Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sejarah Taj Mahal: Kisah Cinta Kaisar Shah Jahan yang Berujung Tragis, dari Monumen Cinta hingga Dipenjara Anaknya Sendiri

Fadhilah Salsa Bella • Rabu, 21 Januari 2026 | 15:25 WIB

Sejarah Taj Mahal menyimpan kisah cinta Shah Jahan dan Mumtaz Mahal, dari monumen megah hingga tragedi sang kaisar dipenjara anaknya.
Sejarah Taj Mahal menyimpan kisah cinta Shah Jahan dan Mumtaz Mahal, dari monumen megah hingga tragedi sang kaisar dipenjara anaknya.
RADAR TULUNGAGUNG - Sejarah Taj Mahal bukan sekadar cerita tentang bangunan indah dari marmer putih di India. Di balik kemegahannya, tersimpan kisah cinta mendalam, pengorbanan, hingga tragedi keluarga yang memilukan.

Taj Mahal berdiri bukan hanya sebagai keajaiban dunia, tetapi juga monumen cinta abadi Kaisar Mughal, Shah Jahan, kepada istrinya, Mumtaz Mahal.

Sejarah Taj Mahal bermula dari duka mendalam sang kaisar pada tahun 1631. Mumtaz Mahal, istri tercinta yang selalu menemani Shah Jahan ke medan perang, wafat setelah melahirkan anak ke-14 mereka. Kematian Mumtaz bukan hanya kehilangan seorang istri, tetapi juga belahan jiwa yang paling dicintai sang kaisar.

Dalam catatan sejarah, Shah Jahan disebut sangat terpukul. Ia mengurung diri selama berhari-hari, menangis tanpa henti, hingga rambutnya memutih dalam waktu singkat.

Dari kesedihan itulah lahir tekad besar: membangun sebuah makam termegah yang belum pernah ada sebelumnya. Maka, dimulailah pembangunan Taj Mahal, simbol cinta yang kini dikenal di seluruh dunia.

Baca Juga: Update Transfer BRI Super League 2025/2026 Putaran Kedua: Persib Bandung Dikaitkan dengan Kiper Timnas, Persija & Persis Solo Panaskan Bursa

Asal-usul Taj Mahal dan Cinta Shah Jahan

Taj Mahal terletak di tepi selatan Sungai Yamuna, Agra, Uttar Pradesh, India. Bangunan ini dipersembahkan khusus untuk Mumtaz Mahal, yang memiliki nama asli Arjumand Banu Begum. Mumtaz dikenal bukan hanya karena kecantikannya, tetapi juga sifatnya yang lembut, dermawan, dan dicintai rakyat.

Shah Jahan pertama kali bertemu Mumtaz saat masih bernama Pangeran Khurram. Keduanya jatuh cinta pada pandangan pertama, namun pernikahan mereka sempat tertunda karena urusan politik kerajaan.

Baru pada 27 Maret 1612, mereka resmi menikah. Meski Mumtaz bukan istri pertama Shah Jahan, dialah yang paling dicintai sepanjang hidupnya.

Dalam pernikahan mereka, pasangan ini dikaruniai 14 anak, meski hanya tujuh yang bertahan hidup. Kesetiaan Mumtaz yang selalu mendampingi Shah Jahan, bahkan saat hamil tua di medan perang, menjadi bukti kuat hubungan emosional keduanya.

Baca Juga: Update Transfer BRI Super League 2025/2026 Putaran Kedua: Persija Borong Pemain, Persik Kediri Paling Aktif, Arema FC Tambah Winger Brasil

Proses Pembangunan Taj Mahal

Pembangunan Taj Mahal dimulai pada 1631 dan memakan waktu sekitar 22 tahun hingga rampung pada 1653. Kompleks Taj Mahal berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 42 hektare.

Sekitar 20 ribu pekerja dan ribuan gajah dilibatkan untuk mengangkut marmer putih dari Makrana, wilayah yang berjarak lebih dari 200 kilometer dari Agra.

Arsitektur Taj Mahal merupakan perpaduan gaya Mughal, Persia, dan Islam. Arsiteknya dikenal bernama Ahmad Lahauri, meski sejumlah sejarawan meyakini Shah Jahan turut terlibat langsung dalam perancangannya.

Kubah besar bercangkang ganda, kaligrafi ayat Al-Qur’an, hingga ukiran bunga dari batu permata menjadikan Taj Mahal sebagai mahakarya arsitektur dunia.

Biaya pembangunan Taj Mahal pada masa itu mencapai sekitar 32 juta rupee, menjadikannya salah satu proyek paling mahal sepanjang sejarah Kekaisaran Mughal.

Baca Juga: Rangkuman Transfer BRI Super League 2025/2026 Putaran Kedua: Hokky Caraka Diincar Liga Thailand, Persib Negosiasi Eks PSG, Persija & Persis Solo Berge

Akhir Tragis Sang Kaisar

Ironisnya, setelah Taj Mahal selesai dibangun, Shah Jahan justru mengalami nasib tragis. Pada 1658, putranya sendiri, Aurangzeb, merebut kekuasaan dengan cara brutal. Ia membunuh tiga saudara kandungnya dan memenjarakan Shah Jahan di Benteng Merah Agra.

Delapan tahun terakhir hidupnya dihabiskan Shah Jahan dalam tahanan. Dari sebuah jendela kecil, ia hanya bisa memandangi Taj Mahal—makam istrinya sekaligus simbol cinta yang ia bangun dengan sepenuh hati. Shah Jahan wafat pada 22 Januari 1666 dan dimakamkan di samping Mumtaz Mahal di ruang bawah tanah Taj Mahal.

Kini, sejarah Taj Mahal terus dikenang. Sejak 1983, bangunan ini ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan setiap tahunnya dikunjungi jutaan wisatawan.Taj Mahal bukan hanya destinasi wisata, melainkan pengingat bahwa cinta sejati bisa melahirkan keindahan, sekaligus menyimpan luka yang mendalam.

Baca Juga: Update Transfer BRI Super League 2025/2026 Putaran Kedua: Persija Borong Pemain, Persik Kediri Paling Aktif, Arema FC Tambah Winger Brasil

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Mumtaz Mahal #Sejarah India #Keajaiban Dunia #Sejarah Taj Mahal #Kisah Shah Jahan