Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Prasasti Horren: Kontroversi Sejarah Sunda dan Jawa di Tulungagung, dari Era Majapahit atau Airlangga?

Dharaka R. Perdana • Senin, 18 Agustus 2025 | 19:27 WIB

Prasasti Horren yang ditemukan di Campurdarat, Tulungagung. (WIKIPEDIA)
Prasasti Horren yang ditemukan di Campurdarat, Tulungagung. (WIKIPEDIA)

RADAR TULUNGAGUNG - Prasasti Horren adalah salah satu peninggalan bersejarah yang menimbulkan perdebatan panjang di kalangan sejarawan.

Prasasti Horren yang berbahan tembaga ini ditemukan di Tulungagung, Jawa Timur, tepatnya di Kecamatan Campurdarat (dulu dikenal sebagai Tjampoer Darat).

Baca Juga: Prasasti dari Candi Mirigambar Tulungagung Ini Mengandung Kutukan Mengerikan, Berikut Ulasannya

Ukurannya 32,6 cm x 10,6 cm dan ditulis dalam bahasa Jawa Kuno, menyimpan kisah konflik antara Kerajaan Sunda dengan wilayah Jawa pada masa lampau.

Prasasti Horren mencatat serangan mendadak yang dilakukan oleh pasukan Sunda ke permukiman Horren, dekat Kediri. Salah satu kutipan penting berbunyi:

Baca Juga: Terungkap Nama Lain Prasasti Kamulan Trenggalek, Benarkah Diambil dari Topografi Sekitarnya?

“Ring kaharadara. Nguniweh an dadyan tumangga-tangga datang nikanang çatru Sunda,”

yang berarti:

“Tentang kerusakan yang tiba-tiba; lagi pula secara mendadak datanglah musuh (satru) Sunda.”

Baca Juga: Desa di Tugu Trenggalek Ini Pernah Menyimpan Prasasti Era Majapahit, Benarkah Berisi Tentang Pengadilan?

Dalam catatan tersebut, penduduk Horren menghadap raja dan memohon agar desanya dijadikan sima (tanah perdikan) supaya bisa diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sejarawan berbeda pendapat mengenai masa lahirnya Prasasti Horren. Ada yang memperkirakan berasal dari era Majapahit pada abad ke-14 Masehi.

Baca Juga: Warisan Kerajaan Mataram Kuno? Ini Nama Jabatan di Majapahit Sesuai Prasasti Waringin Pitu

Hal ini sesuai penelitian WF Stutterheim (1933) yang menghubungkannya dengan Perang Bubat (1357 M).

Menurut, prasasti ini bukti bahwa Sunda melakukan serangan balasan ke wilayah dekat Trowulan, ibu kota Majapahit.

Namun peneliti lain menilai gaya bahasa prasasti lebih sesuai dengan masa Kahuripan pada era Raja Airlangga pada abad ke-11 Masehi.

Baca Juga: Prasasti Waringin Pitu Ajarkan Emansipasi Wanita, Buktinya Ada Raja Wanita di 9 Negara Bagian Majapahit, Ini Rinciannya

Bila benar, maka prasasti ini adalah jejak konflik regional jauh sebelum Majapahit berdiri.

Prasasti Horren ini disimpan di Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, Prasasti Horren menjadi artefak penting dalam memahami dinamika politik dan militer Nusantara.

Meskipun ukurannya kecil, prasasti ini menunjukkan bagaimana sejarah dipengaruhi oleh banyak interpretasi. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#majapahit #tulungagung #prasasti horren #airlangga #campurdarat