Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengenal Gua Tenggar Tulungagung, Goa Karst Sepanjang 2,5 Kilometer dengan Stalaktit Raksasa

Dharaka R. Perdana • Rabu, 8 Juli 2026 | 15:50 WIB
Sisi dalam Gua Tenggar yang memiliki stalagmit menakjubkan saat dijepret pada 2019 silam. (GOOGLE-VIE)
Sisi dalam Gua Tenggar yang memiliki stalagmit menakjubkan saat dijepret pada 2019 silam. (GOOGLE-VIE)

RADAR TULUNGAGUNG – Gua Tenggar di Desa Tenggarejo, Kecamatan Tanggunggunung, memiliki karakteristik yang berbeda dibanding sebagian besar gua karst di Tulungagung.

Selain memiliki lorong panjang, Gua Tenggar ini juga dihiasi stalaktit dan stalagmit berukuran raksasa yang masih terus tumbuh hingga sekarang.

Baca Juga: Sejarah Gua Tenggar Tulungagung, Surga Wisata Karst yang Menyimpan Potensi Geologi dan Sisa Kehidupan Purba

Berdasarkan hasil penelusuran, panjang lorong Gua Tenggar diperkirakan mencapai lebih dari 2,5 kilometer.

Pintu masuknya pun berukuran besar dengan lebar lebih dari 15 meter dan dinding gua menjulang hingga sekitar 50 meter.

Dikutip dari website Bappeda Tulungagung salah satu ornamen yang paling dikenal masyarakat adalah stalaktit raksasa yang disebut Watu Jarit setinggi 20 meter.

Baca Juga: Tak Hanya Kaya Wisata Pantai, Tulungagung Juga Memiliki Ratusan Gua dengan Beragam Kisah, Ini Buktinya

Pertumbuhan stalaktit dan stalagmit di Gua Tenggar masih berlangsung karena kawasan di atas gua merupakan uvala yang memiliki cadangan air cukup melimpah.

Air tersebut meresap melalui lapisan batu gamping dan memicu proses pembentukan ornamen gua secara alami selama ribuan tahun.

Baca Juga: Spesies Ikan Buta Baru Ditemukan di Gua Karst Klapanunggal Bogor, Ini Keunikannya

Selain memiliki ruang utama yang luas, bagian dalam gua juga dialiri sungai bawah tanah yang debitnya berubah mengikuti musim.

Saat musim hujan aliran sungai meningkat, sedangkan ketika kemarau debit air berkurang.

Kondisi tersebut menjadi salah satu ciri khas kawasan karst yang masih aktif secara geologi.

Keunikan bentang alam inilah yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan minat khusus, peneliti, maupun pegiat susur gua.

Editor : Dharaka R. Perdana
#gua tenggar #stalaktit #tulungagung #Karst