KOTA BLITAR - Tidak banyak waktu yang dimiliki Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Blitar untuk gelaran Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur 2023. Percasi hanya punya waktu sekitar sebulan untuk persiapan. Berbagai program pembinaan pun terus digenjot.
Pelatih Percasi Kota Blitar Kiky Dimas Arianto mengatakan, Kejurnas Catur bakal dihelat pada 11-20 Maret. Percasi mulai meningkatkan porsi latihan kolektif, khususnya untuk dua atlet yang akan diturunkan. “ Satu atlet putri atas nama Gyda Sava Alzahra dan satu atlet putra atas nama Dewa Fortuna,” jelasnya.
Program pelatihan di masing-masing klub tentunya juga makin intens. Selain itu, monitoring pembinaan di lingkup lembaga pendidikan.Induk cabor sudah menjalin kerja sama dengan Pemkot Blitar melalui dinas terkait sejak Agustus tahun lalu.
Informasi yang dihimpun Koran ini, dua lembaga pendidikan bersedia untuk memasukkan cabor catur sebagai kurikulum pembelajaran. “Sejak tahun lalu sudah kerja sama dengan SMPN 1 Kota Blitar dan SDN 1 Sentul,” kata pria ramah ini.
Dimas mengeklaim program ini membuat kompetensi anak asuhnya makin meningkat. Sebab, para atlet punya materi tambahan sebelum mulai turun berkompetisi. “Hasilnya positif. Atlet bisa berprestasi di berbagai kejuaraan. Bahkan, bulan lalu satu atlet kami bisa juara di kejuaraan catur internasional di Tangerang,” bebernya.
Namun, jajaran pengurus masih punya pekerjaan rumah. Yakni, memastikan program pembinaan bisa diterapkan secara proporsional pada usia junior. Sebab, mereka cenderung lebih cepat bosan jika terlalu digembleng. “Kebanyakan atlet kami berusia muda atau junior. Memang harus disiapkan porsi yang seimbang. Terlebih sebelum Kejurnas dan Porprov,” tandasnya. (dit/c1/sub) Editor : Endah Sriwahyuni