BLITAR – Atlet Kota Patria masih kudu bersabar. Pasalnya, reward bagi peraih medali di multievent Porprov VIII Jatim 2023 tidak akan dicairkan di tahun ini. KONI Kota Blitar memastikan kebijakan ini sudah melalui persetujuan berbagai pihak, termasuk Pemkot Blitar.
Ketua KONI Kota Blitar Sukardji mengatakan, jumlah anggaran untuk kebutuhan reward atlet sekitar Rp 2,1 miliar. Jumlah itu berdasarkan rekapitulasi data perolehan medali oleh para atlet. Masing-masing atlet bakal menerima reward berbeda dan sesuai dengan jenis medali yang didapat.
“Tentunya jumlah reward yang didapat oleh atlet di nomor tunggal, ganda, beregu, dan kolosal itu tidak sama. Nah, hal lain yang memengaruhi adalah soal jenis medali yang didapat oleh atlet atau tim,” sebutnya.
Meski begitu, Sukardji mengaku belum dapat kepastian ihwal waktu pencairan bonus. Adapun kabar yang dia terima hanya sebatas jumlah anggaran yang akan dicairkan. Usut punya usut, para atlet Kota Blitar bakal menikmati reward di awal tahun depan. “Informasinya di triwulan pertama (dicairkan, Red). Yang pasti di awal tahun depan,” jelasnya.
Untuk diketahui, kontingen Kota Patria finis di peringkat 18 di porprov tahun ini. Total 108 poin diperoleh dari torehan 55 medali. Rinciannya, 12 medali perunggu, 17 medali emas, dan 26 medali perunggu.
Selain menentukan jumlah reward, rekpitulasi atas hasil di gelaran tahun ini juga bakal dijadikan acuan bagi lembaga induk keolahragaan untuk menentukan cabor yang akan diturunkan di berbagai ajang di depan. Bahkan, kuota atlet di masing-masing induk cabor juga didasarkan pada data yang dimaksud.
“Ke depan ada Porprov 2025. Tapi sebelum itu juga ada berbagai single event lain. Mulai dari kejurda, kejurprov, hingga kejurnas. Data itu akan dijadikan pedoman apakah salah satu induk cabor akan diikutsertakan atau tidak,” bebernya.
KONI Kota Blitar memang masih punya banyak pekerjaan rumah (PR). Pasalnya, dari total 35 induk cabor yang turun di porprov tahun ini, baru 18 cabor yang mampu menyumbang medali.
Itu berarti ada 17 cabor yang belum bisa bicara banyak di multievent terakbar tingkat provinsi kemarin. “Iya. Setelah ada reward, kembali kita fokuskan untuk evaluasi dan pembenahan. Dari sana akan terlihat apa yang belum siap,” katanya. (dit/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah