KOTA BLITAR - Kondisi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir menjadi kendala Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kota Blitar untuk menggelar latihan. Program pembinaan internal pun terancam tak optimal.
Anggota dewan pembina PRSI Kota Blitar Priyo Purwoko mengaku, Kota Patria sering diguyur hujan mulai sore hingga malam hari. Akibatnya, jadwal latihan terganggu. Demi menjaga kesehatan dan keselamatan perenang, PRSI harus menunda latihan. “Sangat mengkhawatirkan kalau kami paksa anak-anak tetap berlatih saat hujan deras,” akunya.
Untuk diketahui, pengurus induk cabor mulai menerapkan kebijakan anyar. Yakni menambah intensitas latihan. “Sejak Desember, latihan menjadi dua kali dalam sehari untuk persiapan berlaga di empat kejuaraan. Yaitu, pada pagi dan sore hari,” imbuhnya. Induk cabor memastikan bakal turun di empat kejuaraan berbeda di sepanjang tahun ini.
Purwoko menegaskan, perhatian pemerintah daerah sangat dibutuhkan. Salah satunya adalah pengadaan kolam renang indoor gratis bagi para perenang. Sebab, selama ini atlet harus berlatih di kolam renang berbayar. “ltu pun outdoor ya,” sambungnya lagi.
Untuk diketahui, selama ini PRSI Kota Blitar berlatih di asrama Yonif/511 DY. Seperti halnya kolam renang lain di Bumi Bung Karno, fasilitas militer itu juga belum dilengkapi atap penutup. “Karena memang pada dasarnya itu diperuntukkan bagi TNI,” ujar Purwoko. (dit/c1/sub) Editor : Endah Sriwahyuni