RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Perjodohan weton Jawa hingga kini masih dipercaya sebagian masyarakat sebagai salah satu pedoman dalam melihat kecocokan pasangan sebelum menikah. Melalui hitungan neptu hari dan pasaran, masyarakat Jawa meyakini dapat mengetahui gambaran kehidupan rumah tangga, mulai dari rezeki, keharmonisan, hingga potensi konflik.
Dalam sebuah pembahasan mengenai primbon Jawa, beberapa kombinasi weton dibahas secara khusus. Ada pasangan yang diprediksi sering mengalami pertengkaran, tetapi justru memiliki keberuntungan dalam urusan ekonomi.
Selain itu, ada pula pasangan yang dinilai harmonis, namun kurang memiliki semangat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Jumat Pahing dan Setu Pon Disebut Banyak Cekcok
Salah satu kombinasi yang dibahas adalah pasangan Jumat Pahing dan Setu Pon.
Weton Jumat Pahing memiliki neptu 15, sedangkan Setu Pon mempunyai neptu 16.
Berdasarkan hitungan tersebut, pasangan ini dinilai masih dapat menjalani hubungan pernikahan.
Namun, kehidupan rumah tangga mereka disebut berpotensi diwarnai banyak perdebatan dan perselisihan kecil.
Meski demikian, pertengkaran tersebut dinilai tidak sampai membuat hubungan mudah berakhir.
Sebaliknya, pasangan dengan kombinasi weton ini justru disebut memiliki peluang rezeki yang baik.
Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa meski sering bertukar pendapat atau berselisih, kondisi ekonomi pasangan cenderung tetap berjalan lancar.
Jumat Pon dan Setu Pon Dinilai Kurang Menguntungkan
Kombinasi lain yang dibahas adalah Jumat Pon dan Setu Pon.
Jumat Pon memiliki jumlah neptu 13, sedangkan Setu Pon bernilai 16.
Pasangan ini disebut masih bisa dipersatukan, tetapi memiliki sejumlah tantangan yang cukup berat.
Salah satu hal yang disoroti adalah munculnya sifat malas atau kurang memiliki dorongan dalam bekerja.
Apabila kondisi tersebut tidak dapat diatasi, maka kehidupan rumah tangga dikhawatirkan mengalami berbagai persoalan.
Bahkan dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa hubungan pasangan berpotensi mengalami keretakan hingga berujung pada perpisahan.
Pasangan dengan Hari dan Pasaran Sama Cenderung Santai
Pembahasan juga menyinggung pasangan yang memiliki hari dan pasaran yang sama.
Dalam primbon Jawa, kondisi tersebut dianggap kurang baik dari sisi perkembangan ekonomi.
Meski demikian, hubungan pasangan biasanya berlangsung harmonis dan minim konflik.
Istilah yang digunakan dalam tradisi Jawa untuk kondisi ini adalah "Gedhang Sedapur".
Baca Juga: Ramai Kelas Metafisika Weton Viral! Cara Hitung Jodoh, Rezeki, dan Karakter Jadi Sorotan
Maknanya, pasangan hidup dengan suasana yang tenang, damai, dan penuh kerukunan.
Namun, kehidupan rumah tangga mereka disebut cenderung berjalan santai tanpa memiliki ambisi besar dalam meningkatkan taraf ekonomi.
Setu Legi dan Jumat Kliwon Masih Bisa Dijalani
Pasangan weton Setu Legi dan Jumat Kliwon juga turut dibahas.
Kedua weton tersebut sama-sama memiliki jumlah neptu 14.
Menurut hitungan primbon, hubungan keduanya masih dapat dilanjutkan menuju pernikahan.
Meski demikian, disebutkan bahwa terdapat syarat tertentu yang perlu diperhatikan agar rumah tangga dapat berjalan lebih baik.
Namun, syarat tersebut tidak dijelaskan secara rinci dalam pembahasan.
Rebo Pon dan Kemis Legi Masuk Kategori Satriya Wirang
Kombinasi Rebo Pon dan Kemis Legi menghasilkan hitungan 27.
Dalam primbon Jawa, hasil tersebut dikenal dengan istilah "Satriya Wirang".
Kategori ini menggambarkan kondisi ketika pasangan berpotensi menjadi bahan pembicaraan atau menerima tuduhan dari lingkungan sekitar.
Mereka dapat mengalami fitnah atau penilaian negatif dari orang lain meskipun belum tentu sesuai kenyataan.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak selalu berdampak pada ekonomi keluarga.
Sebaliknya, pasangan dengan kategori Satriya Wirang disebut masih memiliki peluang memperoleh rezeki yang cukup baik.
Jumat Pahing dan Minggu Pon Dinilai Berat
Kombinasi weton Jumat Pahing dengan Minggu Pon juga mendapat perhatian.
Dalam penjelasan tersebut, pasangan ini dikaitkan dengan istilah "langkah" atau "gotong".
Hubungan keduanya disebut membutuhkan kesiapan dan kesabaran lebih besar dibanding kombinasi weton lainnya.
Apabila pasangan tidak mampu menghadapi berbagai persoalan yang muncul, hubungan tersebut disebut berpotensi mengalami perpisahan.
Pasaran Menjadi Faktor Penting dalam Perjodohan
Selain jumlah neptu, unsur pasaran juga dianggap penting dalam menentukan kecocokan pasangan.
Beberapa weton disebut lebih baik dipasangkan dengan pasaran tertentu, seperti Wage atau Kliwon.
Karena itu, perhitungan weton dalam primbon Jawa tidak hanya melihat hari kelahiran, tetapi juga mempertimbangkan unsur pasaran secara keseluruhan.
Hingga saat ini, hitungan perjodohan weton masih dipelajari oleh sebagian masyarakat Jawa sebagai salah satu bentuk pelestarian tradisi leluhur dan pedoman dalam menentukan pasangan hidup.
Editor : Ingge Nayla Ayu KarinaSumber : lintangbimosekti2581, You Tube, DIOLAH