Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Stasiun Papar di Kabupaten Kediri Punya Sejarah Unik Jalur Kereta Api, Seperti Apa Kisahnya?

Dharaka R. Perdana • Senin, 28 April 2025 | 18:25 WIB

Stasiun Papar masih aktif melayani penumpang kereta api di Kabupaten Kediri. (KEKUKANAAN.BLOGSPOT.COM)
Stasiun Papar masih aktif melayani penumpang kereta api di Kabupaten Kediri. (KEKUKANAAN.BLOGSPOT.COM)

RADAR TULUNGAGUNG - Salah satu stasiun kereta api di wilayah Kediri Raya ini memiliki peranan historis yang unik. Yakni Stasiun Papar di Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri.

Selain melayani penumpang dan angkutan barang untuk Kediri Raya, Stasiun Papar tercatat pernah berfungsi sebagai penyambung jalur rel dari Stasiun Pare, yang kini dikenal sebagai jalur mati. Seperti apa ceritanya?

Pada masa kolonial Belanda, jaringan kereta api di Kediri Raya sangat berkembang, termasuk jalur cabang yang menghubungkan Stasiun Pare dengan jalur utama di Stasiun Papar.

Baca Juga: Nyaris Tak Bersisa, Berikut Kisah Stasiun Pare yang Menjadi Pusat Kediri Stoomtram Matschappij

Jalur ini dibangun untuk mempermudah pengangkutan hasil bumi dari Pare dan sekitarnya menuju pelabuhan melalui jalur kereta api besar.

Bangunan Stasiun Papar ini merupakan bangunan peninggalan kolonial Belanda.

Diperkirakan pembangunan stasiun ini bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api dari Sembung - Kertosono - Kediri sepanjang 36 kilometer.

Baca Juga: Bekas Bangunannya Masih Ada, Ini Sekelumit Kisah Stasiun Gurah Kediri

Proyek ini dikerjakan oleh perusahaan kereta api milik pemerintah di Hindia Belanda, Staatsspoorwegen, pada 1881 dan bagian dari proyek Oosterlijnen (lintas timur).

Stasiun Papar saat ini memiliki 2 jalur dengan jalur 1 sebagai sepur lurus arah utara menuju Stasiun Purwoasri dan arah selatan menuju Stasiun Minggiran.

Jalur 2 digunakan sebagai jalur persilangan atau persusulan dengan kereta yang lain yang akan melintas stasiun ini.

Baca Juga: Dipreteli Jepang, Percabangan Jalur Pelem- Papar di Kediri Lenyap Tak Berbekas

Sebelumnya, stasiun ini mempunyai 4 jalur, karena dulu dari stasiun ini terdapat percabangan jalur ke Pelem.

Jalur tersebut merupakan jalur rel yang dibangun oleh Kediri Stoomtram Maatschappij (KSM) pada tahun 1898 sepanjang 14 kilometer.

KSM adalah perusahaan kereta api swasta di Hindia Belanda yang konsesi pada tahun 1881, 1895 dan 1898 untuk konstruksi stasiun dan jalur yang ada di sekitar Kabupaten Kediri.

Setahun sebelum adanya jalur Pelem-Papar, sudah ada lebih dahulu jalur trem Jombang - Pulorejo - Pare - Pelem - Gurah - Pesantren - Kediri sepanjang 50 kilometer.

Dari jalur ini, KSM juga membangun percabangan ke sejumlah daerah lainnya.

Baca Juga: Banyak yang Tinggal Cerita, Dulu Jalur Kereta Api Pare - Kediri Langganan Pabrik Gula

Jalur trem Pesantren - Wates sepanjang 14 kilometer (1897), jalur trem Pare - Semanding - Kepung sepanjang 12 kilometer (1898), dan jalur trem Semanding - Kencong - Konto sepanjang 9 kilometer (1899).

Kemudian jalur trem Pulorejo - Ngoro - Kandangan - Konto sepanjang 13 Kilometer (1898-1899), jalur trem Gurah - Jengkol - Brenggolo - Kawarasan sepanjang 9 kilometer (1899), dan jalur trem Brenggolo - Plosoklaten sepanjang 1 kilometer (1900).

Jadi, pada waktu itu Stasiun Papar ini cukup tergolong stasiun yang ramai. Karena selain ada jalur oosterlijnen, juga terdapat jalur trem.

Baca Juga: Dulu Jalur Kereta Api Kediri dan Jombang Berjaya, Kebijakan Pemerintah Bikin Tinggal Cerita

Masyarakat yang ada di Papar kala itu bisa bepergian dengan kereta api maupun trem.

Jalur ini dulunya sangat aktif mengangkut komoditas seperti gula dan hasil pertanian lainnya, mendukung kegiatan ekonomi daerah Kediri.

Seiring berkembangnya moda transportasi darat lainnya seperti truk dan jalan raya, jalur kereta dari Stasiun Pare menuju Stasiun Papar mengalami penurunan volume.

Baca Juga: Setiap Hari Operasionalkan 76 Kereta, Segini Modal Kediri Stoomtram Maatschappij Bangun Jalur Kediri - Pare - Jombang

Pada akhirnya, jalur ini dinonaktifkan dan disebut sebagai “jalur mati”. Beberapa bekas rel dan tiang listrik bahkan masih bisa ditemukan di beberapa tempat, meski banyak pula yang sudah hilang tertelan pembangunan kota.

Walaupun jalur Pare - Papar sudah tidak beroperasi, Stasiun Papar tetap hidup hingga saat ini.

Stasiun ini memiliki dua jalur aktif, dengan satu jalur utama untuk perjalanan langsung dan satu jalur untuk penyusulan.

Bangunan stasiun mempertahankan nuansa klasik kolonial, dengan arsitektur sederhana namun fungsional.

Kini, di Stasiun Papar masih terlihat ada aktivitas menaikkan maupun menurunkan pendumpang.

Kendati hanya ada satu kereta api yang berhenti di stasiun ini, yaitu KA Dhoho tujuan Blitar dan tujuan Kertosono.

Stasiun ini masih beruntung ketimbang stasiun lainnya yang sekelasnya yang cuma digunakan untuk persilangan atau persusulan saja. ****

 

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#kabupaten kediri #kediri raya #stasiun #kereta api #jalur pare papar #stasiun papar