KOTA BLITAR - Awal bulan ini bakal jadi waktu yang sibuk bagi Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI) Kabupaten Blitar. Pasalnya, regulasi baru berupa penambahan nomor baru dalam cabor sepak takraw di porprov tahun ini harus segera direspons oleh induk cabor.
Pelatih PSTI Kabupaten Blitar Bagus Irawanto mengungkapkan, informasi itu diterima induk cabor bulan lalu. Nantinya, bukan hanya nomor double event dan interregu saja yang dipertandingkan. Namun, nomor tim juga akan dipertandingkan di porprov tahun ini. “Itu nomor yang sudah ada, tapi memang baru tahun ini akan dipertandingkan di porprov,” sebutnya.
Penambahan nomor juga membuat jumlah atlet yang berlaga dalam satu tim ikut bertambah. Nah, hal ini yang rencananya jadi bahasan utama PSTI bersama KONI Kabupaten Blitar. Sebab, penambahan kuota atlet juga membuat jumlah anggaran operasional porprov turut membengkak. “Karena itu kami perlu komunikasi intens bersama pembuat kebijakan,” terangnya.
Agenda pertemuan rencananya digelar pekan ini. Sebelum itu, PSTI bakal menggelar pertemuan internal bersama jajaran pengurus. Wajar bila PSTI ingin segera memastikan berapa jumlah kuota atlet yang akan diturunkan. Sebab, jumlah atlet berpengaruh pada program pembinaan jelang porprov. “Selain itu, kami perlu tahu berapa atlet yang akan kami jaring dalam proses seleksi,” katanya.
Disinggung soal persiapan, Bagus hanya bisa menghela napas. Musababnya, hingga bulan ini pihaknya belum menerima anggaran pembinaan. Itu membuat persiapan sangat minim. “Kalau dipersentasikan, kesiapan kami baru sekitar 20 persen,” akunya.
Mengingat tingginya target PSTI di multievent tahun ini, Bagus berharap pihaknya bisa menerima anggaran lebih. Pasalnya, PSTI Kabupaten Blitar mentas sebagai juara di Porprov VII Jatim tahun lalu. “Sebagai salah satu cabor prioritas, kami berharap ada anggaran lebih dari KONI,” tandasnya. (dit/c1/sub) Editor : Endah Sriwahyuni