RADAR TULUNGAGUNG – Wilayah Blitar Raya atau Kota dan Kabupaten Blitar memiliki jumlah stasiun kereta api yang cukup banyak.
Semua stasiun kereta api di Blitar Raya pun masih melayani para penumpang setianya. Meskipun ada yang sudah tak berfungsi seperti Halte Gebang dan Stasiun Bendo.
Baca Juga: Terselip di Antara Hiruk Pikuk Kota Blitar, Berikut Sekelumit Kisah Halte Gebang
Namun tahukah kamu jika sebenarnya wilayah Blitar Raya masih menyimpan kisah sebuah stasiun kereta api.
Lokasi stasiun ini berada di Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar artinya antara Stasiun Kesamben dan Stasiun Pohgajih.
Baca Juga: Stasiun Bendo Saksi Sejarah Transportasi Masal di Blitar Tinggal Cerita, Begini Kisahnya
Ya, stasiun yang dimaksud adalah Stasiun Plampangan atau tepatnya Halte Plampangan, dengan kode stasiun PAG dan berada pada ketinggian +190 meter di atas permukaan laut.
Termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya, posisi Stasiun Plampangan berada di kilometer 91+868 pada lintas Bangil–Blitar–Kertosono.
Baca Juga: Kenalkan 6 Stasiun Kereta Api di Wilayah Blitar Raya, Mana yang Kamu Tahu?
Dibangun pada era kolonial Belanda, Stasiun Plampangan awalnya berfungsi sebagai titik pemberhentian bagi kereta api yang melintasi jalur Bangil–Blitar–Kertosono.
Namun, pada dekade 1980-an, stasiun ini resmi dinonaktifkan oleh PT Kereta Api Indonesia.
Alasan utama penutupan adalah karena letaknya yang kurang strategis dan jaraknya yang terlalu dekat dengan Stasiun Kesamben, sehingga dianggap tidak efisien untuk operasional kereta api.
Pasca penutupan, bangunan Stasiun Plampangan mengalami pembongkaran. Kini, bekas lokasi stasiun tersebut telah berubah menjadi semak belukar, tanpa meninggalkan jejak bangunan asli.
Meskipun demikian, masyarakat setempat masih mengenang keberadaan stasiun ini sebagai bagian dari sejarah transportasi di Blitar. ****
Editor : Dharaka R. Perdana