Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sejarah Kerajaan Hindu Buddha dan Islam di Indonesia: Dari Kutai hingga Gowa-Tallo, Jejak Kejayaan Nusantara yang Jarang Disadari

Ingge Nayla Ayu Karina • Rabu, 21 Januari 2026 | 19:05 WIB
Sejarah kerajaan Hindu Buddha dan Islam membuktikan Nusantara pernah menjadi pusat peradaban besar dunia. Simak kisah lengkapnya di sini!
Sejarah kerajaan Hindu Buddha dan Islam membuktikan Nusantara pernah menjadi pusat peradaban besar dunia. Simak kisah lengkapnya di sini!

 

JAKARTA - Sejarah kerajaan Hindu Buddha dan Islam di Indonesia menjadi fondasi penting dalam membentuk identitas bangsa hingga saat ini. Jejak kejayaan masa lalu itu masih bisa disaksikan melalui candi, prasasti, masjid, hingga keraton yang tersebar di berbagai daerah. Kerajaan-kerajaan tersebut tumbuh dan berkembang seiring kuatnya jalur perdagangan internasional yang menghubungkan Nusantara dengan India, Tiongkok, Arab, dan Persia.

Baca Juga: Situs Menggung Gunung Lawu: Candi Misterius Abad 15 di Zaman Demak, Benarkah Tempat Brawijaya Pindah Agama?

Kerajaan bercorak Hindu-Buddha diperkirakan mulai berdiri di Indonesia sejak abad ke-4 Masehi. Hubungan dagang dan pertukaran budaya menjadi faktor utama masuknya pengaruh agama dan sistem pemerintahan dari luar. Dalam perjalanan sejarah kerajaan Hindu Buddha dan Islam, masing-masing meninggalkan peninggalan berharga yang hingga kini masih dijaga sebagai warisan budaya.

 

Kerajaan Hindu-Buddha Awal di Nusantara

Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur tercatat sebagai kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Berdiri sekitar tahun 400 Masehi di sekitar Sungai Mahakam, Kutai mencapai puncak kejayaan pada masa Raja Mulawarman. Bukti sejarahnya terukir dalam tujuh prasasti yupa yang menjadi sumber utama informasi tentang kerajaan ini.

 

Di Jawa Barat, Kerajaan Tarumanegara berkembang di sekitar Sungai Citarum sejak abad ke-4 Masehi. Raja Purnawarman dikenal sebagai pemimpin besar yang meninggalkan sejumlah prasasti, seperti Prasasti Tugu, Ciaruteun, dan Kebon Kopi. Prasasti-prasasti tersebut memperlihatkan kemajuan sistem pemerintahan dan pengelolaan wilayah pada masa itu.

 

Mataram Kuno hingga Sriwijaya

Kerajaan Mataram Kuno muncul pada abad ke-8 Masehi. Awalnya bercorak Hindu di bawah Raja Sanjaya, kemudian berkembang menjadi kerajaan Buddha pada masa Dinasti Syailendra. Peninggalan monumental seperti Candi Prambanan dan Candi Borobudur menjadi bukti kejayaan Mataram Kuno yang diakui dunia.

 

Sementara itu, Kerajaan Sriwijaya di Palembang dikenal sebagai pusat pembelajaran Buddha dan kekuatan maritim besar sejak abad ke-7. Letaknya yang strategis di Selat Malaka menjadikan Sriwijaya pengendali perdagangan internasional. Prasasti Kedukan Bukit dan Talang Tuo menjadi saksi kuat kejayaan kerajaan bercorak Buddha ini.

 

Singasari dan Majapahit, Puncak Kejayaan Hindu-Buddha

Kerajaan Singasari berdiri di Jawa Timur pada abad ke-13, didirikan oleh Ken Arok. Raja Kertanegara membawa Singasari mencapai kejayaan melalui Ekspedisi Pamalayu. Peninggalan seperti Candi Jago dan Candi Kidal masih dapat dijumpai hingga kini.

 

Puncak sejarah kerajaan Hindu Buddha dan Islam di Indonesia tak lepas dari Majapahit. Berdiri pada 1293, Majapahit menjadi kerajaan terbesar yang menguasai hampir seluruh Nusantara. Di bawah Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada, Majapahit mencapai masa keemasan. Kitab Sutasoma dan Candi Tikus menjadi peninggalan penting dari kerajaan ini.

 

Masuknya Islam dan Lahirnya Kesultanan

Islam mulai berkembang di Nusantara sekitar abad ke-13 melalui jalur perdagangan. Kerajaan Samudra Pasai di Aceh menjadi kerajaan Islam pertama, didirikan oleh Sultan Malik as-Saleh. Setelah kemundurannya, estafet kekuasaan dilanjutkan oleh Kerajaan Aceh.

Baca Juga: Prabu Brawijaya V Masuk Islam? Kisah Raja Majapahit Bertemu Sunan Kalijaga hingga Dimakamkan Secara Islam di Trowulan

Di Jawa, Kerajaan Demak muncul sebagai kerajaan Islam pertama. Didirikan Raden Patah pada 1475, Demak meninggalkan warisan Masjid Agung Demak. Selanjutnya, Kerajaan Mataram Islam berkembang di Yogyakarta dan Surakarta setelah Perjanjian Giyanti tahun 1755.

 

Kerajaan Islam di Kawasan Timur Indonesia

Di wilayah timur, Kerajaan Ternate dan Tidore berkembang pesat sebagai pusat perdagangan rempah. Sultan Nuku dari Tidore dikenal berhasil melawan Portugis. Sementara di Sulawesi Selatan, Kerajaan Gowa-Tallo mencapai kejayaan di bawah Sultan Hasanuddin yang dijuluki Ayam Jantan dari Timur.

 

Sejarah kerajaan Hindu Buddha dan Islam menunjukkan betapa kayanya perjalanan bangsa Indonesia. Peninggalan sejarah tersebut kini menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dilestarikan agar tetap menjadi sumber pembelajaran generasi mendatang.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#sejarah kerajaan Hindu Buddha dan Islam #peninggalan kerajaan Indonesia #kerajaan hindu buddha #sejarah nusantara #Kerajaan Islam Nusantara