Primbon Perjodohan Weton Jawa: Ada Pasangan Banyak Rezeki Meski Sering Bertengkar

Ingge Nayla Ayu Karina • Dipublikasikan Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:40 WIB
Primbon perjodohan weton Jawa menyebut ada pasangan yang banyak rezeki meski sering bertengkar. Simak hitungan lengkapnya.
Primbon perjodohan weton Jawa menyebut ada pasangan yang banyak rezeki meski sering bertengkar. Simak hitungan lengkapnya.

 

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Primbon perjodohan weton Jawa masih menjadi rujukan sebagian masyarakat untuk melihat kecocokan pasangan sebelum menikah. Melalui perhitungan neptu hari dan pasaran, karakter rumah tangga hingga potensi rezeki pasangan dipercaya dapat diperkirakan.

 

Dalam pembahasan mengenai perjodohan weton, sejumlah kombinasi hari kelahiran dijelaskan beserta kemungkinan kehidupan rumah tangganya.

 

Beberapa pasangan disebut memiliki peluang hidup harmonis, sementara pasangan lainnya diperkirakan menghadapi lebih banyak ujian.

 

Jumat Pahing dan Setu Pon Dinilai Masih Cocok

 

Salah satu pasangan yang dibahas adalah Jumat Pahing dengan Setu Pon.

 

Jumat Pahing memiliki jumlah neptu 15, sedangkan Setu Pon memiliki neptu 16.

 

Menurut perhitungan primbon, kedua weton tersebut masih dapat dipersatukan dalam pernikahan.

 

Namun, hubungan keduanya disebut berpotensi diwarnai banyak cekcok dan perbedaan pendapat.

 

Meski sering mengalami pertengkaran kecil, pasangan dengan kombinasi weton ini dinilai tidak mudah berpisah.

 

Dalam penjelasan tersebut, justru disebutkan bahwa rezeki pasangan ini tergolong baik dan cenderung lancar.

 

Karena itu, meski sering terjadi perselisihan, rumah tangga mereka disebut tetap dapat bertahan.

 

Jumat Pon dan Setu Pon Berpotensi Mengalami Hambatan

 

Kombinasi lain yang dibahas adalah Jumat Pon dan Setu Pon.

 

Jumat Pon memiliki neptu 13, sedangkan Setu Pon bernilai 16.

 

Pasangan ini disebut masih bisa menjalani hubungan, tetapi terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan.

 

Salah satunya adalah munculnya sifat malas atau kurang semangat dalam bekerja.

 

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kehidupan ekonomi rumah tangga.

 

Apabila tidak mampu mengelola persoalan tersebut, hubungan keduanya disebut berpotensi mengalami keretakan.

 

Bahkan dalam penjelasan itu disebutkan kemungkinan terjadinya perpisahan apabila pasangan tidak memiliki komitmen yang kuat.

 

Hari dan Pasaran Sama Dinilai Kurang Mendorong Kemajuan Ekonomi

 

Pembahasan juga menyinggung pasangan yang memiliki hari dan pasaran yang sama.

 

Menurut primbon Jawa, kondisi tersebut kurang ideal apabila dilihat dari sisi perkembangan ekonomi.

 

Pasangan dengan weton yang sama disebut cenderung menjalani kehidupan yang santai dan tenang.

 

Dalam istilah Jawa kuno, kondisi ini dikenal dengan sebutan "Gedhang Sedapur".

 

Artinya, rumah tangga cenderung rukun dan jarang mengalami konflik besar.

 

Namun, pasangan juga disebut kurang memiliki dorongan kuat untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga.

 

Setu Legi dan Jumat Kliwon Disebut Masih Bisa Dijalani

 

Pasangan weton Setu Legi dan Jumat Kliwon juga termasuk dalam pembahasan.

 

Kedua weton tersebut sama-sama memiliki jumlah neptu 14.

 

Menurut perhitungan, hubungan keduanya masih dapat dilangsungkan.

 

Meski demikian, disebutkan terdapat syarat tertentu agar kehidupan rumah tangga dapat berjalan lebih baik.

 

Penjelasan tersebut tidak menguraikan secara rinci mengenai syarat yang dimaksud.

 

Rebo Pon dan Kemis Legi Masuk Kategori Satriya Wirang

 

Kombinasi Rebo Pon dan Kemis Legi menghasilkan jumlah hitungan 27.

 

Dalam primbon Jawa, hasil tersebut masuk kategori "Satriya Wirang".

 

Istilah tersebut menggambarkan kondisi ketika seseorang berpotensi menjadi bahan pembicaraan atau menerima fitnah dari lingkungan sekitar.

 

Pasangan dapat menghadapi berbagai tuduhan yang sebenarnya belum tentu benar.

 

Namun demikian, kategori Satriya Wirang tidak selalu dikaitkan dengan kesulitan ekonomi.

 

Sebaliknya, pasangan ini disebut masih memiliki peluang memperoleh rezeki yang baik.

 

Jumat Pahing dan Minggu Pon Dinilai Berat

 

Pasangan Jumat Pahing dan Minggu Pon juga turut dibahas.

Baca Juga: Jarang Diungkap! Ini Rahasia Weton Pon Menurut Primbon Jawa, Simak Keistimewaan Watak, Rezeki, dan Jodohnya

Dalam penjelasan tersebut, kombinasi keduanya dikaitkan dengan istilah "langkah" atau "gotong".

 

Hubungan dengan hasil hitungan ini disebut cukup berat untuk dijalani.

 

Apabila pasangan tidak memiliki ketahanan dan kesabaran yang kuat, hubungan mereka berpotensi berakhir dengan perpisahan.

 

Pasaran Tetap Menjadi Pertimbangan Penting

 

Selain melihat jumlah neptu, pasaran juga dianggap memiliki peran penting dalam perjodohan.

 

Beberapa weton disebut lebih cocok dipasangkan dengan pasaran tertentu, seperti Wage atau Kliwon.

 

Sebagai contoh, seseorang dengan weton Senen Wage disebut dapat mempertimbangkan pasangan yang memiliki unsur Kliwon.

 

Meski begitu, seluruh perhitungan tersebut tetap dipandang sebagai bagian dari tradisi dan warisan budaya Jawa.

 

Hingga kini, primbon perjodohan weton masih dipelajari dan digunakan oleh sebagian masyarakat sebagai bahan pertimbangan sebelum melangsungkan pernikahan.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
Sumber : lintangbimosekti2581, You Tube, DIOLAH
Hitungan Jodoh Menurut Weton Primbon Perjodohan Weton Jawa Kecocokan Weton Jawa Weton Jumat Pahing dan Sebtu Pon Ramaln Jodoh Primbon Jawa