TULUNGAGUNG- Meski hanya mengirimkan tiga atlet, cabang olahraga (cabor) balap sepeda mampu membawa pulang total empat medali dalam pekan olahraga provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) VIII tahun 2023.
Jika jumlah atlet yang dikirimkan lebih banyak, pengurus cabor tersebut yakin bahwa medali yang didapatkan bisa lebih banyak.
Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Tulungagung, Galih Nusantoro mengatakan, yang menjadi kendala dalam porprov kemarin memang terkait regulasi.
Sebenarnya, Tulungagung memiliki atlet balap sepeda yang berkapasitas mumpuni, tapi tidak memungkinkan untuk diikutkan banyak kelas. Satu orang atlet hanya bisa turun di tiga kelas, baik individual ataupun beregu.
“Ada perubahan regulasi pada porprov kali ini. Kendala kita itu kalah dengan kabupaten/kota lainnya yang mengirimkan jumlah atlet dengan kapasitas besar (lebih banyak),” ungkap Galih.
Dia berharap akan ada perubahan regulasi terkait pembagian kelas yang dipertandingkan. Dengan begitu, meski jumlahnya terbatas, atlet yang dikirim Tulungagung tetap bisa kompetitif pada kelas-kelas yang diikuti.
Pihak ISSI Tulungagung juga terus mengupayakan pembibitan atlet mulai sekarang. “Tahun ini sudah ada dua atlet kita yang tidak bisa ikut porprov. Satu atlet ikut tour di luar negeri dan satu atlet usianya sudah di atas 20 tahun,” ungkapnya.
Meski demikian, perolehan dua emas dan dua perak pada Porprov VIII kemarin sebenarnya cukup membanggakan. Jumlah medali yang didapatkan lebih banyak ketimbang jumlah atlet yang dikirimkan.
Rinciannya, pada road bike menyumbang satu emas dan dua perak, dan pada cross country berhasil mendapatkan satu emas. “Perolehannya juga lebih baik dari porprov sebelumnya dengan dua emas yang kita peroleh,” tutup Galih. (nul/c1/rka)
Editor : Didin Cahya Firmansyah