Weton Jawa dan Neptu: Cara Menghitung Jodoh, Rezeki, hingga Watak Menurut Primbon

Agnes Adelia Hernanda • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:30 WIB
Weton Jawa dan neptu dipercaya menggambarkan watak, rezeki, dan jodoh. Simak cara menghitungnya serta makna lima kategorinya
Weton Jawa dan neptu dipercaya menggambarkan watak, rezeki, dan jodoh. Simak cara menghitungnya serta makna lima kategorinya

 

TULUNGAGUNG - Weton Jawa dan neptu kembali menjadi perhatian masyarakat yang ingin mengenal tradisi perhitungan hari kelahiran, karakter, rezeki, hingga kecocokan pasangan. Dalam sebuah video YouTube, seorang pembicara menjelaskan cara menghitung weton berdasarkan gabungan hari pasaran Jawa dan kalender Masehi. Perhitungan tersebut kemudian dikaitkan dengan lima kategori, yakni Sri, Rezeki, Gedong, Loro, dan Pati. Meski masih dipercaya sebagian masyarakat, penafsiran weton merupakan bagian dari tradisi budaya Jawa, bukan metode ilmiah untuk memastikan nasib seseorang.
Mengenal Sistem Weton Jawa dan Neptu
Weton merupakan gabungan hari kelahiran dalam kalender tujuh hari, seperti Senin hingga Minggu, dengan lima pasaran Jawa, yaitu Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing. Setiap hari dan pasaran mempunyai nilai neptu yang digunakan dalam perhitungan tradisional.

Baca Juga: Punya Bakat Seni Visual? Ini Cara Monetisasi Hobi Fotografi dan Desain Grafis Agar Jadi Cuan

 

Pembicara dalam video tersebut menjelaskan bahwa kalender Jawa memiliki sejumlah siklus yang saling berkaitan. Di antaranya adalah siklus pasaran lima hari, kalender tujuh hari, sistem mangsa atau musim, serta siklus delapan tahunan yang dikenal sebagai windu.
Menurut penjelasannya, sistem tradisional tersebut dahulu digunakan masyarakat untuk berbagai keperluan, termasuk menentukan waktu bercocok tanam dan melaut. Pengetahuan mengenai musim dan kondisi alam menjadi pertimbangan penting bagi petani maupun nelayan.

Baca Juga: Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif dengan Lumi, Guru Bisa Bikin Materi Lebih Menarik


Cara Menghitung Neptu Berdasarkan Hari Kelahiran
Dalam perhitungan yang dipaparkan, setiap hari dan pasaran memiliki nilai tersendiri. Untuk hari Masehi, Senin bernilai 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, Sabtu 9, dan Minggu 5.
Sementara itu, nilai pasaran Jawa yang disebutkan adalah Pon 7, Wage 4, Kliwon 8, Legi 5, dan Pahing 9.
Cara menghitungnya cukup dengan menjumlahkan nilai hari kelahiran dan nilai pasarannya. Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada Selasa Kliwon memiliki neptu 11, hasil penjumlahan Selasa bernilai 3 dan Kliwon bernilai 8.

Baca Juga: 5 Hobi Ini Bisa Jadi Sumber Penghasilan Melimpah di Era Digital, Cek Apakah Hobimu Masuk Daftar!


Contoh lainnya adalah kelahiran Sabtu Pahing yang menghasilkan neptu 18, dari nilai Sabtu 9 dan Pahing 9.
Setelah memperoleh jumlah neptu, angka tersebut kemudian dicocokkan dengan urutan lima kategori yang dijelaskan dalam video, yakni Sri, Rezeki, Gedong, Loro, dan Pati. Urutan tersebut diulang setiap lima angka untuk menentukan kategori berdasarkan perhitungan yang digunakan pembicara.

Baca Juga: ChatGPT dan Lumi Bisa Bantu Guru Bikin Media Digital, Begini Tahapan Lengkapnya


Arti Sri, Rezeki, Gedong, Loro, dan Pati
Dalam penafsiran primbon yang disampaikan, kategori Sri dikaitkan dengan kemampuan menjalin hubungan sosial, memiliki banyak relasi, dan mendapatkan kepercayaan. Relasi serta tanggung jawab disebut sebagai faktor penting yang mendukung keberhasilan seseorang.
Kategori Rezeki dimaknai sebagai gambaran orang yang dipercaya memiliki kelancaran dalam memperoleh penghidupan. Sementara itu, Gedong dikaitkan dengan potensi ekonomi, kemampuan memegang tanggung jawab, dan peluang mencapai kemapanan.
Berbeda dari ketiganya, kategori Loro digambarkan sebagai perjalanan hidup yang diwarnai kesulitan emosional atau pengalaman menyakitkan. Adapun Pati ditafsirkan sebagai lambang perjuangan berat dan berbagai tantangan dalam kehidupan.

Baca Juga: Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif Lumi dengan ChatGPT, Guru Wajib Tahu !


Pembicara juga menyampaikan pandangan bahwa seseorang yang menghadapi kesulitan dapat mengalami perubahan hidup setelah melewati masa-masa sulit. Namun, penafsiran tersebut merupakan kepercayaan tradisional dan tidak dapat dijadikan kepastian mengenai masa depan, kekayaan, kesehatan, maupun keselamatan seseorang.
Weton Jawa untuk Menghitung Kecocokan Pasangan
Selain karakter dan rezeki, weton Jawa juga kerap digunakan dalam tradisi masyarakat untuk mempertimbangkan kecocokan pasangan sebelum menikah.
Caranya, neptu kedua calon pasangan dijumlahkan, kemudian hasilnya dicocokkan dengan kategori yang digunakan dalam perhitungan primbon. Hasil tersebut secara tradisional dipercaya memberikan gambaran mengenai dinamika rumah tangga yang mungkin dihadapi.

Baca Juga: Multimedia Pembelajaran Interaktif di Canva Kini Bisa Pantau Progres Siswa, Begini Caranya !


Video tersebut juga menekankan pentingnya memilih hari pernikahan berdasarkan perhitungan tradisional. Dalam praktiknya, sebagian keluarga Jawa masih mempertimbangkan weton sebagai bagian dari adat dan proses persiapan pernikahan.
Meski demikian, keputusan menikah sebaiknya tidak hanya didasarkan pada hasil perhitungan tersebut. Komunikasi, rasa saling menghormati, kesiapan emosional, tanggung jawab, serta kesepakatan mengenai kehidupan rumah tangga merupakan pertimbangan nyata yang perlu diperhatikan oleh kedua calon pasangan.
Melestarikan Kearifan Lokal Jawa
Pembahasan weton dan neptu menunjukkan bagaimana pengetahuan tradisional menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jawa. Sistem penanggalan, pasaran, dan perhitungan hari masih menarik perhatian masyarakat yang ingin memahami warisan budaya leluhur.

Baca Juga: Canva AI Bisa Bikin Multimedia Pembelajaran Interaktif, Guru Wajib Tahu Cara Menggunakannya


Di sisi lain, masyarakat perlu membedakan nilai budaya dari klaim mengenai kepastian nasib. Tidak ada bukti ilmiah yang memadai bahwa kategori weton dapat memastikan seseorang menjadi kaya, mengalami musibah, atau cocok menikah dengan pasangan tertentu.
Dengan memahami weton secara proporsional, masyarakat dapat tetap mempelajari dan melestarikan kearifan lokal tanpa mengabaikan pertimbangan rasional dalam mengambil keputusan penting.

Baca Juga: Multimedia Pembelajaran Interaktif di Canva Kini Bisa Pantau Progres Siswa, Begini Caranya

Course: YouTube @SuryaKKS

Editor : Agnes Adelia Hernanda
#Primbon Jawa #Weton Jawa #Kearifan Lokal #Hitungan Jodoh #Neptu Jawa