja Nugraha Trenggalek pada 2021 lalu. (DOK RADAR TULUNGAGUNG)
Proses pemindahan Prasasti Kamulan ke Pendapa Manggala Praja Nugraha Trenggalek pada 2021 lalu. (DOK RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Siapa yang tidak mengetahui Prasasti Kamulan yang menjadi tonggak awal Trenggalek?

Ya, Prasasti Kamulan yang konon ditemukan di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Trenggalek ini konon memiliki nama lain yang jarang diketahui banyak orang.

Kompleks Pendapa Manggala Praja Nugraha Trenggalek bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga menjadi saksi bisu sejarah panjang peradaban masa lampau di wilayah ini.

Baca Juga: Desa di Tugu Trenggalek Ini Pernah Menyimpan Prasasti Era Majapahit, Benarkah Berisi Tentang Pengadilan?

Di dalam area Pendapa Manggala Praja Nugraha Trenggalek, pengunjung dapat menjumpai sejumlah benda cagar budaya dan peninggalan purbakala yang dipamerkan di dua pendapa kecil. 

Salah satu yang ditempatkan di pusat pemerintahan Kabupaten Trenggalek ini adalah Prasasti Kamulan.

Dikutip dari jurnal Survei Prasasti Zaman Hindu - Budha di Jawa Timur yang dirilis BRIN, diketahui Prasasti Kamulan memiliki nama lain Prasasti Sunghai.

Baca Juga: Warisan Kerajaan Mataram Kuno? Ini Nama Jabatan di Majapahit Sesuai Prasasti Waringin Pitu

Prasasti ini berasal dari tahun 1116 Śaka atau 31 Agustus 1194 Masehi. Ditulis dalam aksara Kawi dan menggunakan bahasa Jawa Kuno.

Prasasti Kamulan ini terbuat dari batu andesit berbentuk stela dengan dimensi tinggi 186 cm, lebar 93 cm, dan tebal 34 cm.

Prasasti Kamulan yang diterbitkan Raja Srngga ini cukup lama menjadi koleksi Museum Daerah Tulungagung. Sebelum dipindahkan ke Trenggalek pada 2021 silam.

Baca Juga: Prasasti Waringin Pitu Ajarkan Emansipasi Wanita, Buktinya Ada Raja Wanita di 9 Negara Bagian Majapahit, Ini Rinciannya

Permukaan batu ini, yang umum dikenal dengan Prasasti Kamulan, mengalami pengelupasan dan berlubang di beberapa bagian, tetapi teks masih dapat diamati pada keempat bidang penulisan.

Pada bagian sisi depan atas dijumpai pahatan lambang aśr̥ ṅgalāñchana. Verbeek (1891) mencatat Prasasti Kamulan berasal dari Kamulan, district Pakis, afdeeling Trenggalek.

Batu tampaknya berpindah tempat karena di laporan selanjutnya dicatat berada di pemakaman Bayung, wilayah Dobangsan, Trenggalek (ROD 1915).

Tidak diketahui kapan dan bagaimana, tapi kemudian berpindah tempat lagi karena Nakada (1982) mencatat batu yang bersangkutan berada di Tulungagung.

Setelah lama disimpan di sana, batu akhirnya dipindahkan dari Museum Daerah Tulungagung ke Penpa Manggala Praja Nugraha Trenggalek pada 18 Desember 2021.

Brandes melakukan pembacaan sementara sehingga diketahui bahwa prasasti tersebut dikeluarkan pada 1116 Śaka oleh śrī sarveśvara trivikramāvatārānindita śr̥ ṅgalāñchanadigvijayottuṅgadevanāma atau juga dikenal dengan Raja Kertajaya.

Damais menamakan prasasti yang bersangkutan “Kemulan”, sesuai dengan tempat asal, karena nama sīma belum berhasil ditemukan.

Pada baris Cd22, tim membaca vargga haji suṅhai.Kata-kata yang sama juga muncul pada Ab5, Cd1, dan Cd28.

Berdasarkan hal tersebut, tim penelitian mengajukan agar prasasti ini selanjutnya dinamai Sunghai.

Sampai sekarang, pembacaan Prasasti Sunghai masih mengandalkan publikasi dari Brandes yang terbit lebih dari 100 tahun yang lalu tanpa disertai terjemahan.

Editor : Dharaka R. Perdana
#prasasti sunghai #pendapa manggala praja nugraha #trenggalek #prasasti kamulan