Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Stasiun Kediri Tak Hanya Melayani Penumpang di Era Kolonial, Ternyata Langganan Pabrik Gula Berikut

Dharaka R. Perdana • Rabu, 30 April 2025 | 06:52 WIB

Tampak monumen lokomotif di depan Stasiun Kediri. (INFO KEDIRI RAYA)
Tampak monumen lokomotif di depan Stasiun Kediri. (INFO KEDIRI RAYA)

RADAR TULUNGAGUNG - Berbicara stasiun kereta api utama di antara 7 stasiun aktif di Kediri Raya, tentu Stasiun Kediri (KI) jawabannya.

Stasiun Kediri adalah stasiun kereta api kelas besar tipe C yang berlokasi di Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Kota, Kota Kediri.

Stasiun Kediri menjadi salah satu simpul transportasi penting di selatan Jawa Timur, dengan sejarah panjang sejak era kolonial Belanda.

Baca Juga: Desain Boleh Sederhana, Stasiun Susuhan dan Stasiun Minggiran Punya Sejarah Kereta Api Menarik di Kediri Raya

Pembangunan Stasiun Kediri dimulai pada akhir abad ke-19, saat pemerintah kolonial Belanda melalui perusahaan kereta api negara Staatsspoorwegen (SS) memperluas jaringan kereta api di Jawa.

Jalur Kertosono–Kediri diresmikan pada tahun 1881, dan Kediri segera berkembang menjadi pusat ekonomi serta distribusi hasil bumi seperti gula, tembakau, kopi, dan beras.

Stasiun Kediri dirancang dengan gaya arsitektur kolonial klasik, menggabungkan fungsi praktis dan estetika Eropa.

Baca Juga: Dilengkapi Sinyal Modern, Masyarakat Kediri Raya Tak Bisa Naik Kereta Api dari 2 Stasiun Ini, Kenapa?

Bangunan aslinya memiliki ciri khas atap tinggi, ventilasi besar, dan ornamen sederhana yang menonjolkan kekuatan struktur sekaligus keanggunan.

Pada masa kolonial, Stasiun Kediri berfungsi sebagai pusat pengiriman hasil pertanian dari Kediri dan sekitarnya ke pelabuhan besar di Surabaya.

Tidak hanya melayani kereta penumpang, stasiun ini juga ramai oleh aktivitas kereta barang, terutama dalam pengangkutan gula dari pabrik-pabrik di Kediri, seperti Pabrik Gula Meritjan dan Pabrik Gula Pesantren Baru.

Baca Juga: Stasiun Papar di Kabupaten Kediri Punya Sejarah Unik Jalur Kereta Api, Seperti Apa Kisahnya?

Jalur kereta api saat itu menjadi urat nadi utama penggerak ekonomi Kediri, membuat stasiun ini ramai hampir sepanjang hari.

Setelah kemerdekaan Indonesia, pengelolaan kereta api nasional diambil alih oleh Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (sekarang PT Kereta Api Indonesia).

Stasiun Kediri tetap menjadi pusat transportasi penting, baik untuk penumpang maupun pengangkutan barang.

Seiring perkembangan zaman, Stasiun Kediri mengalami beberapa kali renovasi untuk meningkatkan pelayanan:

Baca Juga: Inilah Pemegang Status Stasiun Kereta Api Paling Utara di Wilayah Kediri Raya, Bisa Menebak?

Perubahan sistem sinyal dari mekanik ke sinyal elektrik.

Renovasi bangunan, namun tetap mempertahankan sebagian besar struktur lama sebagai warisan sejarah.

Peningkatan layanan dengan penambahan jalur baru dan fasilitas modern seperti boarding gate berbasis elektronik.

Baca Juga: Stasiun Kereta Api Ini Berstatus Paling Selatan di Kediri Raya, Tapi Tetap Layani Masyarakat, Ada yang Tahu?

Hingga kini, Stasiun Kediri melayani berbagai perjalanan kereta api, mulai dari kereta lokal hingga jarak jauh, seperti:

KA Gajayana (Malang–Gambir)

KA Brantas (Blitar–Pasar Senen)

KA Kahuripan (Blitar–Kiaracondong)

KA Dhoho dan KA Penataran (Commuter Line ke Surabaya dan Malang)

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#stasiun kediri #kediri raya #kereta api #Kota Kediri