RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM - Petung perjodohan Jawa merupakan salah satu tradisi yang digunakan masyarakat Jawa untuk melihat kecocokan pasangan berdasarkan hari kelahiran. Perhitungan ini dipercaya dapat memberikan gambaran mengenai kehidupan rumah tangga setelah dua orang menjalani pernikahan.
Dalam tradisi masyarakat Jawa, kecocokan pasangan tidak hanya dilihat dari hubungan keduanya saat sebelum menikah. Hari kelahiran masing-masing calon pasangan juga dapat menjadi bagian dari perhitungan atau petung untuk membaca kemungkinan kehidupan rumah tangga.
Tradisi tersebut telah dikenal sejak zaman dahulu. Nenek moyang masyarakat Jawa menggunakan berbagai perhitungan sebagai salah satu cara untuk meramalkan kehidupan pasangan setelah menikah.
Meski demikian, hasil petung perjodohan merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat. Ramalan tersebut tidak dapat dijadikan kepastian mengenai masa depan sebuah rumah tangga.
Baca Juga: Rabu Kliwon Disebut Punya Kekuatan Besar, Rezeki Justru Datang Setelah Usia 35 Tahun
Petung Perjodohan Berdasarkan Hari Lahir
Dalam penjelasan mengenai petung perjodohan, pasangan yang memiliki hari kelahiran tertentu disebut mempunyai gambaran kehidupan rumah tangga yang berbeda.
Salah satunya adalah pasangan yang sama-sama lahir pada hari Minggu. Menurut petung tersebut, pasangan Minggu dan Minggu diramalkan akan menghadapi kehidupan rumah tangga yang sering mengalami sakit.
Sementara itu, pasangan yang lahir pada Minggu dan Senin juga disebut memiliki ramalan yang kurang baik. Kehidupan rumah tangga pasangan tersebut dipercaya akan sering mengalami kondisi sakit-sakitan.
Berbeda dengan kombinasi sebelumnya, pasangan yang lahir pada Minggu dan Selasa disebut memiliki gambaran kehidupan rumah tangga yang berkaitan dengan kondisi ekonomi. Menurut petung, pasangan ini diramalkan menjalani kehidupan rumah tangga dalam keadaan miskin.
Sedangkan pasangan yang lahir pada Minggu dan Rabu mendapatkan gambaran yang berbeda. Petung menyebut kehidupan rumah tangga mereka akan berjalan lancar, meskipun pasangan tersebut dipercaya akan menghadapi persoalan berupa fitnah dari orang lain.
Baca Juga: Senin Legi 2027 Diramal Jadi Tahun Perubahan, Rezeki dan Karier Mulai Terbuka
Petung sebagai Bagian dari Tradisi Jawa
Perhitungan berdasarkan hari lahir tersebut menunjukkan bagaimana masyarakat Jawa sejak dahulu memiliki cara tersendiri dalam membaca kecocokan pasangan.
Petung perjodohan pada dasarnya digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai kemungkinan kehidupan setelah pernikahan. Karena bersumber dari tradisi, hasil perhitungan tersebut lebih tepat dipahami sebagai bagian dari warisan budaya dan kepercayaan masyarakat.
Dalam kehidupan rumah tangga, berbagai faktor lain juga dapat memengaruhi hubungan pasangan. Komunikasi, sikap saling memahami, tanggung jawab, serta kemampuan menyelesaikan persoalan menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan bersama.
Dengan demikian, petung perjodohan Jawa dapat dipandang sebagai salah satu tradisi yang menarik untuk diketahui, terutama bagi masyarakat yang masih mempelajari budaya dan kearifan lokal Jawa.
Perhitungan berdasarkan hari lahir tersebut juga memperlihatkan bahwa setiap kombinasi hari memiliki tafsir berbeda dalam tradisi petung. Hasilnya kemudian digunakan sebagai bahan pertimbangan oleh masyarakat yang mempercayainya ketika melihat kecocokan calon pasangan.
Baca Juga: Pedagang Tolak Rencana KKMP di Pasar Ngemplak Tulungagung, Khawatir Kehilangan Pelanggan
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : Pinterest