Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Terselip di Antara Hiruk Pikuk Kota Blitar, Berikut Sekelumit Kisah Halte Gebang

Dharaka R. Perdana • Rabu, 30 April 2025 | 01:25 WIB

Sebuah rangkaian kereta melintasi Halte Gebang di Kota Blitar. (FACEBOOK ARIES JOG)
Sebuah rangkaian kereta melintasi Halte Gebang di Kota Blitar. (FACEBOOK ARIES JOG)

RADAR TULUNGAGUNG - Sejarah transportasi kereta api di Blitar Raya tak hanya berbicara tentang Stasiun Bendo yang sudah lenyap.

Wilayah Blitar Raya khususnya Kota Blitar masih menyimpan satu jejak sejarah kereta api.

Baca Juga: Kenalkan 6 Stasiun Kereta Api di Wilayah Blitar Raya, Mana yang Kamu Tahu?

Lokasi bangunan yang dimaksud di Jalan Ahmad Yani, Sananwetan, Kota Blitar dan tidak jauh dari rumah masa kecil Bung Karno.

Ya, bangunan yang dimaksud adalah Halte Gebang atau awalnya dikenal sebagai Perhentian Gelang.

Baca Juga: Desain Boleh Sederhana, Stasiun Susuhan dan Stasiun Minggiran Punya Sejarah Kereta Api Menarik di Kediri Raya

Berdiri sejak era Hindia Belanda,  halte ini ditopang bangunan kayu sederhana dan kanopi sebagai pelindung ruang tunggu.

Halte ini berfungsi untuk melayani penumpang kereta lokal yang menghubungkan Blitar dengan kota-kota sekitarnya.

Baca Juga: Stasiun Papar di Kabupaten Kediri Punya Sejarah Unik Jalur Kereta Api, Seperti Apa Kisahnya?

Lokasi Halte Gebang sangat strategis. Hanya sekitar 400 meter dari Istana Gebang — rumah masa kecil Bung Karno, Presiden pertama Republik Indonesia.

Dekatnya halte ini dengan area pendidikan seperti SMA Negeri 1 Blitar juga menjadikannya pusat mobilitas masyarakat di masa lalu.

Baca Juga: Inilah Pemegang Status Stasiun Kereta Api Paling Utara di Wilayah Kediri Raya, Bisa Menebak?

Namun, memasuki dekade 1980-an, Halte Gebang resmi dinonaktifkan. Menurunnya jumlah pengguna jasa kereta api lokal dan perubahan pola transportasi menjadi alasan utama penutupan tersebut.

Seiring waktu, bangunan asli halte sempat berubah fungsi menjadi rumah tinggal warga, pangkalan ojek, hingga warung kecil.

Meski demikian, beberapa sisa peninggalan, seperti papan nama dan kursi tua, masih bertahan sebagai saksi sejarah.

Meski tidak lagi berfungsi, nama Halte Gebang tetap hidup dalam memori masyarakat Kota Blitar.

Warisan ini mengingatkan kita bahwa transportasi rel pernah menjadi urat nadi utama pergerakan manusia dan ekonomi di masa lampau. ****

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#bung karno #halte gebang #blitar raya #Istana Gebang #kereta api #Kota Blitar