RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM- Cara menghitung weton jodoh dengan neptu dapat dilakukan dengan menjumlahkan nilai hari dan pasaran kelahiran kedua orang. Dalam tradisi Primbon Jawa, hasil penjumlahan tersebut kemudian digunakan untuk melihat kategori kecocokan seperti pegat, ratu, jodoh, topo, tinari, padu, sujanan, dan pesti.
Weton sendiri merupakan perpaduan antara hari dalam kalender Masehi dengan pasaran dalam kalender Jawa. Sementara itu, neptu adalah nilai angka yang melekat pada masing-masing hari dan pasaran.
Cara perhitungannya cukup sederhana. Namun, seseorang perlu mengetahui hari dan pasaran kelahirannya dengan tepat sebelum mulai menjumlahkan neptu.
Baca Juga: Cara Penyidik Menghitung Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi, Ini Peran Pemeriksaan Ahli
Nilai Neptu Hari dan Pasaran
Langkah pertama dalam cara menghitung weton jodoh adalah mengetahui nilai neptu setiap hari. Dalam perhitungan yang dijelaskan pada video, nilai tersebut terdiri dari Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9.
Sementara itu, nilai untuk lima pasaran Jawa adalah Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8.
Nilai hari dan pasaran tersebut nantinya dijumlahkan untuk mendapatkan neptu weton masing-masing orang.
Cari Weton dari Tanggal Lahir
Setelah mengetahui nilai neptu, langkah berikutnya adalah mencari hari dan pasaran kelahiran. Informasi tersebut dapat diketahui melalui kalender Jawa, aplikasi kalender Jawa, atau layanan konversi tanggal Masehi ke kalender Jawa.
Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada Senin Kliwon memiliki neptu hari Senin sebesar 4 dan neptu Kliwon sebesar 8.
Maka perhitungannya adalah 4 + 8 = 12. Angka 12 tersebut menjadi neptu weton orang pertama.
Perhitungan yang sama dilakukan terhadap pasangan untuk memperoleh angka neptu weton kedua.
Baca Juga: Mengapa Hubungan dengan Pelanggan Penting bagi Usaha Kuliner? Bukan Sekadar Menjual Makanan
Jumlahkan Neptu Kedua Pasangan
Setelah masing-masing neptu diketahui, kedua angka tersebut dijumlahkan. Misalnya, orang pertama memiliki neptu weton 12, sedangkan pasangannya mempunyai neptu 14.
Perhitungannya menjadi 12 + 14 = 26.
Angka akhir tersebut kemudian digunakan dalam sistem perhitungan Primbon Jawa untuk menentukan kategori hubungan.
Contoh Perhitungan Weton Jodoh
Contoh lainnya, pihak pertama lahir pada Rabu Legi. Nilai Rabu adalah 7 dan Legi adalah 5 sehingga jumlah neptunya menjadi 12.
Pihak kedua lahir pada Jumat Pahing. Nilai Jumat sebesar 6 dan Pahing sebesar 9. Total neptunya adalah 15.
Jika digabungkan, hasilnya 12 + 15 = 27.
Dalam siklus delapan kategori yang dijelaskan dalam video, angka 27 masuk kategori jodoh. Kategori tersebut dipercaya sebagai salah satu hasil yang baik dalam Primbon Jawa.
Meski begitu, hasil perhitungan sebaiknya tidak dianggap sebagai kepastian mengenai masa depan hubungan. Sumber Primbon dapat menggunakan rumus atau penamaan kategori yang sedikit berbeda sehingga hasilnya mungkin tidak selalu sama.
Pada akhirnya, keberlangsungan hubungan tetap dipengaruhi komunikasi, usaha, kepercayaan, dan komitmen kedua pasangan. Perhitungan weton dapat ditempatkan sebagai bagian dari tradisi atau bahan renungan, bukan satu-satunya dasar dalam menentukan masa depan sebuah hubungan.
Baca Juga: SMAN 1 Situbondo Lolos Grand Final Surabaya, Jaga Sportivitas dan Suporter Meriah
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : Pinterest