RADAR TULUNGAGUNG - Area sekitar Candi Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung diperkirakan masih menyimpan potensi benda diduga cagar budaya.
Apalagi beberapa hari yang lalu, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Tulungagung menemukan lumpang batu di sebuah lahan calon perumahan. Benda yang terbuat dari batu andesit itu diduga cagar budaya.
Informasi yang dihimpun Radar Tulungagung, awalnya TACB Tulungagung mendapatkan informasi mengenai penemuan lumpang batu di sekitar Candi Mirigambar.
Lahan yang dimaksud adalah area yang sudah dibeli seorang pengembang untuk dibuat perumahan.
Namun saat alat berat meratakan area tersebut, ada temuan lumpang batu yang cukup berat itu. Selain itu juga ada pecahan bata berukuran besar.
Kabid Kebudayaan Disbudpar Tulungagung Dewi Cahyaningtyas saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurut dia, pihaknya juga sudah mendapat laporan adanya temuan tersebut.
Baca Juga: Renovasi Candi Penampihan Tulungagung Belum Terealisasi, Berikut Alasannya!
"Kami sudah mendapat kabar tersebut dari TACB Tulungagung," katanya melalui sambungan telepon, Senin (28/4/2025).
Menurut dia, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah lumpang batu tersebut benda cagar budaya atau bukan.
Mengingat perlu kajian lebih mendalam dan melibatkan para ahli dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur.
"Kami pun tidak berani untuk memindahkan, sehingga tetap berada di tempat semula ditemukan," tambahnya.
Wanita berkerudung ini melanjutkan, sebenarnya sebelum ada temuan ini, juga pernah ditemukan benda diduga benda cagar budaya lainnya.
Untuk keamanan, saat ini sudah ditempatkan di area halaman Candi Mirigambar. "Kami akan segera berkoordinasi dengan BPK XI Jawa Timur. Hal ini tentu butuh waktu dan kami tidak bisa memperkirakan kapan melakukan penelitian di sini," ujarnya.
Dikutip dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, Candi Mirigambar oleh para arkeolog sering dihubungkan dengan prasasti lempeng tembaga yang pernah ditemukan di Desa Mirigambar.
Baca Juga: Status Pusat Keagamaan Perbukitan Walikukun Tulungagung Makin Tegas, Candi Ini Jadi Bukti
Prasasti itu menyebut tentang adanya tempat suci “Satyapura” dan nama Raja Wikramawardhana yang berkuasa di Kerajaan Majapahit pada tahun 1389 M – 1429 M.
Beberapa catatan peneliti Belanda juga bercerita tentang candi ini, pada tahun 1908, Knebel mencatat candi ini dengan nama Candi Gambar.
Knebel menyebut kondisi candi sebagai runtuhan yang memiliki batur (soubassement) setinggi 1,26 m dengan trap tangga dan pintu masuk di sisi barat, memiliki panel-panel relief yang di antaranya berupa relief raksasa dalam posisi jigang dan pada pilasternya terdapat relief kepala garuda.
Knebel juga mengutip keterangan seorang dalang bahwa relief di candi ini merupakan relief cerita Angling-darma. ****
Editor : Dharaka R. Perdana