Asal Usul Nama Malang Ternyata Berkaitan dengan Serangan Mataram, Ini Kisahnya

Agnes Adelia Hernanda • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 08:10 WIB
Asal usul nama Malang dikaitkan dengan serangan Mataram. Benarkah namanya berasal dari kisah pasukan Sultan Agung?
Asal usul nama Malang dikaitkan dengan serangan Mataram. Benarkah namanya berasal dari kisah pasukan Sultan Agung?

 

MALANG - Asal usul nama Malang memiliki sejumlah versi yang berkaitan dengan sejarah panjang wilayah Jawa Timur. Salah satu kisah yang berkembang menghubungkan nama Malang dengan ekspansi Kerajaan Mataram di bawah Sultan Agung ke wilayah Jawa Timur. Dalam cerita tersebut, pasukan Mataram menghadapi medan berat dan perlawanan masyarakat setempat hingga wilayah Malang dianggap sebagai penghalang laju pasukan.
Kota Malang saat ini menjadi salah satu wilayah penting di Jawa Timur. Wilayah ini juga dikenal sebagai bagian dari kawasan Malang Raya. Di balik perkembangan kota tersebut, sejarah mengenai asal-usul namanya masih menjadi pembahasan karena terdapat beberapa pendapat yang berkembang di kalangan sejarawan.
Asal Usul Nama Malang dan Malangkucecwara
Salah satu nama yang erat dengan sejarah Malang adalah Malangkucecwara. Pemerintah Kota Malang mencatat Malangkucecwara sebagai salah satu hipotesis asal-usul nama daerah tersebut. Nama itu ditemukan dalam prasasti yang berasal dari masa Raja Balitung, termasuk Prasasti Mantyasih tahun 907 dan prasasti lainnya yang ditemukan di wilayah antara Surabaya dan Malang.

Baca Juga: Jakarta Jober 2026 Buka 3.857 Lowongan Kerja dari 37 Perusahaan


Dalam lambang Kota Malang, semboyan Malangkucecwara memiliki makna “Tuhan menghancurkan yang bathil, menegakkan yang benar”. Semboyan tersebut mulai digunakan pada 1964 dan berkaitan dengan sejarah panjang Kota Malang.
Namun, ada pula kisah rakyat yang menghubungkan nama Malang dengan ekspansi Mataram. Cerita tersebut menempatkan Sultan Agung sebagai tokoh penting dalam perjalanan sejarah penamaan wilayah ini.
Pasukan Sultan Agung Hadapi Medan Berat
Sekitar empat abad lalu, Sultan Agung dari Mataram memiliki ambisi memperluas pengaruh ke berbagai wilayah di Pulau Jawa. Jawa Timur menjadi salah satu kawasan yang menjadi sasaran ekspansi. Dalam kisah yang dikutip dalam transkrip, pasukan Mataram kemudian bergerak menuju wilayah sekitar Surabaya dan Malang.

Baca Juga: 6 Aplikasi Pencari Kerja Terbaik, Ada Fitur CV hingga Chat HRD

 

Pasukan yang dikirim berjumlah sekitar 8.000 orang dan dibagi menjadi tiga kelompok. Mereka menempuh jalur selatan, jalur utara, serta jalur tengah. Kelompok yang melewati jalur tengah dipimpin Tumenggung Alap-alap.
Perjalanan kelompok tersebut ternyata tidak mudah. Mereka harus melewati kawasan pegunungan yang membentang dari utara ke selatan. Beberapa gunung yang disebut dalam kisah tersebut antara lain Gunung Penanggungan, Arjuno, Anjasmoro, Kawi, dan Kelud.

Baca Juga: Cara Daftar Kartu Prakerja Lewat HP, Simak Langkah Buat Akun hingga Login


Selain medan pegunungan, pasukan juga harus melewati dua sungai besar, yakni Sungai Metro dan Sungai Brantas. Rangkaian kondisi alam tersebut membuat perjalanan pasukan Mataram semakin berat.
Ribuan Pohon Menghalangi Jalan
Ketika memasuki wilayah Malang, pasukan Tumenggung Alap-alap kembali menghadapi hambatan. Jalan yang mereka lalui disebut tertutup oleh ribuan pohon tumbang.
Pasukan harus terlebih dahulu membersihkan pepohonan tersebut agar perjalanan dapat dilanjutkan. Setelah berhasil melewati rintangan itu, mereka masih menghadapi perlawanan dari pasukan lokal Malang yang dipimpin Bupati Malang saat itu, Ronggo Sukmo.

Baca Juga: PPG Kemenag 2026, Kuota 356 Ribu, Pendaftaran Disebut Mulai 1 April


Jumlah pasukan Malang disebut lebih sedikit dibandingkan pasukan Mataram. Namun, kondisi geografis Malang menjadi keuntungan bagi pihak setempat. Medan yang sulit membuat pasukan Mataram mengalami kelelahan sebelum menghadapi pertahanan masyarakat Malang.
Mengapa Disebut Malang?
Dalam versi cerita tersebut, perlawanan dan kondisi alam yang menjadi penghalang perjalanan pasukan Mataram kemudian dikaitkan dengan penggunaan nama Malang. Kata “malang” dalam bahasa Jawa dapat berkaitan dengan makna menghalangi atau menjadi rintangan.

Meski demikian, kisah Mataram bukan satu-satunya penjelasan mengenai asal usul nama Malang. Pemerintah Kota Malang menyebut para ahli masih memiliki sejumlah hipotesis mengenai asal nama tersebut. Bahkan, sebuah prasasti tembaga yang ditemukan di wilayah Bantaran, Wlingi, memuat nama Malang dan menjadi salah satu bukti bahwa penggunaan nama Malang telah dikenal setidaknya sejak abad ke-12.

Baca Juga: Kartu Prakerja Beralih ke Kementerian Ketenagakerjaan, Tunggu Proses Transisi


Karena itu, sejarah asal usul nama Malang tidak hanya berkaitan dengan satu cerita. Kisah ekspansi Mataram menjadi salah satu cerita yang diwariskan, sementara jejak prasasti dan nama Malangkucecwara menunjukkan sejarah yang jauh lebih panjang.

Baca Juga: PPG Daljab Kemenag 2026, Guru Wajib Cek EMIS dan SIAGA Sebelum Terlambat

Course: YouTube @sinau_sejarah

Editor : Agnes Adelia Hernanda
#Asal Usul Nama Malang #Sultan Agung #Kerajaan Mataram #Kota Malang #Malangkucecwara