JAKARTA - Cara menentukan hari baik pernikahan menurut primbon Jawa masih menjadi perhatian sebagian masyarakat yang ingin melangsungkan ijab kabul. Salah satu metode yang dibahas adalah menghitung neptu weton calon pengantin, menghindari hari yang dianggap kurang baik, serta mempertimbangkan bulan dan tanggal pernikahan. Dalam sebuah video YouTube di kanal Mas Septi, dijelaskan contoh perhitungan pasangan dengan weton Senin Legi dan Selasa Pon yang menghasilkan jumlah neptu 19. Berdasarkan perhitungan tradisional tersebut, sejumlah tanggal kemudian dipertimbangkan untuk menentukan waktu pernikahan.
Cara Menghitung Neptu Weton Calon Pengantin
Dalam tradisi Jawa, weton merupakan gabungan hari kelahiran dalam kalender tujuh hari dan pasaran Jawa yang terdiri atas Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Setiap hari dan pasaran memiliki nilai neptu yang digunakan dalam berbagai perhitungan adat.
Dalam video tersebut, calon pengantin perempuan memiliki weton Senin Legi, sedangkan calon pengantin laki-laki lahir pada Selasa Pon. Senin memiliki nilai neptu 4 dan Legi bernilai 5, sehingga jumlahnya menjadi 9. Sementara itu, Selasa bernilai 3 dan Pon bernilai 7, sehingga total neptunya mencapai 10.
Baca Juga: Kunjungan TP PKK Kabupaten di Kepatihan, Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga
Kedua nilai tersebut kemudian dijumlahkan. Hasilnya, pasangan memiliki neptu gabungan 19. Angka inilah yang digunakan sebagai dasar untuk melanjutkan perhitungan hari pernikahan menurut metode yang dijelaskan dalam video.
Hari yang Dihindari Menurut Perhitungan Jawa
Setelah mengetahui jumlah neptu, langkah berikutnya adalah mengidentifikasi hari yang dianggap kurang baik. Dalam penjelasan Mas Septi, terdapat perhitungan yang berkaitan dengan weton masing-masing calon pengantin, termasuk kategori sandang, pangan, loro, dan pati.
Video tersebut juga membahas hari naas, yakni hari yang menurut kepercayaan setempat berkaitan dengan wafatnya orang tua calon pengantin. Hari tersebut disarankan untuk dihindari dalam menentukan tanggal ijab kabul berdasarkan metode yang digunakan pembicara.
Baca Juga: Liburan ke Magelang ? 4 Spot Foto Gunung Sumbing Ini Bisa Dijelajahi Naik Jeep
Selain hari kelahiran dan hari naas, pemilihan waktu juga mempertimbangkan bulan. Selo, Besar, dan Suro disebut sebagai bulan yang kurang baik untuk melangsungkan pernikahan menurut penafsiran tradisional dalam video tersebut.
Ada pula istilah nogo tahun, yaitu perhitungan yang mempertimbangkan hari ketika bulan Suro dimulai. Dalam contoh yang disampaikan, Rabu Legi disebut sebagai hari yang dihindari selama tahun 2023. Ketentuan tersebut merupakan bagian dari metode tradisional yang dijelaskan pembicara, bukan aturan universal yang berlaku bagi seluruh masyarakat Jawa.
Mengapa Jumlah Neptu 19 Ditambah 13?
Bagian utama perhitungan dalam video tersebut berfokus pada upaya memperoleh angka yang jika dibagi enam menghasilkan sisa dua. Untuk pasangan dengan jumlah neptu 19, pembicara memilih angka 32 karena angka tersebut dapat dibagi enam dengan hasil lima dan sisa dua.
Baca Juga: Jeep Tour Magelang Lagi Viral ! Ini 4 Destinasi dengan View Gunung Sumbing yang Memukau
Dengan demikian, 19 perlu ditambah 13 agar mencapai 32. Angka 13 kemudian digunakan untuk mencari kombinasi hari dan pasaran yang sesuai dengan rumus tersebut.
Beberapa kombinasi yang disebutkan adalah Senin Pahing, Jumat Pon, dan Sabtu Wage. Namun, tidak semua hari dengan jumlah neptu 13 otomatis dipilih. Pembicara tetap mempertimbangkan pantangan lain, termasuk hari naas dan hasil perhitungan lanjutan yang dianggap kurang baik.
Baca Juga: Wisata Jeep Telomoyo Viral, Ini 3 Spot Favorit yang Punya Pemandangan Gunung Memukau
Menurut penjelasan dalam video, sisa dua dimaknai sebagai lambang pasangan yang terdiri atas laki-laki dan perempuan. Sementara itu, sisa hitungan lainnya dikaitkan dengan kemungkinan persoalan rumah tangga. Penafsiran tersebut merupakan kepercayaan tradisional dan tidak dapat dijadikan bukti ilmiah untuk meramalkan kesetiaan, keharmonisan, atau masa depan pernikahan.
Contoh Tanggal Pernikahan Jumat Pon
Sebagai contoh penerapan, video tersebut membahas permintaan seorang ibu dari Madiun yang ingin mencari hari baik untuk ijab kabul putrinya. Pasangan yang dimaksud memiliki jumlah neptu 19 dan berencana menikah pada September 2023.
Baca Juga: 3 Destinasi Wisata Telomoyo yang Instagramable, Ada Kastil Negeri Kayangan
Berdasarkan kalender yang digunakan dalam video, Jumat Pon, 29 September 2023, dipilih sebagai tanggal yang dinilai sesuai. Tanggal tersebut disebut berada dalam minggu kelima menurut pembagian tanggal yang digunakan pembicara. Waktu pelaksanaan yang disarankan adalah pagi hari, sekitar pukul 07.00 hingga 11.00.
Tanggal itu merupakan contoh historis dari video tahun 2023, bukan rekomendasi kalender untuk tahun berjalan. Pasangan yang ingin menerapkan tradisi serupa perlu memeriksa kalender terbaru dan memastikan tanggalnya sesuai dengan kebutuhan keluarga.
Tradisi Jawa sebagai Pertimbangan, Bukan Kepastian
Perhitungan weton dan pemilihan hari baik merupakan bagian dari tradisi yang masih dipertahankan sebagian keluarga Jawa. Bagi mereka, pertimbangan tersebut dapat menjadi cara menghormati adat dan melibatkan keluarga dalam persiapan pernikahan.
Baca Juga: Wisata Jeep Telomoyo, Berburu Sunrise hingga Negeri Kayangan yang Punya View Memukau
Meski demikian, keputusan menentukan tanggal ijab kabul tetap dapat disesuaikan dengan kesiapan calon pengantin, keluarga, penghulu, serta ketersediaan tempat dan administrasi pernikahan. Perhitungan primbon sebaiknya dipahami sebagai tradisi budaya, bukan kepastian mengenai keberuntungan ataupun kehidupan rumah tangga di masa mendatang.
Baca Juga: Harga Tiket Taman Bunga Nusantara Cianjur 2026, Rp75 Ribu Bisa Naik Wahana Gratis!
Course: YouTube @massepty4058
Editor : Agnes Adelia Hernanda