RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Nogo Dino menurut Primbon Jawa masih menjadi salah satu perhitungan tradisional yang dikenal luas di tengah masyarakat Jawa. Kepercayaan ini berkaitan dengan arah keberadaan naga hari yang diyakini berubah setiap hari dan sering dijadikan pertimbangan sebelum melakukan perjalanan atau urusan penting.
Dalam tradisi Jawa, selain mengenal weton dan pasaran, masyarakat juga akrab dengan istilah Nogo Dino, Nogo Rijal, serta Nogo Pekan. Ketiga istilah tersebut dipercaya memiliki posisi tertentu sesuai hari maupun pasaran Jawa.
Sebagian masyarakat meyakini bahwa arah tempat berdiamnya naga sebaiknya tidak dijadikan tujuan utama ketika hendak bepergian atau mengerjakan sesuatu yang dianggap penting.
Meski demikian, tidak semua orang menjadikannya sebagai pedoman. Bagi sebagian lainnya, perhitungan ini lebih dipandang sebagai warisan budaya leluhur yang masih terus dilestarikan hingga sekarang.
Mengenal Makna Nogo Dino dalam Tradisi Jawa
Nogo Dino atau naga hari merupakan istilah yang merujuk pada arah tertentu berdasarkan hari dalam penanggalan Jawa.
Kepercayaan ini telah berkembang sejak lama dan masih sering dibahas dalam berbagai kajian Primbon Jawa.
Masyarakat yang masih memegang tradisi tersebut biasanya akan memperhitungkan arah Nogo Dino sebelum bepergian, membuka usaha, maupun menjalankan kegiatan yang dianggap penting.
Tujuannya adalah untuk menghindari arah yang diyakini kurang baik pada hari tertentu.
Daftar Arah Nogo Dino Setiap Hari
Menurut penjelasan dalam Primbon Jawa, posisi Nogo Dino berbeda-beda setiap harinya.
Pada hari Minggu, naga hari diyakini berada di arah selatan.
Kemudian pada hari Senin, posisinya berpindah ke barat daya.
Hari Selasa, Nogo Dino berada di arah barat.
Selanjutnya pada hari Rabu, arah naga hari berada di barat laut.
Sementara itu, pada hari Kamis, posisinya berada di utara atau timur laut.
Kemudian pada hari Jumat, naga hari berada di arah timur.
Sedangkan pada hari Sabtu, arah Nogo Dino berada di tenggara.
Perubahan arah tersebut dipercaya berlangsung secara terus-menerus mengikuti pergantian hari.
Letak Nogo Rijal Berdasarkan Hari
Selain Nogo Dino, masyarakat Jawa juga mengenal perhitungan Nogo Rijal.
Posisi Nogo Rijal juga berubah sesuai hari yang sedang berlangsung.
Pada hari Senin, Nogo Rijal berada di selatan.
Hari Selasa berada di tenggara.
Kemudian pada hari Rabu, posisinya berada di timur.
Pada hari Kamis, arah Nogo Rijal berada di timur laut.
Selanjutnya pada hari Jumat berada di utara.
Hari Sabtu berada di barat.
Sedangkan pada hari Minggu, posisinya berada di barat daya.
Perhitungan ini sering digunakan bersamaan dengan perhitungan Nogo Dino.
Arah Nogo Pekan atau Naga Pasaran
Selain berdasarkan hari, Primbon Jawa juga mengenal perhitungan naga berdasarkan pasaran.
Perhitungan ini disebut Nogo Pekan atau naga pasaran.
Pada pasaran Kliwon, posisi naga pekan berada di tengah.
Kemudian pada pasaran Legi, arah naga berada di timur.
Pasaran Pahing menempatkan naga di selatan.
Sedangkan pada pasaran Pon, posisi naga berada di barat.
Adapun pada pasaran Wage, naga pasaran diyakini berada di utara.
Perhitungan tersebut menjadi bagian dari sistem penanggalan Jawa yang cukup kompleks dan masih dipelajari hingga kini.
Masih Menjadi Bagian Warisan Budaya Jawa
Baca Juga: Letak Nogo Dino Menurut Primbon Jawa, Ini Arah Naga Hari dan Naga Pasaran Setiap Hari
Kepercayaan mengenai Nogo Dino, Nogo Rijal, dan Nogo Pekan menunjukkan kekayaan tradisi masyarakat Jawa dalam membaca pertanda dan menentukan waktu maupun arah dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi sebagian masyarakat, perhitungan tersebut masih digunakan sebagai pedoman.
Namun bagi sebagian lainnya, pengetahuan tentang naga hari lebih dipahami sebagai warisan budaya yang perlu dijaga dan dipelajari.
Terlepas dari perbedaan pandangan tersebut, keberadaan Primbon Jawa tetap menjadi bagian penting dari tradisi dan identitas budaya masyarakat Jawa yang diwariskan secara turun-temurun.
Editor : Ingge Nayla Ayu KarinaSumber : Wito Kodok Ijo, You Tube, DIOLAH