Mohammad Hatta dan Kisah di Balik Sosok yang Tak Bisa Dipisahkan dari Soekarno

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 21:20 WIB
Mohammad Hatta bukan sekadar proklamator. Simak kisah kecintaan pada buku, perjuangan, dan hubungannya dengan Soekarno (Pinterest).
Mohammad Hatta bukan sekadar proklamator. Simak kisah kecintaan pada buku, perjuangan, dan hubungannya dengan Soekarno (Pinterest).

RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOSCOM - Mohammad Hatta merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Namanya tidak hanya melekat sebagai Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, tetapi juga sebagai tokoh yang mendampingi Soekarno dalam memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Di balik perannya dalam sejarah politik Indonesia, Hatta dikenal memiliki kecintaan yang sangat besar terhadap buku dan dunia pemikiran. Kegemaran membaca itu bahkan disebut sudah tumbuh sejak masa kecil.

Sebuah kisah yang banyak diceritakan tentang Hatta menyebutkan bahwa ia mendapatkan tiga buku dari pamannya. Dari buku tersebut, Hatta seolah dapat menjelajah berbagai tempat dan mengenal pemikiran tokoh-tokoh dari berbagai penjuru dunia.

Kebiasaan membaca itu kemudian menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Saat berada di Belanda untuk menempuh pendidikan, Hatta tetap aktif membaca sekaligus terlibat dalam pergerakan politik mahasiswa Indonesia.

Baca Juga: 10 Wisata Kota Batu yang Unik, Ada BNS, Museum Angkut hingga Alun-Alun

Mohammad Hatta dan Perhimpunan Indonesia

Di Belanda, Hatta bergabung dengan Perhimpunan Indonesia, organisasi yang menjadi salah satu wadah perjuangan mahasiswa Indonesia di luar negeri. Aktivitas Hatta tidak hanya dilakukan melalui organisasi, tetapi juga lewat tulisan dan pemikiran politik.

Hatta ikut menyuarakan gagasan tentang kemerdekaan Indonesia ketika kolonialisme masih berlangsung. Perjuangan tersebut kemudian membawanya berhadapan dengan pemerintah Belanda.

Hatta ditangkap dan menjalani proses persidangan. Dalam pembelaannya yang kemudian dikenTambahal dengan judul Indonesia Merdeka, ia menyampaikan gagasan mengenai perjuangan Indonesia untuk mencapai kemerdekaan.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan politik Hatta. Ia kemudian terus terlibat dalam perjuangan kemerdekaan hingga akhirnya menjadi salah satu tokoh utama dalam sejarah Republik Indonesia.

Baca Juga: Soekarno: Masa Kecil, Perjuangan, Politik hingga Akhir Hayat Sang Proklamator

Mohammad Hatta dan Soekarno

Nama Mohammad Hatta tidak dapat dipisahkan dari Soekarno. Keduanya kemudian dikenal sebagai pasangan yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Arsip Nasional Republik Indonesia mencatat bahwa Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan dengan didampingi Mohammad Hatta di Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Sehari setelah proklamasi, Hatta dipilih sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama.

Hubungan keduanya tidak selalu berjalan tanpa perbedaan pandangan. Dalam perjalanan politik setelah kemerdekaan, Soekarno dan Hatta memiliki sejumlah perbedaan mengenai arah pemerintahan dan kehidupan politik Indonesia.

ANRI mencatat bahwa perbedaan pandangan tersebut semakin terlihat menjelang pengunduran diri Hatta dari jabatan wakil presiden pada 1956. Perbedaan pemikiran mengenai sistem pemerintahan menjadi salah satu bagian dari latar belakang keputusan tersebut.

Meski berbeda pandangan, keduanya tetap tercatat sebagai dua tokoh yang memiliki posisi penting dalam sejarah lahirnya Republik Indonesia. Bahkan, dalam pameran arsip Mohammad Hatta pada 2024, Meutia Hatta menyebut Soekarno dan Hatta sebagai tokoh yang sehati dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Karena itu, Mohammad Hatta bukan sekadar nama yang berada di belakang Soekarno. Ia merupakan tokoh perjuangan dengan pemikiran dan peran sendiri, yang bersama Soekarno menjadi bagian penting dari sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Kisah Hatta juga menunjukkan bagaimana buku, pendidikan, organisasi, dan pemikiran politik menjadi bagian dari perjalanan seorang tokoh yang kemudian dikenal sebagai salah satu Proklamator Indonesia.

Catatan: Kisah tentang “16 peti buku” memang pernah diberitakan sebagai bagian dari cerita tentang kegemaran membaca Hatta, tetapi penyebutan “11 anak angkat” tidak digunakan karena sumber yang ditemukan menyebut konteks yang berbeda.

Baca Juga: Soekarno dan Akhir Demokrasi Terpimpin: Krisis Ekonomi, G30S hingga 1967

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : Pinterest
Proklamator Indonesia Perhimpunan Indonesia soekarno kemerdekaan indonesia mohammad hatta