KABUPATEN BLITAR - Minimnya anggaran Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kabupaten Blitar berdampak besar pada proses pembinaan. Akibatnya, induk cabor belum bisa menggelar training center (TC) alias pemusatan latihan secara kolektif.
Wakil ketua ISSI Kabupaten, Blitar Gunawan Wibowo mengungkapkan, pihaknya sepakat untuk megembalikan atlet ke klub masing-masing. Kebijakan ini diambil agar induk cabor bisa berfokus pada program pembinaan atlet di usia junior. “Kalau yang dipulangkan ke klub itu atlet usia remaja,” ujarnya.
Tujuanya, lanjut dia, agar ISSI bisa memangkas biaya pembinaan internal. Sebab, agenda TC membutuhkan banyak biaya, sedangkan anggaran ISSI tahun ini terbilang seret. “Memang tidak bisa saya sebut secara rinci. Tapi, yang pasti tidak banyak,” terangnya.
Nantinya, atlet yang melakoni TC di klub bakal kembali dipanggil untuk dibina secara kolektif oleh ISSI. Rencananya, pemanggilan atlet dilakukan sebulan jelang event kejuaraan. TC kolektif bakal digelar di trek BMX di lapangan Desa Togogan, Kecamatan Srengat.
Namun, menurut Widodo, pelaksanaan TC di klub perlu monitoring lebih ketat. ISSI akan meminta rapor dan data hasil evaluasi atas gelaran TC dari para pelatih masing-masing klub. Selanjutnya, data tersebut bisa digunakan induk cabor untuk mengambil kebijakan dalam pelaksanaan TC kolektif.
Kabar baiknya, ISSI baru saja menggelar penjaringan atlet. Tepatnya pekan lalu melalui gelaran kejuaraan terbuka. Sekitar enam atlet dengan rentang usia 5-9 tahun bergabung dengan ISSI. Para atlet baru bakal langsung diminta bergabung dengan atlet lain dalam agenda latihan reguler. “Karena kemampuan mereka suduh cukup baik. Pengetahuan dasar juga sudah ada. Tinggal poles sesuai kelompok umurnya saja,” tandasnya. (dit/c1/sub) Editor : Doni Setiawan