RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM - Hitungan weton dalam tradisi Jawa tidak hanya digunakan untuk melihat karakter seseorang. Dalam pembahasan kelas metafisika, weton juga disebut dapat digunakan untuk membaca peruntungan, rezeki, jodoh, arah rumah, tempat usaha, pertanian hingga pelayaran.
Pembahasan tersebut menggunakan kombinasi hari lahir dan pasaran sebagai dasar perhitungan. Setiap hari dan pasaran memiliki angka atau ketetapan tertentu yang kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan hitungan weton.
Dasar Hitungan Weton
Dalam pembahasan tersebut, terdapat dua komponen utama dalam hitungan weton. Pertama adalah tujuh hari, yakni Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu.
Komponen kedua adalah pasaran Jawa atau yang disebut pancawarna. Pasaran tersebut terdiri dari Kliwon, Legi, Pahing, Pon, dan Wage.
Nilai dari hari dan pasaran kemudian digunakan dalam perhitungan. Materi tersebut menyebut angka-angka itu sebagai ketetapan yang menjadi dasar untuk berbagai analisis weton.
Pembahasan juga mengaitkan konsep tersebut dengan arah mata angin, pusat atau pancer, serta perputaran 360 derajat. Perhitungan kemudian disusun dalam bentuk angka, baris, dan kolom untuk mendapatkan hasil yang akan diinterpretasikan.
Baca Juga: Karakter Weton Berdasarkan Hari Lahir, Ini Watak Menurut Jumlah Neptu
Hitungan Weton untuk Melihat Rezeki
Salah satu bagian yang dibahas adalah hubungan hasil hitungan dengan rezeki seseorang. Salah satu kategori yang disebut adalah Sri, yang digambarkan berkaitan dengan sifat asih atau pengasihan.
Orang yang masuk kategori tersebut disebut memiliki karakter yang mudah disukai banyak orang dan dapat menjadi pusat perhatian. Karena rezekinya dikaitkan dengan koneksi, kemampuan membangun jaringan atau networking disebut menjadi salah satu hal penting.
Namun, karakter seperti tanggung jawab, dapat dipercaya, dan memiliki pendirian juga ditekankan. Jika seseorang dianggap tidak memiliki karakter kuat atau mudah mengkhianati kepercayaan, hal tersebut disebut dapat menjadi hambatan bagi rezekinya.
Kategori lain menggambarkan seseorang yang memiliki bakat istimewa sejak lahir sehingga dapat menunjang kehidupannya. Orang dalam kategori tersebut juga disebut perlu tetap rendah hati ketika mendapatkan posisi tinggi atau keberhasilan.
Pembahasan juga menekankan bahwa rezeki tidak selalu harus diukur dari jumlah uang. Kelancaran kesehatan, pekerjaan, kesempatan, maupun hal lain juga dapat dipandang sebagai bentuk rezeki.
Hitungan Weton dan Peruntungan
Selain rezeki, terdapat kategori yang disebut Loro dan Pati. Loro dalam pembahasan tidak selalu dimaknai sebagai sakit secara fisik, tetapi dapat berkaitan dengan kesakitan batin, hubungan, kehidupan, atau berbagai cobaan.
Sementara itu, Pati disebut berkaitan dengan sesuatu yang mengalami “kematian”. Istilah tersebut tidak selalu berarti kematian seseorang. Dalam contoh yang diberikan, usaha yang bangkrut atau hubungan yang berakhir juga dapat dimaknai sebagai bentuk “kematian” dalam kehidupan.
Ketika mendapatkan hasil yang dianggap kurang baik, materi tersebut menyebut adanya upaya seperti tirakat, doa, lelaku, dan ruwatan sebagai bagian dari solusi dalam tradisi yang dibahas.
Baca Juga: Hitungan Weton Kelipatan 7 untuk Jodoh, Padu, Pegat, Pati, Gunung hingga Ratu
Weton untuk Membaca Kecocokan Pasangan
Hitungan weton juga disebut dapat digunakan untuk membaca hubungan pasangan. Salah satu dasar yang akan digunakan adalah kelipatan tujuh, dengan beberapa hasil seperti Jodoh, Padu, Pegat, Pati, Gunem, dan Ratu.
Namun, pembahasan tersebut belum menguraikan seluruh rumus dan cara membaca hasilnya secara lengkap. Materi berikutnya disebut akan membahas perhitungan pasangan dengan contoh tanggal lahir sehingga peserta dapat mencoba menghitung kecocokan asmara dan peruntungannya.
Hitungan weton juga disebut dapat digunakan untuk menentukan hari pernikahan.
Meski demikian, materi tersebut menekankan bahwa hasil hitungan weton bukan akhir dari segalanya. Ketika hasilnya dianggap kurang sesuai, pasangan tetap diarahkan untuk tidak berkecil hati.
Doa, kekuatan pribadi, serta restu orang tua disebut sebagai hal yang sangat penting dalam menentukan kehidupan pasangan. Karena itu, weton ditempatkan sebagai rambu atau bahan pertimbangan, bukan sesuatu yang harus dipercaya 100 persen.
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : Pinterest