Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sejarah Uang Kertas di Indonesia, Dari Gulden Sampai Rupiah, Semua Memiliki Cerita Sendiri-sendiri

Siti Fadhilah Salsabila • Minggu, 7 September 2025 | 05:17 WIB

Dari gulden hingga rupiah, uang kertas Indonesia punya kisah panjang yang sarat makna sejarah.
Dari gulden hingga rupiah, uang kertas Indonesia punya kisah panjang yang sarat makna sejarah.

RADAR TULUNGAGUNG - Uang bukan hanya alat tukar, tapi juga saksi bisu perjalanan sejarah suatu bangsa.

Di Indonesia, perjalanan uang kertas punya cerita panjang, mulai dari masa penjajahan Belanda, pendudukan Jepang, hingga akhirnya lahir mata uang rupiah yang kita gunakan sekarang.

Setiap lembar uang kertas menyimpan nilai historis yang mencerminkan kondisi politik, ekonomi, dan budaya pada masanya.

Baca Juga: Sejarah Trem di Surabaya, Moda Transportasi Keren yang Kini Tinggal Kenangan

Sejarah Uang Kertas di Indonesia

1. Era VOC dan Uang Gulden Belanda

Pada abad ke-17, Belanda melalui VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) memperkenalkan uang gulden di Nusantara.

Uang kertas saat itu masih terbatas penggunaannya, terutama untuk perdagangan besar. VOC mengeluarkan gulden untuk memperlancar transaksi antar pedagang Eropa dan pribumi.

2. Masa Hindia Belanda

Ketika VOC bubar pada 1799, pemerintah Hindia Belanda mengambil alih dan melanjutkan penggunaan gulden.

Baca Juga: Berikut Sejarah Penerbitan Uang Rupiah Peringatan Kemerdekaan oleh Bank Indonesia

Uang kertas semakin meluas penggunaannya di kalangan masyarakat. Desainnya pun menampilkan ciri khas kolonial, dengan bahasa Belanda sebagai bahasa utama.

3. Pendudukan Jepang (1942–1945)

Saat Jepang masuk ke Indonesia, gulden digantikan oleh “uang Jepang” atau disebut juga invasie geld.

Uang kertas ini dicetak besar-besaran tanpa didukung cadangan emas, sehingga nilainya anjlok dan menimbulkan inflasi parah.

Masyarakat pun sempat menjuluki uang ini sebagai "uang miki" (uang tidak berharga).

4. Proklamasi dan Lahirnya Oeang Republik Indonesia (ORI)

Setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, pemerintah Republik Indonesia menerbitkan Oeang Republik Indonesia (ORI) pada 30 Oktober 1946.

ORI menjadi simbol kedaulatan negara dan bukti nyata berdirinya Republik. Walaupun sempat sulit diterima di beberapa daerah karena masih kuatnya pengaruh Belanda, ORI tetap menjadi kebanggaan rakyat.

Baca Juga: Awet Bikin Kenyang: Inilah Makanan Para Pejuang Kemerdekaan Saat Perang, Pernah Nyoba?

5. Rupiah Sebagai Mata Uang Nasional

Seiring berjalannya waktu, pemerintah Indonesia menyempurnakan sistem keuangan dan menetapkan rupiah sebagai mata uang resmi.

Bank Indonesia, yang berdiri tahun 1953, bertugas mengeluarkan dan mengatur peredaran uang. Desain rupiah terus berkembang, menampilkan tokoh pahlawan nasional, kebudayaan, hingga simbol pembangunan bangsa.

Rupiah Sebagai Identitas Bangsa

Kini, rupiah bukan hanya sekadar alat tukar, melainkan juga identitas dan kedaulatan Indonesia. Setiap lembar rupiah memuat cerita perjuangan bangsa, mulai dari tokoh pahlawan, tarian daerah, hingga keindahan alam Indonesia.

Perjalanan panjang dari gulden, uang Jepang, ORI, hingga rupiah menjadi bukti nyata sejarah bangsa yang tidak boleh dilupakan.

Baca Juga: Sejarah Gedung Grahadi Surabaya, Ikon Bersejarah Jawa Timur yang Terkena Imbas Aksi Massa

Sejarah uang kertas di Indonesia mencerminkan perjalanan panjang bangsa dalam memperjuangkan kedaulatan ekonomi. Dari gulden peninggalan Belanda, uang pendudukan Jepang, hingga lahirnya ORI dan rupiah, semua menjadi bagian penting yang patut dikenang.

Saat ini, rupiah adalah simbol kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia yang merdeka. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#sejarah #uang #indonesia