Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Rumah Joglo Pendapa, Warisan Budaya Jawa yang Masih Dilestarikan Hingga Kini

Mohammad vicky avanda zilmy • Minggu, 5 Oktober 2025 | 03:00 WIB

Rumah joglo pendopo merupakan salah satu warisan arsitektur tradisional Jawa yang hingga kini masih dilestarikan.
Rumah joglo pendopo merupakan salah satu warisan arsitektur tradisional Jawa yang hingga kini masih dilestarikan.

RADAR TULUNGAGUNG - Rumah joglo pendapa merupakan salah satu warisan arsitektur tradisional Jawa yang hingga kini masih dilestarikan.

Rumah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam.

Bentuknya yang megah, dengan atap menjulang tinggi serta ruang pendapa yang luas, menjadikan rumah joglo identik dengan simbol kemuliaan, kebersamaan, dan kearifan lokal masyarakat Jawa.

Apa Itu Rumah Joglo Pendapa?

Baca Juga: Pendopo RHN Blitar Dibuka untuk Wisata, Hidupkan Kembali Aktivitas Budaya

Joglo adalah salah satu bentuk rumah adat Jawa dengan ciri khas atap berbentuk tajug tumpang sari (menjulang ke atas dan bertingkat).

Sementara itu, pendapa merupakan bagian depan rumah berupa ruang luas tanpa sekat, biasanya digunakan untuk menerima tamu, musyawarah, atau acara adat.

Kombinasi rumah joglo dengan pendapa menciptakan bangunan yang bukan hanya indah, tetapi juga sarat filosofi dan fungsi sosial.

Berikut beberapa ciri utama rumah joglo pendapa:

1. Atap Joglo

Atapnya berbentuk limasan bertingkat dengan tiang penyangga utama yang disebut soko guru. Atap ini melambangkan hubungan manusia dengan Tuhan.

2. Ruang Pendapa

Bagian depan rumah berupa ruang terbuka luas tanpa dinding. Pendopo digunakan untuk berkumpul, bermusyawarah, hingga acara budaya dan keagamaan.

3. Struktur Kayu Kuat

Rumah joglo biasanya terbuat dari kayu jati yang kokoh dan awet, sehingga bisa bertahan ratusan tahun.

4. Tata Ruang Filosofis

Rumah joglo pendopo memiliki pembagian ruang dengan makna khusus. Misalnya pendapa sebagai ruang terbuka untuk umum, paringgitan tempat pertunjukan wayang kulit, dalem ageng sebagai ruang utama untuk keluarga, dan senthong sebagai kamar pribadi dengan fungsi spiritual dan simbolis.

5. Ukiran Jawa yang Artistik

Rumah joglo pendapa sering dihiasi ukiran khas Jawa pada pintu, jendela, hingga soko guru, yang menambah nilai estetika sekaligus makna filosofis.

Filosofi Rumah Joglo Pendopo

Setiap bagian rumah joglo memiliki makna mendalam:

Baca Juga: Pendopo Kanjengan Tulungagung Tempat Penyimpanan Pusaka Tombak Kyai Upas Jadi Sorotan, Keluarga Perdikan Majan Siap Ambil Alih Jika Tak Diperhatikan

Atap menjulang: simbol penghormatan kepada Tuhan.

Pendopo luas: melambangkan keterbukaan dan kebersamaan.

Saka guru: empat tiang utama sebagai simbol kekuatan, keseimbangan, dan penyangga kehidupan.

Tata ruang berlapis: menunjukkan tatanan hidup masyarakat Jawa yang penuh sopan santun dan hierarki.

Fungsi Rumah Joglo Pendapa

Selain sebagai tempat tinggal, rumah joglo pendapa juga memiliki fungsi sosial, budaya, dan spiritual. 

Antara lain tempat menerima tamu besar atau pejabat,  lokasi musyawarah dan kegiatan adat, dan pusat kegiatan budaya seperti pertunjukan wayang, gamelan, atau upacara tradisional.

Baca Juga: Lingkungan Tercemar Limbah Tambak Udang, Ratusan Warga Kecamatan Munjungan Geruduk Pendopo Manggala Praja Nugraha

Perpaduan antara desain tradisional dengan fasilitas modern menjadikan rumah joglo tetap relevan di era sekarang.

Dengan arsitektur unik, fungsi sosial, serta filosofi mendalam, rumah ini menjadi simbol kebersamaan, kearifan, dan keindahan tradisi Jawa yang patut dilestarikan. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#rumah joglo #arsitektur tradisional Indonesia #warisan budaya #masih dilestarikan hingga saat ini