Hari Sangar 2026 Menurut Petungan Jawa, Ada 7 Hari yang Dipantangkan

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 20:10 WIB
Hari Sangar 2026 dalam petungan Jawa mencakup versi Aboge dan Asapon, dengan sejumlah hari yang dipantangkan untuk urusan besar (Pinterest).
Hari Sangar 2026 dalam petungan Jawa mencakup versi Aboge dan Asapon, dengan sejumlah hari yang dipantangkan untuk urusan besar (Pinterest).

RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM- Hari Sangar 2026 menjadi salah satu pembahasan dalam tradisi petungan Jawa bagi masyarakat yang masih melestarikan warisan leluhur. Dalam penjelasan tersebut, terdapat sejumlah hari yang dianggap kurang baik atau dipantangkan untuk memulai urusan besar, seperti pernikahan, lamaran, pindah rumah, pembangunan, hingga membuka usaha. Perhitungan ini disampaikan melalui dua versi, yakni Aboge dan Asapon.

Dalam tradisi Jawa, hari sangar tidak serta-merta dimaknai sebagai hari yang pasti membawa bencana atau musibah. Pantangan tersebut lebih dipandang sebagai bentuk ikhtiar dan kehati-hatian berdasarkan ilmu titen yang diwariskan secara turun-temurun.

Kepercayaan mengenai hari sangar juga tidak bersifat mutlak. Masyarakat memiliki pilihan untuk mengikuti atau meninggalkannya sesuai dengan keyakinan masing-masing. Karena itu, pembahasan hari sangar lebih tepat dipahami sebagai bagian dari tradisi dan budaya Jawa.

Baca Juga: Arsip PNS di MyASN Belum Lengkap ? Ini Dokumen yang Harus Segera Diunggah

Hari Sangar 2026 Versi Aboge

Dalam perhitungan Aboge, terdapat empat kategori hari yang disebut dalam penjelasan tersebut. Pertama adalah galengan tahun, yang berkaitan dengan lahir atau dimulainya tahun. Untuk tahun yang dibahas, galengan tahun jatuh pada Kamis Legi.

Kamis Legi disebut sebagai hari yang tidak digunakan untuk memulai berbagai urusan besar oleh sebagian masyarakat yang mengikuti petungan tersebut. Berikutnya ada tali wangke, yakni tiga hari setelah 1 Suro. Dalam perhitungan Aboge, hari tersebut jatuh pada Sabtu Pon.

Kategori ketiga adalah sangar ing tahun atau tahun sangar yang disebut juga sebagai entek-entekane tahun. Hari ini jatuh pada Rabu Kliwon.

Sementara itu, kategori keempat adalah Jati Ngarang, yang berkaitan dengan awal 1 Suro pada tahun dal. Dalam perhitungan yang disampaikan, Jati Ngarang jatuh pada Sabtu Legi.

Dengan demikian, empat hari yang disebut dalam versi Aboge adalah Kamis Legi, Sabtu Pon, Rabu Kliwon, dan Sabtu Legi.

Hari Sangar Versi Asapon

Selain Aboge, terdapat perhitungan Asapon yang juga digunakan sebagian masyarakat Jawa. Dalam versi ini, galengan tahun jatuh pada Rabu Kliwon.

Kemudian, tali wangke jatuh pada Jumat Paing, sedangkan sangar ing tahun berada pada Selasa Wage. Untuk Jati Ngarang, hari yang disebut adalah Jumat Kliwon.

Hari-hari tersebut dianggap kurang baik untuk keperluan besar menurut tradisi yang dianut pelakunya. Beberapa kegiatan yang biasanya diperhatikan antara lain hajatan pernikahan, lamaran, pindah rumah, memulai pembangunan, membuka usaha baru, maupun kegiatan penting lainnya.

Perhitungan tersebut berlaku dalam rentang yang disebut mulai 1 Suro 2026 hingga menjelang 1 Suro 2027.

Pada akhirnya, pembahasan Hari Sangar 2026 merupakan bagian dari kearifan dan tradisi masyarakat Jawa. Bagi yang meyakininya, perhitungan tersebut dapat digunakan sebagai bentuk kehati-hatian ketika menentukan waktu untuk kegiatan besar.

Namun, masyarakat juga memiliki kebebasan untuk memiliki pandangan berbeda. Tradisi dapat dihormati tanpa harus dianggap sebagai sesuatu yang wajib dipercaya semua orang. Karena itu, memahami perbedaan budaya dan keyakinan menjadi bagian penting dalam menjaga keberagaman masyarakat.

Baca Juga: Cara Update Data Pribadi ASN dan Cetak Kartu ASN Virtual di MyASN

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : Pinterest
Aboge Asapon Petungan Jawa Hari Sangar 2026 Tradisi Jawa