Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Terkuak! Karomah Nyi Roro Kembang Sore di Gunung Bolo Tulungagung, Konon Bisa Lancarkan Usaha dan Pengasihan

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Kamis, 13 November 2025 | 06:15 WIB
Pemandangan mistis Gunung Bolo di Tulungagung dengan suasana berkabut pagi, terlihat jalan setapak menuju makam di puncak bukit, dikelilingi pepohonan hijau dan suasana tenang.(Pinterest)
Pemandangan mistis Gunung Bolo di Tulungagung dengan suasana berkabut pagi, terlihat jalan setapak menuju makam di puncak bukit, dikelilingi pepohonan hijau dan suasana tenang.(Pinterest)

RADAR TULUNGAGUNG – Di balik megahnya puncak Gunung Bolo di Desa Kauman, Kabupaten Tulungagung, tersimpan kisah mistis yang hingga kini terus menarik peziarah dari berbagai daerah.

Di tempat inilah berdiri makam Nyi Roro Kembang Sore, tokoh legendaris yang dipercaya memiliki karomah luar biasa.

Banyak warga meyakini, berziarah ke makam ini dapat membawa keberkahan, terutama untuk pelarisan usaha dan pengasihan.

Lokasi makam Nyi Roro Kembang Sore berada di kawasan perbukitan dengan pemandangan hijau yang menawan.

Untuk mencapai area makam, pengunjung harus menaiki deretan anak tangga yang cukup tinggi.

Meski medannya menantang, banyak orang tetap rela mendaki karena rasa penasaran terhadap kisah dan karomah sang tokoh.

Menurut penuturan Helmi, kreator kanal YouTube HM Adventure yang mengunjungi lokasi ini, makam tersebut berada di kompleks pemakaman warga Tionghoa di puncak Gunung Bolo.

“Di sini banyak pengunjung yang datang dari luar daerah, bahkan dari Banyuwangi,” ujarnya dalam video dokumentasi petualangannya.

Asal-usul Nyi Roro Kembang Sore

Dari cerita turun-temurun yang dijaga oleh juru kunci setempat, Nyi Roro Kembang Sore disebut sebagai putri dari Pangeran Benowo.

Ia dikenal cantik dan berilmu tinggi. Namun kehidupannya berakhir tragis setelah menolak cinta Adipati Kalang, penguasa setempat yang marah besar karena cintanya ditolak.

Kembang Sore memilih pria lain bernama Lembu Peteng, seorang tokoh dari Kerajaan Majapahit. Penolakan itu membuat Adipati Kalang murka dan membunuh Lembu Peteng.

Duka mendalam membuat Kembang Sore meninggalkan istana dan bertapa di Gunung Bolo. Di tempat inilah ia menghabiskan sisa hidupnya hingga wafat dan dimakamkan.

Kisah cinta segitiga ini menjadi bagian dari legenda yang dipercaya warga Tulungagung.

Beberapa nama desa di sekitar lokasi bahkan diyakini berasal dari perjalanan spiritual Kembang Sore dan Lembu Peteng, seperti Desa Lembu Peteng, Kalangbret, hingga Boneng.

Karomah dan Doa Pelarisan

Juru kunci makam menjelaskan bahwa karomah Nyi Roro Kembang Sore paling dikenal dalam hal pelarisan usaha dan pengasihan.

Banyak peziarah datang untuk memohon kelancaran dagang, mendapatkan jodoh, atau agar disenangi orang lain. Namun, sang juru kunci menegaskan bahwa semua doa tetap bergantung pada kehendak Tuhan.

“Semua tetap dari Yang Maha Kuasa, makam ini hanya lantaran,” ujarnya.


Beberapa warga bahkan bercerita bahwa ada calon kepala desa yang datang memohon doa di makam Nyi Roro Kembang Sore sebelum pencoblosan.

Dari tiga calon yang bersaing, hanya satu yang datang berziarah dan dialah yang akhirnya terpilih. Cerita ini semakin memperkuat keyakinan masyarakat akan keberkahan tempat tersebut.

Selain pengunjung yang datang untuk berziarah, banyak pula wisatawan spiritual yang ingin mengetahui lebih dalam sejarah Gunung Bolo.

Mereka biasanya berdoa sambil membaca surat Yasin di area makam yang sederhana namun penuh simbol mistis, seperti bunga tabur, bedak, sisir, dan Al-Qur’an kecil di dekat pusara.

Pesona Alam dan Kondisi Lokasi

Makam Nyi Roro Kembang Sore dikelilingi hutan hijau yang meneduhkan. Dari puncak Gunung Bolo, pengunjung bisa melihat panorama alam Tulungagung dari ketinggian.

Sayangnya, fasilitas di sekitar area makam masih minim. Beberapa pengunjung mengeluhkan tidak adanya aliran air di kamar mandi dan jalan akses yang belum sepenuhnya beraspal.

Meski begitu, masyarakat setempat berharap situs ini bisa lebih diperhatikan pemerintah daerah.

Selain nilai sejarah dan spiritualnya, kawasan ini berpotensi menjadi destinasi wisata religi yang menarik, apalagi dengan legenda Kembang Sore yang melekat kuat dalam budaya lokal Tulungagung.

Warisan Sejarah yang Hidup di Gunung Bolo

Keberadaan makam Nyi Roro Kembang Sore bukan hanya menjadi saksi perjalanan sejarah, tetapi juga simbol keyakinan masyarakat terhadap kekuatan spiritual nenek moyang.

Hingga kini, juru kunci masih menjaga tempat tersebut dengan penuh tanggung jawab. Banyak pengunjung datang sekadar berdoa, berziarah, atau hanya ingin menikmati suasana hening di puncak Gunung Bolo.

Legenda Nyi Roro Kembang Sore terus hidup di hati masyarakat Tulungagung.

Karomahnya dipercaya mampu membuka jalan rezeki bagi siapa pun yang datang dengan niat tulus. Entah mitos atau kenyataan, makam ini tetap menjadi magnet spiritual yang tak pernah sepi pengunjung.

Editor : Anggi Septian A.P.
#karomah makam #Nyi Roro Kembang Sore #legenda Lembu Peteng #Gunung Bolo Tulungagung #Wisata religi Tulungagung