RADAR TULUNGAGUNG – Fenomena pesugihan kembali menghebohkan masyarakat Jawa Timur. Kali ini datang dari Gunung Bolo di Tulungagung, tempat yang dipercaya sebagai lokasi pesugihan tanpa tumbal.
Situs ini dikenal dengan makam keramat Nyi Roro Kembang Sore, yang disebut-sebut mampu membawa kekayaan dan kelancaran rezeki bagi siapa pun yang melakukan ritual di sana.
Berlokasi di wilayah perbukitan dengan suasana sejuk dan tenang, Gunung Bolo Tulungagung kian ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah, bahkan dari luar pulau.
Mereka datang dengan beragam niat mulai dari sekadar berziarah hingga berharap mendapatkan penglarisan usaha.
Makam Nyi Roro Kembang Sore, Pusat Ritual Pesugihan
Menurut penuturan warga sekitar, makam Nyi Roro Kembang Sore sudah ada sejak masa Kerajaan Majapahit.
Sosok ini dikenal sebagai perempuan cantik yang konon menolak pinangan bangsawan, lalu memilih bertapa di Gunung Bolo hingga wafat.
Sejak saat itu, makamnya dipercaya memiliki kekuatan spiritual yang tinggi.
“Kalau malam Jumat Pon, tempat ini ramai sekali. Banyak yang datang untuk semedi atau melakukan ritual pesugihan,” ujar salah satu warga yang ditemui di lokasi.
Ritual biasanya dilakukan di sekitar pohon asem tua yang disebut “pohon pitulungan”. Konon, siapa yang kejatuhan buah asem dari pohon itu dipercaya akan mendapat rezeki mendadak. Cerita mistis inilah yang membuat banyak peziarah semakin penasaran mencoba peruntungan.
Pesugihan Tanpa Tumbal, Benarkah Aman?
Berbeda dengan kisah pesugihan pada umumnya yang identik dengan tumbal atau pengorbanan, ritual di Gunung Bolo disebut tidak memerlukan tumbal manusia maupun hewan.
Peserta hanya diminta membawa bunga, dupa, dan air putih sebagai perlambang kesucian niat.
“Tidak ada tumbal. Semua tergantung niat. Kalau niatnya baik untuk mencari rezeki halal, Insyaallah tidak masalah,” tambah warga tersebut.
Namun demikian, sebagian masyarakat masih memperingatkan agar tidak sembarangan melakukan ritual tanpa bimbingan spiritual yang tepat.
Sebab, banyak juga cerita warga yang gagal atau bahkan mengalami gangguan setelah mencoba pesugihan tanpa memahami tata caranya.
Suasana Mistis dan Keindahan Alam Gunung Bolo
Perjalanan menuju puncak Gunung Bolo memerlukan tenaga ekstra. Jalan setapak menanjak dan cuaca panas membuat peziarah harus berhati-hati.
Di sisi kanan dan kiri, terlihat pemandangan alam yang indah dengan rumah-rumah warga di kejauhan.
Di area puncak, terdapat batu arca menyerupai gapura kuno, menandai kawasan makam keramat.
Aroma dupa dan bunga sering tercium kuat pada malam hari, menambah kesan mistis yang menyelimuti tempat itu.
Di sekitar lokasi juga terdapat pos istirahat sederhana yang digunakan warga untuk “cangkruk” atau sekadar berbincang dengan pengunjung dari luar kota.
“Biasanya malam Jumat Pon itu penuh. Ada yang dari Surabaya, Kediri, bahkan dari luar Jawa,” kata seorang penjaga warung di area parkir.
Antara Mitos dan Kepercayaan
Gunung Bolo bukan satu-satunya tempat di Tulungagung yang diyakini menyimpan kekuatan spiritual. Namun, pesugihan Nyi Roro Kembang Sore menjadi yang paling populer berkat kisah uniknya sebagai ritual kaya tanpa tumbal.
Bagi sebagian orang, pesugihan dianggap bagian dari tradisi spiritual Jawa yang sudah mengakar sejak masa kerajaan. Namun bagi kalangan religius, praktik seperti ini bisa berpotensi menjerumuskan pada syirik.
Meski begitu, animo masyarakat tak surut. Banyak pengunjung yang mengaku datang bukan untuk pesugihan, melainkan untuk berziarah dan menikmati keindahan alam sekitar.
“Saya ke sini bukan untuk kaya mendadak, tapi penasaran saja. Tempatnya indah, hawanya sejuk,” ujar salah satu wisatawan dari Blitar.
Ramai Saat Malam Jumat Pon
Puncak keramaian terjadi saat malam Jumat Pon. Pada malam itu, area makam dan pohon asem akan dipenuhi peziarah yang membawa sesajen, bunga tujuh rupa, serta dupa.
Mereka melakukan doa bersama, meditasi, hingga sekadar menyalakan dupa sambil berdiam diri beberapa menit.
Selain dipercaya membawa kekayaan, ritual di Gunung Bolo juga disebut mampu melancarkan usaha dan penglarisan dagang.
Itulah sebabnya banyak pedagang dan pengusaha kecil yang sengaja datang untuk memohon keberkahan.
Daya Tarik Spiritual dan Wisata Mistis
Kini, Gunung Bolo Tulungagung tak hanya dikenal sebagai tempat pesugihan, tetapi juga mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata spiritual.
Pemerintah desa setempat disebut tengah menata akses jalan agar lebih mudah dilalui kendaraan wisatawan.
Dengan perpaduan antara keindahan alam dan kisah mistis yang melekat, pesugihan Gunung Bolo semakin menjadi magnet baru bagi pencinta hal-hal berbau spiritual di Jawa Timur.
Editor : Anggi Septian A.P.