Rabu Kliwon Disebut Punya Kekuatan Besar, Rezeki Justru Datang Setelah Usia 35 Tahun

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 18:55 WIB
Rabu Kliwon disebut punya intuisi kuat dan rezeki yang berkembang setelah melewati banyak ujian dalam hidup (Pinterest).
Rabu Kliwon disebut punya intuisi kuat dan rezeki yang berkembang setelah melewati banyak ujian dalam hidup (Pinterest).

RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM - Rabu Kliwon dalam penafsiran Primbon Jawa digambarkan sebagai weton dengan karakter kuat, intuisi tajam, dan perjalanan hidup yang tidak selalu mudah sejak usia muda. Dalam video tersebut, Rabu Kliwon disebut memiliki neptu 15 dan berada di bawah simbol lakuning srengenge atau perjalanan matahari, yang dikaitkan dengan kepemimpinan, kewibawaan, serta peluang keberhasilan yang datang setelah melewati berbagai ujian.

Pembahasan mengenai Rabu Kliwon tersebut bersumber dari penafsiran tradisi Primbon Jawa. Isi video tidak menyajikan prediksi ilmiah, melainkan menggambarkan karakter dan perjalanan hidup seseorang berdasarkan kepercayaan budaya Jawa.

Rabu Kliwon dan Lakuning Srengenge

Dalam video, pertemuan hari Rabu dengan pasaran Kliwon disebut memiliki nilai neptu 15. Kliwon sendiri disebut memiliki nilai 8. Jumlah tersebut kemudian dikaitkan dengan istilah lakuning srengenge, yang berarti perjalanan atau sifat seperti matahari.

Simbol tersebut menggambarkan seseorang yang dianggap mampu menjadi sumber cahaya, pemberi harapan, sekaligus memiliki kecenderungan menjadi pemimpin. Namun, sifat matahari juga memiliki sisi lain. Panasnya dapat menyengat apabila didekati tanpa kehati-hatian.

Rabu Kliwon juga disebut memiliki karakter yang tidak mudah terlihat dari luar. Sosoknya dapat tampak tenang, dingin, kaku, bahkan dianggap angkuh. Namun, menurut penafsiran dalam video, sikap tersebut justru menjadi bentuk perlindungan terhadap perasaan yang sangat sensitif.

Baca Juga: Mengapa Hubungan dengan Pelanggan Penting bagi Usaha Kuliner? Bukan Sekadar Menjual Makanan

Disebut Kuat Setelah Melewati Banyak Ujian

Video tersebut menggambarkan perjalanan hidup Rabu Kliwon seperti pohon jati. Berbeda dengan pohon pisang yang cepat tumbuh dan berbuah, tetapi memiliki batang lebih mudah ditebang, pohon jati membutuhkan waktu lebih panjang untuk tumbuh kuat.

Gambaran itu digunakan untuk menjelaskan kehidupan seseorang yang lahir pada Rabu Kliwon. Masa muda disebut dapat dipenuhi berbagai tekanan, termasuk persoalan keluarga, kegagalan usaha, hingga pengalaman buruk dalam hubungan asmara.

Namun, berbagai persoalan tersebut ditafsirkan sebagai proses pembentukan karakter. Rabu Kliwon disebut justru menjadi semakin kuat setelah berhasil melewati fase sulit dalam kehidupannya.

Dalam urusan rezeki, video tersebut juga menggunakan perumpamaan mesin diesel. Keberuntungan disebut tidak selalu datang secara cepat. Pada awalnya, seseorang mungkin membutuhkan waktu untuk membangun kehidupan dan mencapai kestabilan.

Menurut penafsiran tersebut, keberuntungan Rabu Kliwon dipercaya mulai berkembang lebih kuat setelah melewati usia 35 tahun hingga 40 tahun. Meski demikian, hal itu merupakan bagian dari kepercayaan Primbon Jawa dan bukan kepastian mengenai masa depan seseorang.

Disebut Memiliki Intuisi dan “Lidah Pahit”

Salah satu bagian yang menjadi perhatian dalam video adalah istilah “lidah pahit”. Rabu Kliwon disebut memiliki perkataan yang dipercaya mempunyai kekuatan tertentu. Karena itu, mereka diingatkan untuk berhati-hati ketika berbicara, terutama saat sedang marah atau berada dalam tekanan.

Selain itu, Rabu Kliwon digambarkan sebagai sosok pengamat yang pendiam. Mereka disebut mampu membaca gelagat seseorang dan memiliki intuisi kuat terhadap orang yang dianggap memiliki niat tidak baik.

Dalam hubungan pribadi, pengkhianatan disebut menjadi salah satu hal yang paling sulit diterima. Ketika kepercayaan sudah rusak, Rabu Kliwon digambarkan mampu memutus hubungan secara tegas.

Pada akhirnya, video mengaitkan karakter tersebut dengan filosofi satria pinandita, yakni sosok yang memiliki kekuatan seperti kesatria tetapi tetap membawa hati yang bijaksana. Prinsip Surodiro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti juga ditekankan sebagai pengingat agar kekuatan, kemarahan, dan kerasnya karakter dapat dilunakkan dengan kerendahan hati.

Baca Juga: SMAN 1 Situbondo Lolos Grand Final Surabaya, Jaga Sportivitas dan Suporter Meriah

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : Pinterest
rabu kliwon weton Rabu Kliwon neptu 15 Lakuning Srengenge Primbon Jawa