Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sejarah Kota Kudus, Berawal dari Tajug hingga Menjadi Kota Kudus Berkat Dakwah Sunan Kudus

Davina Ar Raafika • Rabu, 15 Juli 2026 | 18:45 WIB
Meta Description: Sejarah Kota Kudus berawal dari Tajug hingga menjadi Kudus berkat dakwah Sunan Kudus, Kiai Telingsing, dan berdirinya Masjid Al-Aqsa. (Pinterest)

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Sejarah Kota Kudus bermula dari sebuah kawasan bernama Tajug yang kemudian berkembang menjadi pusat penyebaran Islam melalui dakwah Syekh Jafar Shadiq atau Sunan Kudus. Dalam perjalanan sejarahnya, wilayah tersebut mengalami perubahan nama hingga dikenal sebagai Kota Kudus yang diambil dari nama Al-Quds di Palestina.

Perjalanan panjang Kota Kudus tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas perdagangan dan pertanian, tetapi juga pendekatan dakwah yang mengedepankan budaya lokal. Sosok Kiai Telingsing dan Sunan Kudus menjadi tokoh penting dalam perkembangan kawasan tersebut.

Selain dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di Pulau Jawa, Kudus juga mewariskan bangunan bersejarah berupa Masjid Al-Manar atau Masjid Al-Aqsa beserta Menara Kudus yang masih berdiri hingga sekarang.

Awal Mula Tajug dan Kehadiran Kiai Telingsing

Menurut penjelasan dalam video, wilayah yang kini dikenal sebagai Kota Kudus pada awalnya bernama Tajug.

Di daerah tersebut tinggal seorang pedagang muslim asal Tiongkok bernama Te Linging atau yang lebih dikenal sebagai Kiai Telingsing. Ia menetap sekaligus berinteraksi dengan masyarakat setempat.

Saat itu, sebagian besar penduduk Tajug bekerja sebagai petani, nelayan, pedagang, hingga pembuat batu bata.

Kiai Telingsing kemudian memperkenalkan seni ukir dengan motif khas Dinasti Sung. Keahlian tersebut berkembang pesat dan dikenal luas oleh masyarakat.

Karena keterampilan ukir yang semakin maju, kawasan tersebut akhirnya dikenal dengan nama Sunggingan.

Baca Juga: Ayu Ting Ting Bahagia di DMD Panggung Rezeki, Ragil Raih Rp1,5 Juta, Hubungannya dengan Kevin Gusnadi Disorot

Dakwah Sunan Kudus dengan Pendekatan Budaya

Dalam perkembangannya, Kesultanan Demak mengutus Syekh Jafar Shadiq untuk menyebarkan agama Islam di wilayah Tajug.

Alih-alih menggunakan pendekatan yang keras, Syekh Jafar Shadiq memilih berbaur dengan masyarakat melalui aktivitas sehari-hari.

Ia ikut terlibat dalam pertanian, perdagangan, serta memanfaatkan seni dan budaya sebagai sarana dakwah.

Strategi tersebut dinilai mampu membuat masyarakat menerima ajaran Islam tanpa merasa dipaksa meninggalkan tradisi yang telah mereka jalani.

Larangan Menyembelih Sapi sebagai Bentuk Penghormatan

Salah satu strategi dakwah yang dijelaskan dalam video adalah larangan menyembelih sapi.

Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat Hindu yang menganggap sapi sebagai hewan suci.

Dalam penyampaiannya, Syekh Jafar Shadiq juga menceritakan kisah bahwa dirinya pernah disusui seekor sapi saat masih kecil.

Ia kemudian menggunakan Surah Al-Baqarah yang berarti sapi betina sebagai media dakwah.

Pendekatan tersebut disebut berhasil menarik simpati masyarakat sehingga proses penyebaran Islam berlangsung secara damai.

Kolaborasi dengan Kiai Telingsing

Hubungan Syekh Jafar Shadiq dan Kiai Telingsing juga menjadi bagian penting dalam perkembangan wilayah tersebut.

Keduanya menjalin kerja sama dalam menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat.

Syekh Jafar Shadiq bahkan disebut mempelajari seni ukir dari Kiai Telingsing.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui ceramah, tetapi juga melalui kebudayaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Kisah Tirto Utomo Pendiri Aqua, Pernah Diejek karena Jual Air Putih dalam Botol

Kisah dari Palestina dan Pembangunan Masjid

Video juga menjelaskan perjalanan Syekh Jafar Shadiq saat berada di Palestina.

Ia dikenal sebagai Amirul Hajj karena sering memimpin rombongan jamaah haji.

Saat terjadi wabah penyakit di Palestina, Syekh Jafar Shadiq disebut berhasil membantu mengatasinya.

Atas jasanya tersebut, Amir Palestina menawarkan ijazah berupa wewenang untuk menguasai suatu wilayah.

Namun, tawaran itu ditolak karena Syekh Jafar Shadiq memilih kembali ke tanah Jawa untuk melanjutkan dakwah.

Sekembalinya ke Jawa, ia membangun Masjid Al-Manar atau Masjid Al-Aqsa.

Nama tersebut terinspirasi dari Masjidil Aqsa di Yerusalem.

Arsitektur masjid sengaja mengadaptasi unsur budaya Hindu agar masyarakat tidak merasa asing ketika datang beribadah.

Dari Al-Quds Menjadi Kota Kudus

Seiring berjalannya waktu, wilayah Tajug dan Sunggingan terus berkembang.

Nama kawasan tersebut kemudian berubah menjadi Al-Quds yang diambil dari nama wilayah di Palestina.

Dalam perkembangannya, penyebutan Al-Quds lambat laun berubah menjadi Kudus.

Perubahan nama tersebut menjadi bagian dari sejarah lahirnya Kota Kudus yang dikenal hingga sekarang.

Menara Kudus Menjadi Warisan Bersejarah

Syekh Jafar Shadiq kemudian dikenal sebagai Sunan Kudus dan menjadi salah satu anggota Wali Songo.

Salah satu peninggalan yang masih bertahan hingga kini adalah Menara Masjid Kudus.

Menurut penjelasan dalam video, di bagian puncak menara tersebut konon tersimpan batu ijazah yang berasal dari Palestina.

Menara Kudus menjadi simbol perpaduan antara nilai Islam dan budaya lokal yang sejak awal diterapkan dalam proses dakwah Sunan Kudus.

Sejarah yang Terus Dikenang

Kisah asal usul Kota Kudus menunjukkan bahwa perkembangan sebuah daerah tidak hanya dipengaruhi faktor pemerintahan atau perdagangan, tetapi juga pendekatan sosial dan budaya.

Peran Kiai Telingsing dalam mengembangkan seni ukir serta strategi dakwah Sunan Kudus yang menghormati tradisi masyarakat menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah wilayah tersebut.

Dari kawasan kecil bernama Tajug, wilayah itu berkembang menjadi Kudus yang dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di Pulau Jawa sekaligus menyimpan warisan sejarah yang masih dapat disaksikan hingga sekarang.

Editor : Davina Ar Raafika
Sumber : Yt Gromore Studio Series
Sejarah Kota Kudus asal usul Kota Kudus Sunan Kudus Kiai Telingsing sejarah Menara Masjid Kudus