Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Meriam Banteng Blorok Pernah Terlibat Tiga Pertempuran di Tulungagung, Di Mana Saja?

Dharaka R. Perdana • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 20:52 WIB

Repro foto meriam Banteng Blorok dari Buku Perjuangan Bersenjata Pelajar TRIP Jawa Timur.
Repro foto meriam Banteng Blorok dari Buku Perjuangan Bersenjata Pelajar TRIP Jawa Timur.

RADAR TULUNGAGUNG - Meriam Banteng Blorok menjadi saksi bisu perjuangan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) saat mempertahankan kemerdekaan di Tulungagung.

Dalam perjalanan panjangnya menuju Malang, meriam Banteng Blorok tidak hanya sekadar diangkut, tetapi juga digunakan dalam pertempuran melawan pasukan Belanda.

Baca Juga: Sekelumit Kisah Meriam Banteng Blorok, Pernah Dibawa Gerilya Melintasi Wilayah Tulungagung, Ini Rutenya

Bahkan, meriam Banteng Blorok ikut terlibat dalam tiga pertempuran besar yang pecah di wilayah Tulungagung.

Pertempuran pertama terjadi di Kecamatan Campurdarat. Di wilayah ini, TRIP berhadapan langsung dengan pasukan Belanda yang berusaha menghadang perjalanan meriam tersebut.

Baca Juga: Gedung Lawang Sewu Semarang, Saksi Bisu Perjalanan Sejarah dari Belanda hingga Indonesia Merdeka

Dengan strategi gerilya dan dukungan meriam, pasukan pelajar Indonesia mampu menahan serangan dan tetap melanjutkan perjalanan.

Lanjut ke pertempuran kedua di Kecamatan Rejotangan, suasana menjadi semakin tegang. Belanda yang terus memburu menyadari pentingnya artileri medan buatan Bofors Swedia ini.

Baca Juga: Sungai di Tulungagung Ini Sempat Menjadi Tempat Pembuangan Mayat Korban Penjajahan Belanda

Namun, TRIP berhasil memanfaatkan meriam Banteng Blorok untuk melawan balik, sehingga pasukan Belanda kesulitan menembus pertahanan.

Pertempuran terakhir di Tulungagung pecah di Kecamatan Ngunut. Di sinilah bentrokan paling berat terjadi.

Baca Juga: Mengenal Jembatan Plengkung Tulungagung: Ikon Klasik yang Tetap Memikat Hati dengan Nilai Sejarah Tinggi

Pasukan TRIP harus mempertahankan meriam seberat satu ton itu sekaligus mencari cara agar bisa menyeberangi Sungai Brantas.

Dengan keberanian luar biasa, mereka tidak hanya mampu menghalau Belanda, tetapi juga berhasil mengangkut meriam tersebut melewati sungai.

Bahkan, demi mempercepat perjalanan, meriam itu sempat dibawa dengan cikar atau kereta lembu.

Meski menghadapi tiga kali pertempuran, TRIP akhirnya sukses membawa meriam Banteng Blorok hingga ke tempat tujuannya, yaitu Malang.

Kisah heroik ini menjadi bukti bahwa semangat perjuangan para pelajar Indonesia di Tulungagung tidak pernah surut.

Mereka rela mempertaruhkan nyawa demi memastikan senjata berat itu tetap berada di tangan Republik, bukan direbut kembali oleh Belanda. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #gerilya #trip #banteng blorok #meriam