Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Primbon Perjodohan Weton Jawa, Jumat Pahing dan Setu Pon Dinilai Cocok Meski Sering Bertengkar

Ingge Nayla Ayu Karina • Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:30 WIB
Primbon perjodohan weton Jawa menyebut Jumat Pahing dan Setu Pon cocok meski sering bertengkar. Simak hitungan lengkapnya.
Primbon perjodohan weton Jawa menyebut Jumat Pahing dan Setu Pon cocok meski sering bertengkar. Simak hitungan lengkapnya.

 

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Perjodohan weton Jawa masih menjadi pedoman bagi sebagian masyarakat dalam melihat kecocokan pasangan sebelum menikah. Melalui hitungan neptu hari dan pasaran, masyarakat Jawa percaya karakter rumah tangga hingga rezeki pasangan dapat diperkirakan sejak awal.

 

Dalam sebuah pembahasan mengenai primbon Jawa, sejumlah pasangan weton dibahas beserta kemungkinan kehidupan rumah tangganya. Beberapa pasangan dinilai cocok, namun ada pula yang dianggap memiliki banyak tantangan.

 

Meski demikian, sebagian besar hasil perhitungan disebut bukan sebagai kepastian, melainkan hanya sebagai pedoman atau pengingat bagi pasangan agar lebih berhati-hati dalam menjalani rumah tangga.

 

Jumat Pahing dan Setu Pon Disebut Banyak Pertengkaran

 

Salah satu pasangan weton yang dibahas adalah Jumat Pahing dan Setu Pon.

 

Jumat Pahing memiliki jumlah neptu 15, sedangkan Setu Pon bernilai 16. Berdasarkan perhitungan tersebut, keduanya dinilai masih dapat berjodoh.

 

Namun, pasangan ini disebut berpotensi mengalami banyak perselisihan dan pertengkaran kecil dalam kehidupan rumah tangga.

 

Meski sering berselisih, hubungan keduanya disebut tidak mudah berpisah.

 

Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa pasangan dengan weton ini justru memiliki peluang rezeki yang baik.

 

Pertengkaran yang terjadi dinilai tidak sampai menyebabkan perpisahan, bahkan kehidupan ekonomi disebut dapat berjalan lancar.

 

Jumat Pon dan Setu Pon Dinilai Kurang Baik

 

Pasangan weton lainnya yang dibahas adalah Jumat Pon dan Setu Pon.

 

Jumat Pon memiliki neptu 13, sementara Setu Pon bernilai 16.

 

Perpaduan kedua weton tersebut disebut masih dapat dijalani, namun memiliki tantangan cukup berat.

 

Salah satu karakter yang disebut muncul adalah kecenderungan malas bekerja atau kurang semangat dalam mencari nafkah.

 

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kehidupan rumah tangga di kemudian hari.

 

Bahkan dalam pembahasan tersebut disebutkan bahwa apabila pasangan tidak mampu mengelola persoalan tersebut, hubungan rumah tangga berpotensi mengalami keretakan hingga perceraian.

 

Hari dan Pasaran yang Sama Dianggap Kurang Ideal

 

Pembahasan lain juga menyinggung pasangan yang memiliki hari dan pasaran yang sama.

 

Menurut penjelasan tersebut, pasangan dengan hari dan pasaran serupa dinilai kurang baik apabila ditinjau dari perkembangan ekonomi rumah tangga.

 

Meski demikian, hubungan mereka disebut cenderung rukun dan minim konflik.

 

Dalam istilah Jawa lama, kondisi tersebut dikenal dengan sebutan "Gedhang Sedapur".

 

Artinya, pasangan hidup dengan suasana tenang, santai, dan harmonis, tetapi kurang memiliki dorongan besar dalam mengejar kemajuan ekonomi.

 

Setu Legi dan Jumat Kliwon Masih Bisa Dijalani

 

Pasangan weton Setu Legi dan Jumat Kliwon juga turut dibahas.

 

Kedua weton tersebut sama-sama memiliki jumlah neptu 14.

 

Berdasarkan perhitungan, pasangan ini dinilai masih dapat menjalani hubungan rumah tangga.

 

Namun, disebutkan terdapat syarat tertentu yang perlu diperhatikan agar hubungan dapat berjalan lebih baik.

 

Meski demikian, tidak dijelaskan secara rinci mengenai syarat tersebut dalam pembahasan.

 

Rebo Pon dan Kemis Legi Masuk Kategori Satriya Wirang

 

Perhitungan lain menunjukkan pasangan Rebo Pon dan Kemis Legi menghasilkan nilai 27.

 

Dalam primbon Jawa, hasil tersebut masuk dalam kategori "Satriya Wirang".

 

Istilah ini menggambarkan kondisi ketika seseorang berpotensi menerima fitnah atau tuduhan dari lingkungan sekitar.

 

Pasangan dapat menjadi bahan pembicaraan tetangga atau kerabat meskipun tuduhan tersebut belum tentu benar.

 

Meski demikian, kondisi tersebut disebut tidak selalu berdampak buruk terhadap rezeki.

 

Sebaliknya, pasangan dengan kategori Satriya Wirang justru disebut masih memiliki peluang memperoleh rezeki yang baik.

Baca Juga: Rahasia Weton Pon Menurut Primbon Jawa: Jangan Usir Burung Perkutut yang Masuk Rumah, Ini Makna Spiritualnya

Minggu Pon dan Jumat Pahing Disebut Rentan Berpisah

 

Kombinasi weton Jumat Pahing dan Minggu Pon juga mendapat perhatian.

 

Dalam penjelasan tersebut, pasangan ini dikaitkan dengan istilah "langkah" atau "gotong".

 

Hubungan dengan hasil perhitungan tersebut disebut cukup berat untuk dijalani.

 

Bahkan disebutkan bahwa apabila pasangan tidak memiliki kesiapan dan ketahanan yang kuat, hubungan berpotensi berakhir dengan perpisahan.

 

Pasaran Wage dan Kliwon Dinilai Penting dalam Perjodohan

 

Selain membahas pasangan tertentu, penjelasan tersebut juga menyinggung pentingnya pasaran dalam menentukan kecocokan jodoh.

 

Beberapa weton disebut lebih baik apabila dipasangkan dengan pasaran tertentu, seperti Wage atau Kliwon.

 

Contohnya, seseorang yang memiliki weton Senen Wage disebut dapat mencari pasangan dengan pasaran Kliwon.

 

Namun, perhitungan tersebut tetap dipandang sebagai bagian dari tradisi dan pedoman budaya masyarakat Jawa.

 

Hingga kini, hitungan perjodohan weton masih banyak dipelajari dan digunakan oleh sebagian masyarakat sebelum mengambil keputusan menuju jenjang pernikahan.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
Sumber : lintangbimosekti2581, You Tube, DIOLAH
Primbon Jawa Perjodohan Perjodohan Weton Jawa Hitungan Weton Jodoh Kecocokan Weton Pernikahan Cara Menghitung Weton Jodoh Jawa