RADAR TULUNGAGUNG – Setiap 1 Oktober bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila.
Pancasila merupakan dasar negara dan ideologi negara Indonesia, serta menjadi pedoman warga Indonesia dalam menjalankan hidup kemasyarakatannya.
Sebagai warga negara Indonesia, sudah seharusnya kita mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Namun, ternyata pengamalan atau penerapan nilai Pancasila sudah dilakukan sejak awal kemerdekaan dan dari masa ke masa.
Penerapan Pancasila mengalami dinamika dari masa ke masa. Salah satu faktor penyebab dinamika penerapan Pancasila pada tiap-tiap periode adalah adanya perubahan kebijakan pemerintahan.
Mengutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), penerapan Pancasila pada masa awal kemerdekaan berlangsung dari 1945 hingga 1959.
Sejak saat itu, Pancasila sudah dijadikan falsafah hidup bangsa dan dasar negara Indonesia. Maka pada saat itu pula, warga Indonesia sudah bertekad untuk melepaskan diri dari segala bentuk penjajahan dan menjadi bangsa yang mandiri.
Artinya warga Indonesia ingin menentukan nasib bangsanya sendiri tanpa adanya campur tangan dari penjajah dan terlepas dari bentuk ancaman apapun, baik dari dalam maupun luar negeri.
Namun, sepanjang sejarah, beberapa kali muncul upaya mengganti Pancasila dengan ideologi lain, baik berbasis komunis, agama, maupun kepentingan politik.
Pemerintah selalu bertindak tegas untuk mempertahankan Pancasila sebagai fondasi bangsa. Berikut peristiwa yang berusaha merongrong Pancasila:
1. Pemberontakan PKI Madiun 1948
Peristiwa pertama terjadi pada PKI Madiun tahun 1948. Dipimpin Musso, Partai Komunis Indonesia mencoba merebut kekuasaan dan mengganti Pancasila dengan ideologi komunis.
Pemerintah merespons dengan operasi militer. Musso tewas ditembak, dan pemberontakan berhasil dipadamkan.
2. DI/TII: Negara Islam Indonesia
Tak lama kemudian, muncul gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) sejak 1949. Dipimpin Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo, mereka berusaha mendirikan Negara Islam Indonesia (NII) dengan mengganti Pancasila menjadi syariat Islam.
Pemerintah melancarkan operasi militer hingga Kartosuwiryo tertangkap dan dijatuhi hukuman mati pada 1962.
3. G30S/PKI 1965
Tragedi terbesar terjadi pada Gerakan 30 September/PKI tahun 1965. PKI dituduh berencana mengganti Pancasila dengan komunisme setelah menculik dan membunuh enam perwira tinggi dan satu perwira pertama TNI AD di Jakarta. Serta dua perwira di Yogyakarta.
Pemerintah bersama TNI AD di bawah Mayor Jenderal Soeharto menumpas gerakan itu. PKI kemudian dibubarkan dan komunisme dilarang di Indonesia.
Baca Juga: Puan Maharani Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Tegaskan Tekad Amalkan Nilai Luhur Bangsa
4. Gerakan Separatis RMS dan PRRI/Permesta
Selain itu, Indonesia juga menghadapi gerakan separatis seperti Republik Maluku Selatan (RMS) tahun 1950 dan PRRI/Permesta (1957–1958).
Meski tidak secara langsung ingin mengganti ideologi negara, kedua gerakan ini menolak prinsip kesatuan nasional berdasarkan Pancasila. Pemerintah menindak dengan operasi militer hingga perlawanan mereka runtuh.
Baca Juga: Kumpulan Ucapan Hari Kesaktian Pancasila 2025, Cocok untuk Caption Media Sosial
5. Upaya Mengganti Pancasila di Era Reformasi
Di masa Reformasi, muncul kelompok radikal transnasional yang mendorong ideologi khilafah untuk menggantikan Pancasila.
Pemerintah menindak tegas, salah satunya dengan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dinilai bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
Sejarah menunjukkan bahwa setiap upaya mengganti Pancasila selalu berakhir dengan kegagalan.
Pemerintah bersama rakyat serta TNI-Polri menegaskan bahwa Pancasila adalah satu-satunya dasar negara yang mampu menjaga keutuhan NKRI. ***
Editor : Dharaka R. Perdana