Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Prasasti dari Candi Mirigambar Tulungagung Ini Mengandung Kutukan Mengerikan, Berikut Ulasannya

Dharaka R. Perdana • Rabu, 7 Mei 2025 | 18:49 WIB

Prasasti Satyapura yang diduga ditemukan di sekitar Candi Mirigambar, Tulungagung. (LEIDENUNIV.NL)
Prasasti Satyapura yang diduga ditemukan di sekitar Candi Mirigambar, Tulungagung. (LEIDENUNIV.NL)

RADAR TULUNGAGUNG - Candi Mirigambar di Tulungagung, Jawa Timur, tidak hanya dikenal sebagai peninggalan arsitektur masa Majapahit, tetapi juga menjadi lokasi ditemukannya salah satu prasasti penting bernama Prasasti Satyapura.

Prasasti Satyapurayang ditulis pada lempengan tembaga ini menyimpan kisah kelam sejarah dan kutukan yang hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya.

Penemuan Prasasti Satyapura di sekitar Candi Mirigambar memunculkan dua pendapat di kalangan ahli sejarah.

Baca Juga: Warga Desa Mirigambar Tulungagung Bisa Celaka Jika Pentaskan Lakon Angling Dharma, Benarkah Demikian?

Pendapat pertama menyatakan bahwa prasasti tersebut berasal dari tempat lain dan dipindahkan ke kawasan candi.

Pendapat kedua meyakini bahwa sejak awal penulisannya, prasasti ini memang dibuat dan diletakkan di kawasan Candi Mirigambar.

Kedua teori tersebut hingga kini masih menjadi perdebatan, namun tidak mengurangi nilai historis dan simbolik dari keberadaan prasasti ini yang erat kaitannya dengan dinamika politik kerajaan Majapahit.

Baca Juga: Di Lahan Dekat Candi Mirigambar Tulungagung Ditemukan Lumpang Batu, Benarkah Benda Ini Cagar Budaya?

Prasasti Satyapura terdiri dari dua bagian utama. Bagian pertama berisi kisah tragis tentang perang saudara yang terjadi setelah masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, tepatnya saat Raja Wikramawardhana bertempur melawan Bhre Wirabhumi.

Pertempuran ini dikenal sebagai Perang Paregreg, sebuah konflik internal yang menghancurkan kekuatan Majapahit dari dalam.

Deskripsi dalam prasasti ini sangat mengerikan. Para prajurit digambarkan gugur dengan kepala pecah, usus terburai, dan tubuh tercabik.

Baca Juga: Jangan Tertukar, Sama-sama Tujuh Pohon Beringin, Ini Perbedaan Waringin Pitu dan Waringin Sapta

Dalam narasi prasasti, mereka bahkan diibaratkan seperti “telah diminum darahnya dan dimakan dagingnya”—sebuah simbol kehancuran total dan penderitaan luar biasa.

Bagian kedua dari prasasti ini memuat kutukan yang dikeluarkan oleh Raja Wikramawardhana.

Dalam kutukannya, Raja Wikramawardhana menyatakan bahwa siapa pun yang melanggar ketetapan kerajaan akan mengalami nasib buruk: dipatuk ular dan dimakan buaya di hutan, disambar petir di tanah lapang, dan hidup dalam kesukaran abadi.

Sayangnya, hingga kini belum diketahui secara pasti kepada siapa kutukan ini ditujukan, karena bagian lanjutan prasasti diduga berada di lempeng lain yang belum ditemukan.

Baca Juga: Prasasti Waringin Pitu Ajarkan Emansipasi Wanita, Buktinya Ada Raja Wanita di 9 Negara Bagian Majapahit, Ini Rinciannya

Dalam masyarakat Jawa, supata atau kutukan bukanlah hal sembarangan. Kutukan dipercaya memiliki kekuatan spiritual tinggi, apalagi jika disertai dengan laku batin atau ritual khusus.

Biasanya kutukan dilafalkan dengan tindakan simbolis, seperti menghancurkan telur atau memecahkan kepala ayam, sebagai representasi penderitaan yang diharapkan menimpa si pelanggar.

Kutukan semacam ini sering kali diabadikan dalam prasasti atau relief bangunan suci sebagai bentuk peringatan keras agar masyarakat menghormati hukum dan aturan adat.

Baca Juga: Bukan di Tulungagung, Prasasti Waringin Pitu Justru Ditemukan di Trenggalek, Ini Nama Lainnya

Hingga kini, Candi Mirigambar masih berdiri dengan sisa-sisa struktur bata merah khas arsitektur Majapahit.

Keberadaan prasasti di sekitarnya menegaskan bahwa kawasan ini pernah menjadi wilayah penting dalam struktur pemerintahan atau spiritual Majapahit.

Sayangnya, masih banyak misteri yang belum terpecahkan seputar fungsi utama candi dan prasasti ini.

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#kutukan #majapahit #tulungagung #prasasti satyapura #Wikramawardhana #candi mirigambar