KEDUNGWARU, Radar Tulungagung- Ratusan pesepak bola belia antusias mengikuti Festival Kompetisi U-11 yang digelar Askab PSSI Tulungagung. Mereka akan menunjukkan skill-nya untuk bisa menjadi juara dengan klubnya masing-masing.
Kickoff perdana kompetisi itu digelar di Lapangan Boro, Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru. “Ada empat tempat yang dijadikan laga untuk kompetisi ini (Festival U-11, Red),“ ungkap Ketua Askab PSSI Tulungagung Ahmad Baharudin, usai membuka kegiatan tersebut, Jumat (18/8/2023).
Empat tempat itu, selain Lapangan Boro, ada Lapangan Ringinpitu (Kecamatan Kedungwaru) dan Tawing (Kecamatan Gondang). Kemudian, partai final akan diadakan di Stadion Rejoagung pada Minggu (20/8).
Alasan menggelar di empat tempat itu karena kompetisi digelar selama tiga hari dan diikuti 36 klub. “Jadwal padat sehingga perlu banyak tempat. Total ada 56 anggota Askab PSSI Tulungagung. Mayoritas ikut dalam kompetisi ini,” jelasnya.
Selain U-11, masih ada program-program lain dari Askab PSSI Tulungagung termasuk U-13 dan U-15 yang direncanakan akan digelar pada akhir tahun ini.
Dia menjelaskan, tujuan dari berbagai kompetisi tersebut untuk mencari bibit pesepak bola di Tulungagung, pembinaan kepada anak-anak agar punya prestasi sepak bola, serta membangun mental dan karakter supaya cinta dengan olahraga dan memperhatikan kesehatan.
Dari hasil pemantauan atlet sepak bola Tulungagung, kata dia, bisa berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional. Tercatat ada lima anak-anak Tulungagung kelahiran tahun 2002 hasil binaan Askab PSSI Tulungagung yang masuk di Liga 3. Selain itu, tiga anak seleksi U-16 timnas masih di tingkat provinsi sebelum ke nasional. “Perlu dukungan semua pihak untuk pengembangan prestasi maupun sarana sepak bola di Tulungagung,” ungkapnya.
Di Tulungagung, lanjut dia, lapangan sepak bola cukup banyak terutama di desa-desa. Namun, jika dipakai skala liga tingkat Jatim masih belum ada yang standar. Termasuk Stadion Rejoagung belum layak.
Berdasarkan hasil survei pengurus PSSI Jatim, saat Tulungagung mengajukan tuan rumah seleksi pra porprov, Stadion Rejoagung ada kekurangan. Mulai dari rumput, ruang ganti pemain, ruang wasit, dan kamar mandi. “Memang layak dan terbaik di Tulungagung (Stadion Rejoagung, Red), tapi seiring perkembangan zaman perlu pembenahan berkelanjutan,” katanya. (nul/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah