Tak sedikit orang mulai keranjingan olahraga lari. Olahraga yang mengandalkan otot kaki ini memang sedang tren serta menjadi favorit berbagai kalangan. Tanpa banyak alat dan modal, semua orang bisa berlari.
Ya, lari kini bisa menjadi alternatif untuk hidup sehat. Namun, belum semua orang bisa berlari dengan benar. Alih-alih olahraga, justru mengalami cedera karena salah teknik.
Seperti yang pernah dialami Suheri. Warga Kelurahan/Kecamatan Kepanjenkidul ini sudah lama menekuni olahraga lari. Sejumlah event lari pernah diikutinya. Meski begitu, resiko cedera tetap mengintai.“Berlari itu senjatanya cuma kaki. Jadi kita harus merawat kaki kita selayaknya senjata kalau mau digunakan,” ungkapnya kepada koran ini.
Cedera kaki saat berlari disebabkan oleh sejumlah faktor. Di antaranya seperti alas kaki yang salah atau sepatu yang tidak pas. Pasalnya, berlari memerlukan tumpuan yang baik. Ketika berlari, tubuh meletakkan beban di atas pijakan kaki.
Nah, ketika pijakan tidak merata, maka tumpuan akan mendorong salah satu ligamen kaki. Jika salah pijakan, resiko cedera cukup besar. “Sedangkan sepatu yang tidak pas bisa meningkatkan resiko cedera di ujung jari,” jelas koordinator komunitas Run Blitar ini.
Hal lain yang perlu diperhatikan, lanjut Heri, adalah pemanasan. Meski terkesan sepele, tak sedikit pelari yang melalaikannya. Padahal, pemanasan sebelum berlari memberikan efek elastisitas otot. Manfaat lainnya, bisa mengendalikan irama jantung.
Sebab, jelas dia, berlari merupakan salah satu olahraga aerobik. Tanpa pemanasan akan beresiko buruk bagi jantung.”Ya, karena jantung memompa darah lebih cepat. Efeknya bukan hanya cedera, tapi ke daya tahan tubuh,” bebernya.
Terpenting, khusus pelari pemula jangan langsung mengambil lari jarak jauh. Pemula bisa berlari dengan jarak semampu mungkin. Misalnya dengan jarak pendek 400 meter hingga 5 kilometer. Jarak tempuh lari bisa ditingkatkan secara bertahap menyesuaikan kemampuan.
Menurutnya, perlu pembiasaan otot dan tulang terlebih dahulu. Dengan begitu, bisa meminimalisasi cedera. “Semakin sering tubuh digunakan berlari maka daya tahannya pun akan meningkat. Stamina tubuh yang baik juga akan menjauhkan diri dari cedera. Banyak juga lho kejadian cedera karena kelelahan,” tandasnya. (mg2/sub) Editor : Endah Sriwahyuni