Sejarah Kota Malang: Dari Kerajaan Kanjuruhan hingga Jadi Kota Modern

Agnes Adelia Hernanda • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 08:00 WIB
Sejarah Kota Malang menyimpan jejak Kanjuruhan, Singhasari, kolonial hingga perjuangan kemerdekaan. Simak kisah lengkapnya.
Sejarah Kota Malang menyimpan jejak Kanjuruhan, Singhasari, kolonial hingga perjuangan kemerdekaan. Simak kisah lengkapnya.

 

MALANG - Sejarah Kota Malang ternyata memiliki perjalanan panjang yang bermula jauh sebelum kota ini berkembang seperti sekarang. Jejaknya dapat ditelusuri dari Kerajaan Kanjuruhan, pengaruh Singhasari dan Majapahit, perubahan pada masa Mataram, hingga pembentukan kota pada era kolonial dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Setiap periode meninggalkan warisan yang ikut membentuk identitas Malang hingga saat ini.
Kanjuruhan Jadi Awal Peradaban Malang
Salah satu bukti penting dalam sejarah Kota Malang adalah Prasasti Dinoyo yang bertahun 682 Saka atau 760 Masehi. Prasasti tersebut menjadi petunjuk keberadaan Kerajaan Kanjuruhan di kawasan sekitar Malang.
Prasasti itu menyebut seorang raja bernama Dewasimha atau Dewa Simha serta putranya, Limwa, yang kemudian bergelar Gajayana. Pada masa pemerintahan Gajayana, Kanjuruhan disebut mengalami perkembangan penting.

Baca Juga: Jakarta Jober 2026 Buka 3.857 Lowongan Kerja dari 37 Perusahaan


Gajayana juga dikaitkan dengan pembangunan tempat pemujaan untuk Resi Agastya. Bangunan yang awalnya terbuat dari kayu kemudian digantikan dengan bangunan batu dan dilengkapi arca. Jejak tersebut menunjukkan berkembangnya kehidupan keagamaan dan kebudayaan di wilayah Malang pada masa awal.
Malang dalam Pengaruh Singhasari dan Majapahit
Berabad-abad kemudian, kawasan Malang kembali berada dalam lingkup kekuasaan kerajaan besar di Jawa Timur. Singhasari berkembang di wilayah Tumapel dan memiliki kedekatan geografis dengan kawasan Malang.
Masa Singhasari menjadi salah satu periode penting dalam sejarah kawasan ini. Terlebih ketika Kertanegara memimpin kerajaan dan memperluas pengaruhnya. Berbagai peninggalan seperti Candi Singosari dan Candi Jago menjadi bukti perkembangan arsitektur, keagamaan, dan kebudayaan pada masa tersebut.

Baca Juga: 6 Aplikasi Pencari Kerja Terbaik, Ada Fitur CV hingga Chat HRD


Setelah Singhasari runtuh pada 1292, wilayah tersebut masuk dalam kekuasaan Majapahit. Malang tetap menjadi kawasan penting karena kondisi tanahnya yang subur serta posisinya di pedalaman Jawa Timur.
Masyarakat menjalankan aktivitas pertanian, perdagangan lokal, dan kehidupan keagamaan yang berkembang pada masa Hindu-Buddha. Ketika Majapahit mengalami kemunduran, lanskap politik Jawa Timur kembali berubah.
Munculnya Beragam Teori Asal Nama Malang
Perubahan kekuasaan kemudian membawa wilayah Malang bersentuhan dengan pengaruh Mataram Islam. Periode ini juga melahirkan berbagai cerita mengenai asal-usul nama Malang.

Baca Juga: Cara Daftar Kartu Prakerja Lewat HP, Simak Langkah Buat Akun hingga Login


Salah satu teori mengaitkannya dengan istilah Malangkuçeçwara, yang kemudian menjadi bagian penting dari identitas Kota Malang. Ada pula cerita yang menghubungkan nama Malang dengan rintangan yang dihadapi pasukan dari luar ketika memasuki kawasan tersebut.
Teori lain mengaitkan kata Malang dengan makna geografis seperti melintang atau berada di tengah. Karena sumber dan penafsirannya beragam, asal-usul nama Malang hingga kini memiliki sejumlah versi yang berkembang di masyarakat.
Malang Berubah Menjadi Kota Kolonial
Memasuki masa kolonial, perubahan Malang berlangsung semakin cepat. Pemerintah kolonial mengembangkan administrasi, jalan, perkebunan, serta berbagai fasilitas yang menunjang kegiatan ekonomi.

Baca Juga: PPG Kemenag 2026, Kuota 356 Ribu, Pendaftaran Disebut Mulai 1 April


Perkembangan tersebut semakin terlihat pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Kereta api, jalan, kawasan permukiman, bangunan pemerintahan, hingga fasilitas perdagangan mulai membentuk wajah kota.
Pada 1 April 1914, Malang ditetapkan sebagai Gemeente atau kotapraja. Status tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam pembentukan Malang sebagai kota. Beberapa tahun kemudian, pada 1919, Malang memiliki wali kota pertamanya, H.I. Bussemaker.
Dari Perjuangan Kemerdekaan hingga Kota Pendidikan
Perjalanan Malang tidak berhenti pada perkembangan masa kolonial. Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Malang turut menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Seiring berjalannya waktu, Malang berkembang sebagai pusat pendidikan, perdagangan, industri, dan pariwisata di Jawa Timur. Bangunan kolonial, peninggalan kerajaan, serta berbagai kawasan bersejarah masih menjadi bagian dari wajah kota.

Baca Juga: PPG Daljab Kemenag 2026, Guru Wajib Cek EMIS dan SIAGA Sebelum Terlambat


Kini, Malang dikenal sebagai kota yang terus berkembang tanpa sepenuhnya meninggalkan jejak masa lalu. Dari Kanjuruhan, Singhasari, Majapahit, masa kolonial, hingga era kemerdekaan, seluruh lapisan tersebut menjadi bagian dari sejarah Kota Malang yang panjang dan beragam.
3. Deskripsi (Meta Description)
Sejarah Kota Malang menyimpan jejak Kanjuruhan, Singhasari, kolonial hingga perjuangan kemerdekaan. Simak kisah lengkapnya.

Baca Juga: Kartu Prakerja Beralih ke Kementerian Ketenagakerjaan, Tunggu Proses Transisi

Course: YouTube @PayungSejarah

Editor : Agnes Adelia Hernanda
#Sejarah Malang #Kerajaan Kanjuruhan #Malangkucecwara #Kerajaan Singhasari #Sejarah Kota Malang