Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Misteri Makam Ngujang Tulungagung, Tempat Pesugihan Legendaris yang Dijaga Ratusan Kera Jelmaan Santri

Revalinda Ayu Munantia • Rabu, 12 November 2025 | 03:50 WIB

 

Kera-kera di sekitar Makam Ngujang Tulungagung diyakini sebagai jelmaan santri yang menjaga kesucian tempat tersebut dari niat buruk pengunjung. (ilustrasi)
Kera-kera di sekitar Makam Ngujang Tulungagung diyakini sebagai jelmaan santri yang menjaga kesucian tempat tersebut dari niat buruk pengunjung. (ilustrasi)

 

RADAR TULUNGAGUNG – Nama Makam Ngujang Tulungagung sudah lama melekat dalam ingatan masyarakat Jawa Timur sebagai salah satu tempat paling misterius dan penuh legenda.

Banyak yang menyebutnya sebagai lokasi pesugihan paling terkenal di wilayah selatan Jawa Timur.

Tak hanya karena aura mistisnya yang kuat, tetapi juga karena keberadaan ratusan kera yang diyakini merupakan jelmaan para santri dari masa lampau.

 

 

Kisah Mistis di Makam Ngujang

Bagi masyarakat setempat, Makam Ngujang Tulungagung bukan sekadar tempat peristirahatan biasa.

Kompleks pemakaman ini menyimpan berbagai kisah yang diyakini turun-temurun sejak masa kerajaan kuno.

Dalam kepercayaan lokal, makam ini dahulu merupakan tempat bersemayam seorang tokoh alim yang memiliki banyak santri.

Namun karena satu peristiwa tragis, para santri itu dikisahkan berubah menjadi kera dan menetap di area makam hingga kini.

Keberadaan ratusan kera di kompleks makam memang nyata dan masih bisa dilihat oleh siapa pun yang berkunjung.

Mereka hidup berkelompok dan sering muncul di sekitar makam tanpa mengganggu peziarah.

Warga sekitar percaya bahwa kera-kera ini bukan sekadar hewan, melainkan penjaga spiritual makam tersebut.

“Kalau datang ke sini, jangan ganggu kera-kera itu.

Mereka dipercaya jelmaan santri yang dulu ikut berguru di sini,” ujar Ribut, juru kunci Makam Ngujang, seperti dikutip dalam kanal YouTube Lorong Zaman.

Ia menuturkan, siapa pun yang datang dengan niat baik akan diterima dengan tenang, tetapi yang datang dengan niat buruk bisa saja mengalami gangguan misterius.

 

 

Antara Pesugihan dan Pencarian Spiritual

Nama Makam Ngujang Tulungagung juga sering dikaitkan dengan praktik pesugihan.

Banyak cerita beredar tentang orang-orang yang datang ke tempat ini untuk mencari kekayaan instan.

Namun, juru kunci menegaskan bahwa anggapan itu tidak sepenuhnya benar.

“Yang datang ke sini itu ada dua macam.

Ada yang benar-benar ingin berdoa, ada juga yang punya niat lain. Tapi sebenarnya, tidak ada ritual pesugihan di sini.

Semua tergantung niat pengunjungnya,” kata Ribut.

Menurutnya, makam ini justru menjadi tempat untuk introspeksi diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Para peziarah biasanya datang membawa bunga dan air untuk tabur doa di pusara tokoh utama yang dimakamkan di area itu.

Banyak di antara mereka yang percaya bahwa berkah dan ketenangan hidup bisa diperoleh jika berdoa dengan niat tulus di makam tersebut.

 

 

Fenomena Kera Penjaga Makam

Salah satu daya tarik utama di Makam Ngujang Tulungagung adalah kera-kera yang hidup bebas di dalam kompleks makam.

Hewan-hewan itu seolah sudah terbiasa dengan kehadiran manusia.

Namun, masyarakat percaya, mereka hanya bersikap tenang kepada orang yang datang dengan sopan.

Ada cerita yang cukup terkenal di kalangan warga seseorang pernah mencoba mengusir seekor kera dengan cara kasar, namun beberapa hari kemudian orang tersebut mengalami musibah.

Sejak itu, pengunjung selalu diingatkan agar bersikap hormat dan tidak meremehkan penghuni makam, baik yang tampak maupun tak kasatmata.

 

 

Daya Tarik Wisata Religi dan Mistis

Selain dikenal karena kisah mistisnya, Makam Ngujang Tulungagung kini juga menjadi salah satu tujuan wisata religi dan sejarah di Jawa Timur.

Banyak orang datang bukan hanya untuk berziarah, tetapi juga untuk merasakan suasana spiritual yang kental di area tersebut.

Lokasi makam yang berada di kawasan Ngujang membuatnya mudah dijangkau.

Setiap malam Jumat Legi atau bulan Suro, jumlah pengunjung meningkat tajam.

Mereka datang dari berbagai daerah, membawa sesajen, bunga, dan dupa untuk berdoa atau sekadar mencari ketenangan batin.

Beberapa konten kreator YouTube dan pemburu misteri juga kerap membuat dokumentasi di sana.

Dalam tayangan Lorong Zaman, juru kunci Ribut menegaskan bahwa misteri makam ini bukan untuk ditakuti, melainkan untuk dihormati.

“Makam ini tempat orang belajar menghormati leluhur dan menjaga niat.

Siapa pun yang datang, kalau hatinya bersih, pasti akan merasa damai,” ujarnya.

 

 

Makam Legendaris yang Menyimpan Nilai Moral

Di balik cerita tentang pesugihan dan makhluk gaib, Makam Ngujang Tulungagung menyimpan pesan moral yang kuat.

Bahwa kekayaan sejati bukan datang dari jalan pintas atau bantuan makhluk halus, melainkan dari niat baik dan kerja keras.

Makam ini menjadi simbol antara dunia spiritual dan kehidupan nyata, tempat masyarakat belajar menghargai nilai-nilai leluhur sambil tetap menjaga alam sekitar.

Dan entah benar atau tidak kisah kera jelmaan santri itu, yang jelas, misteri Makam Ngujang terus hidup di hati masyarakat Tulungagung hingga kini.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#Pesugihan Jawa Timur #Makam Ngujang Tulungagung #Misteri makam angker #Kera jelmaan santri #Wisata religi Tulungagung