RADAR TULUNGAGUNG – Kawasan karst di selatan Kabupaten Tulungagung kembali menyimpan potensi wisata sekaligus kekayaan ilmiah.
Salah satunya adalah Gua Tenggar di Desa Tenggarejo, Kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung yang menyimpan potensi wisata berbasis geologi, paleoantropologi, dan pelestarian alam.
Dikutip dari website Bappeda Tulungagung, pengembangan Gua Tenggar telah dimulai oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sejak 2016.
Upaya tersebut semakin diperkuat melalui kajian yang dilakukan Bappeda Tulungagung bersama tim ahli Antropologi Universitas Airlangga Surabaya.
Yakni dalam penelitian bertajuk Kajian Rencana Pengembangan Obyek Wisata dan Kepurbakalaan Bidang Paleoantropologi, Paleontologi dan Geologi Goa Tenggar.
Hasil kajian menunjukkan Gua Tenggar tidak hanya memiliki panorama alam yang menarik, tetapi juga menyimpan nilai ilmiah tinggi sehingga berpotensi menjadi destinasi wisata edukasi.
Gua Tenggar berada di kawasan karst selatan Tulungagung yang dikenal memiliki banyak gua alami.
Baca Juga: Keroskan Mirip Tradisi Gua Sha Tiongkok, Benarkah Bisa Meredakan Masuk Angin? Ini Dampaknya
Keberadaan sungai bawah tanah, lorong-lorong panjang, hingga ornamen batu kapur menjadi daya tarik tersendiri bagi peneliti maupun wisatawan.
Selain dikembangkan sebagai destinasi wisata, kawasan tersebut juga diproyeksikan menjadi pusat penelitian karena menyimpan berbagai temuan geologi dan fosil fauna purba.
Ke depan, pengembangan kawasan akan mengusung konsep community based tourism atau pariwisata berbasis masyarakat.
Warga sekitar akan dilibatkan sebagai pelaku utama sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung.
Pemerintah juga menekankan prinsip sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan agar pemanfaatan kawasan tidak merusak ekosistem maupun nilai ilmiah yang terkandung di dalam Gua Tenggar. ****
Editor : Dharaka R. Perdana